Sebuah Perspektif Nawal El Saadawi: Khitan Perempuan Antara Syariat dan Adat
DOI:
https://doi.org/10.15575/jis.v2i3.18649Keywords:
Perempuan, Khitan perempuan, Syariat, Adat, Nawal El Saadawi, FeminismeAbstract
Persoalan khitan terhadap perempuan hingga saat ini masih menjadi isu yang menarik untuk dibahas, tidak hanya menjadi perhatian di kalangan ulama islam, tapi juga menjadi perhatian bagi para ahli medis, aktivis sosial, hingga tokoh feminis. Tulisan ini membahas  mengenai praktik khitan perempuan dari sudut pandang Nawal El Saadawi, ia merupakan seorang feminis Mesir, yang aktif memperjuangkan hak-hak dan kebebasan perempuan, serta bagaimana praktik khitan itu terjadi dan dilatarbelakangi syariat atau berupa adat yang turun temurun dilaksanakan. Selain menggunakan studi pustaka sebagai metodologi kajian, sebagai pendukung tulisan ini juga disertai hasil interview dengan seorang responden Mesir yang mengalami khitan sewaktu kecil. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa Lembaga Fatwa Mesir menyatakan bahwa tidak ada dalil yang kuat mengenai khitan terhadap perempuan, ditinjau dari segi medis kerugian bagi perempuan lebih besar. Nawal El Saadawi berpandangan bahwa khitan terhadap perempuan merupakan sebuah tradisi yang turun menurun dan bukan berasal dari ajaran agama Islam, serta dari segi kebermanfaatan menurutnya khitan terhadap perempuan tidak memiliki manfaat apa pun bagi kesehatan, bahkan merugikan kaum perempuan seperti halnya, mengurangi gairah seksual, trauma psikologis, hingga dapat menyebabkan kematian. Diharapkan dengan adanya kajian ini bisa memberi khazanah dalam keilmuan baik mengenai feminitas, adat ataupun syariat.
References
Al-asqalani, A. bin’Ali H., Baz, ’Abd.’Aziz bin’Abdullah Ibn, & Zahidi, H. T. (1993). Fath Al-bari Bi-syarah Sahih Al-Bukhari. Dar al-fikr.
al-Awqaf, W. (1964). al-Adza, r: tarfkhuhu wa tafawwuruhu. Cairo.
Al-Duwairi, Z. (2007). Dampak Perkembangan Kedokteran Terhadap Kesucian. Dar al-Nafais.
Al Habib, A. M. (1992). Kitab Adab wa Nisa. Dar Al-Gharb Al Islam.
Alrah, Z. (2021). KHITAN PADA PEREMPUAN PERSPEKTIF NAWAL AL-SA’ADAWI. Fu.
Anees, M. A. (1989). Genital mutilations: moral or misogynous? Islamic Quarterly, 33(2), 101.
Az-Zuhaili, W. (2009). Tafsir al-Munir fii al-Aqidah wa asy-Syariah wa al-Manhaj (10th ed.). Dar al-Fikr.
Chafetz, J. S. (1991). The Gender Division of Labor and Reproduction of Female Disadvantage: Toward an Integreted Theory. In R. L. Blumberg (Ed.), Gender Family and Economy: The Triple Overlap. Publikasi Sage.
Dareer, A. el. (1982). Woman, why do you weep. Circumcision and Its Consequences. London: Zed.
Dilawati, R., Zulaiha, E., & Huraiani, Y. (2021). Perempuan dan Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19: Studi Kasus Mantan Para Pekerja Perempuan di Kota Bandung. Journal of Society and Development, 1(2), 46–58.
El-Saadawi, N. (2000). Perempuan di Titik Nol. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
El Saadawi, N. (2015a). Do you feel you are liberated? I feel I am not. The Guardian, 11.
El Saadawi, N. (2015b). The Hidden Face of Eve, Women in the Arab World. Zed Books Ltd.
El Saadawi, N., & SaÊ»dÄwÄ«, N. (2007). The hidden face of Eve: Women in the Arab world. Zed Books.
Elwatannews.com. (2021). Syaikh Al-Azhar: khitan al’iinath adatan daarat. Laa fi Al-Qur’an ’aw Al sunnah. Elwatannews.Com,. https://www.elwatannews.com/news/details/5279810,
Hermanto, A. (2016). Khitan PeremPuan antara tradisi dan syari’ah. Kalam, 10(1), 257–294.
Huriani, Y. (2021). Agama dan Gender: Versi Ormas Islam Perempuan di Indonesia. Lekkas.
Huriani, Y., Rahman, M. T., & Haq, M. Z. (2021). Developing Gender-Based Justice Relationships in Indonesian Families During the COVID-19 Pandemic. Equalita: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 3(1), 76–95.
KBBI. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. kbbi.kemdikbud.go.id
Mufidah, B. N. (2018). Konsep feminisme perspektif Nawal el Saadawi. UIN Sunan Ampel Surabaya.
Mulia, S. M. (2006). Menolak Pornografi: Memberdayakan Perempuan. Ulumuna, 10(2), 237–260.
Mustari, M., & Rahman, M. T. (2012). Pengantar Metode Penelitian. Laksbang Pressindo.
Nazir, M. (2003). Metode Penelitian Cetakan Kelima. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Perempuan, J. (2002). Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan. Yayasan Jurnal Perempuan.
Rahman, M. T. (2021). Sosiologi Islam. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Rahman, M. T., & Setia, P. (2021). Pluralism in the Light of Islam. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(2), 204–210.
Ramali, A., Alam, S. L., & St Pamoentjak, K. (1956). Peraturan-peraturan untuk memelihara kesehatan dalam hukum Sjara’Islam. Balai Pustaka.
Sabiq, S. (1972). Fiqh Sunnah, terj. Semarang: Toha Putra.
Sanderson, L. P. (1981). Against the mutilation of women: the struggle to end unnecessary suffering (Issue 3). Ithaca Press.
Setia, P., Zulaiha, E., & Huriani, Y. (2021). Perempuan dan Bisnis Online di Masa Pandemi Covid-19: Pengalaman di Kota Bandung, Jawa Barat. Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies, 2(1), 26–43.
Umar, H. N. (2014). Mendekati Tuhan dengan Kualitas Feminin. Elex Media Komputindo.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).