Relevansi dan Keutamaan Tafsir bil Matsur sebagai Fondasi Utama dalam Penafsiran Al-Quran
DOI:
https://doi.org/10.15575/jis.v4i2.34232Keywords:
otentisitas tafsir, penafsiran al-Quran, sumber klasik, tafsir bil matsur.Abstract
Tafsir bil Matsur menjadi salah satu pilar utama dalam penafsiran Al-Quran, tidak terlepas dari perkembangan awal penafsiran yang mengandalkan sumber klasik, yaitu riwayat. Meskipun sumber-sumber penafsiran berkembang seiring waktu, tafsir bil Matsur sering dianggap kuno dan tidak relevan untuk menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, pembahasan kembali mengenai tafsir bil Matsur sangat penting untuk memperkuat posisinya sebagai sumber utama dalam penafsiran Al-Quran dan mengatasi stigma negatif terhadapnya. Artikel ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif melalui studi kepustakaan untuk menjelaskan kembali sejarah, batasan, dan perdebatan ulama terkait tafsir bil Matsur. Hal ini bertujuan untuk menguatkan hipotesa bahwa tafsir bil Matsur adalah fondasi utama yang selalu diacu dalam penafsiran Al-Quran. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pandangan di antara para penafsir terkait kedudukan tafsir para tabi'in, yang menjadi titik awal melemahnya tafsir bil Matsur. Meskipun demikian, kesimpulan penelitian menegaskan bahwa tafsir bil Matsur tetap memiliki autentisitas tinggi dibandingkan dengan tafsir-tafsir yang menggunakan sumber-sumber lain. Oleh karena itu, tafsir bil Matsur tetap menjadi fondasi penting dalam penafsiran Al-Quran yang tidak dapat diabaikan dalam diskusi mengenai tafsir Al-Quran.References
Akhdiat, A., & Abdul, K. (2022). Metode Tafsir Al-Qur’an: Deskripsi atas Metode Tafsir Ijmali. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 2(4), 643–650.
Al-Dzahabi, M. H. (2012). Al-Tafsir Wa Al-Mufassirun. Dar al-Hadith.
Al-NajjÄr, Z. (2001). Tafsir al-Ayat al-Kauniyyah fi al-Qur’an al-Karim (Vol. 4). In Maktabah al-Tharwah al-Dauliyyah.
Al-Qathan, M. (2009). Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an. Pustaka Al-Kautsar.
Al-Qathân, M. (1997). Mabâhits fî ‘Ulûm al-Qur’ân. Kairo: Maktabah Wahbah.
Al-Qattan, M. (1973). Mabahith fi ‘Ulum al-Qur’an. Dinamika Barakah Utama.
Al-Qattan, M. K. (1973). Mabahits Fii ’Ulumil Qur’an. Mansyurat Al-’Asr Al-Hadis.
Al-Tayyar, M. bin S. (1993). Fusul Fi Usul Al-Tafsir. Dar al-Nasyr ad-Dauli.
Al-Zarkasyi, I. (1994). Al-Bahru al-Muhith fi Ushul al-fiqh. Beirut: Dâr Al-Shafwat, Jilid VI.
Al-Zarqani, M. A. A. (1996). Manahil al-Irfan fÄ« UsÅ«l al-Qur’an. In Beirut: DÄr al-FÄ«kr, tt.
Ash-Shiddieqy, M. H. (1992). Sejarah dan pengantar ilmu al-Qur’an/Tafsir. In Jakarta: Bulan Bintang.
At-Thabari. (2000). Jami’ul Bayan fi Ta’wili al-Qur’an. Mu’assasatu ar-Risalah.
Baidan, N. (2005). Metodologi Penafsiran Al-Qur’an. Pustaka Belajar.
Ghinaurraihal, G., Zulaiha, E., & Yunus, B. M. (2021). Metode, Sumber dan Corak Tafsir Pada Penulisan Kitab Tafsir Isyaratul I’jaz Karya Said Nursi. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(4), 490–496.
Hasanudin, A. S., & Zulaiha, E. (2022). Hakikat Tafsir Menurut Para Mufassir. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 2(2), 203–210.
Hashim, A. (2020). Investigating effective teaching strategy for tafseer of quran: An empirical study. In Journal of Critical Reviews (Vol. 7, Issue 2, pp. 712–717). https://doi.org/10.31838/jcr.07.02.131
Lestari, M., & Vera, S. (2021). Metodologi Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an Sayyid Qutb. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(1), 47–54.
Lune, H., & Berg, B. L. (2017). Qualitative research methods for the social sciences. Pearson.
M. Quraish Shihab. (1996). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persolan Umat. Mizan.
Muir, W. (2020). The Coran; Its Composition and Theacing; and The Testimony it Bears to the Holy Scriptures. Jurnal Ilmu Al - Qur’an Dan Tafsir, 8.
Mustaqim, A. (2003). Madzahibut tafsir: peta metodologi penafsiran al-Qur’an periode klasik hingga kontemporer. Nun Pustaka.
Shabuni, M. A. al. (2001). Rawa’i al-Bayan Tafsir Ayat al-Ahkam min al-Qur’an. Jakarta: Dar Al-Kutub Al-Islamiyah.
Shihab, M. Q. (1999). Yang tersembunyi: Jin, Iblis, Setan dan Malaikat dalam Al-Quran-As-Sunnah serta wacana pemikiran ulama masa lalu dan masa kini. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2003). Tafsir al-Mishbah (V. 1 (ed.)). Lentera Hati.
Taimiyah, I. (1971). Muqaddimat fi Usul al-Tafsir, ed. Adnan Zurzur.
Yusuf, M. Y. (2014). Metode Penafsiran Al-Qur’an. SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education), 11.
Zaini, Z. (2019). The Method Of Interpretation Of Syeh Muhammad Abduh And Syeh Rasyid Ridha In The Book Tafsir Al Manar. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 2(1), 1–17.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).