Membaca Ulang Hadis Preferensi Menikah dalam Perspektif Hermeneutika Gadamer

Integrasi Makna Teks dan Relevansi Sosial Kontemporer

Penulis

  • Moh. Nurun Alan Nurin PK Universitas Islam Cordoba, Indonesia
  • Miatul Qudsia Universitas Islam Cordoba, Indonesia
  • Muhammad Syahru Irfani Universitas Islam Cordoba, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/jpiu.47567

Kata Kunci:

Contextualization, Gadamerian Hermeneutics, Digital Hadith

Abstrak

Hadis tentang preferensi memilih pasangan hidup yang berbunyi “Wanita dinikahi karena empat hal...” sering kali dipahami secara parsial dan hierarkis, di mana aspek fisik seperti kecantikan, harta, dan keturunan diposisikan setara atau bahkan lebih dominan daripada aspek agama. Pemahaman tekstual semacam ini berisiko mereproduksi nilai-nilai patriarkal dan mengabaikan konteks historis lahirnya hadis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan ulang hadis tersebut melalui pendekatan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer yang menekankan pentingnya pra-pemahaman (pre-understanding) dan peleburan cakrawala makna (fusion of horizons) antara teks dan pembaca. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-kritis dengan analisis literatur klasik (turats) dan kontemporer sebagai basis reflektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa aspek agama dalam hadis bukanlah satu dari empat pilihan, melainkan merupakan kritik normatif terhadap orientasi masyarakat Arab kala itu yang mengedepankan materialisme dan status sosial. Aspek non-fisik seperti integritas moral, tanggung jawab, dan kesalingan justru merupakan inti dari nilai keagamaan yang harus diutamakan. Melalui pendekatan hermeneutika Gadamer, hadis ini dapat dikontekstualisasikan sebagai panduan etis dalam membentuk relasi pernikahan yang setara, adil, dan bebas dari dominasi budaya patriarkal. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan pembacaan alternatif yang lebih reflektif dan kontekstual atas hadis, sekaligus memperkuat signifikansi pemahaman agama dalam praksis sosial kontemporer.

Referensi

Adinugraha, H. H., Maulana, A. S., & Sartika, M. (2018). KEWENANGAN DAN KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF GENDER: SUATU ANALISIS TINJAUAN HISTORIS. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 17(1), Article 1. https://doi.org/10.24014/marwah.v17i1.4515

Andriyani, L. (2016). Pembacaan hermeneutika hadits tentang perempuan kekurangan akal dan agama: Perspektif Hans-Georg Gadamer [bachelorThesis]. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34433

Bungin, B. (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Kencana Prenada Media Group.

Darmalaksana, W. (2020). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung. http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/32855

Engineer, A. A. (2000). Hak-hak perempuan dalam Islam (F. Wajidi & C. F. Asseqaf, Penerj.). LSPPA.

Gadamer, H.-G. (1976). Philosophical Hermeneutics (D. E.Linge, Penerj.). University of California Press.

Gadamer, H.-G. (2004). Truth and Method (J. Weinshiemer & G. M. Donald, Penerj.). Continuum.

Gaffar, A., Rusdi, M. A., & Akbar, A. (2021). Kedewasaan Usia Perkawinan Perspektif Hadis Nabi Muhammad dengan Pendekatan Interkoneksitas Maslahah. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 15(1), 83–98. https://doi.org/10.24090/mnh.v15i1.3731

Ihsanuddin, N. (2017). Hak Kebebasan Beragama: Analisis Hadis Perang Perspektif Hermeneutika Gadamer. KALAM, 11(2), 397–422. https://doi.org/10.24042/klm.v11i2.1773

Komarudin, M. (2019). ANALISIS HADITS LARANGAN MENGGAMBAR MAKHLUK BERNYAWA PERSPEKTIF HERMENEUTIKA HANS-GEORG GADAMER [Undergraduate, Institut Agama Islam Negeri Jember]. https://digilib.uinkhas.ac.id/2173/

Mahbub Ghozali dkk. (2022). Lebih Dekat dengan Ma’na-Cum-Maghza Sahiron Syamsuddin. http://archive.org/details/mahbub-ghozali-dkk.-lebih-dekat-dengan-mana-cum-maghza-sahiron-syamsuddin-2022

Malahati, F., B, A. U., Jannati, P., Qathrunnada, Q., & Shaleh, S. (2023). KUALITATIF: MEMAHAMI KARAKTERISTIK PENELITIAN SEBAGAI METODOLOGI. JURNAL PENDIDIKAN DASAR, 11(2), Article 2. https://doi.org/10.46368/jpd.v11i2.902

Maulana, A., & Saepullah, U. (2024). Telaah Prinsip Kafa’ah dalam Hadis tentang Kriteria Memilih Calon Pasangan (Pendekatan Kaidah al-‘Adatu Muhakkamah). Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 4(1), 33–46. https://doi.org/10.15575/jpiu.31723

Muchtar, M. I. (2016). ANALISIS KONSEP HERMENEUTIKA DALAM TAFSIR ALQURAN. HUNAFA Jurnal Studia Islamika, 13(1), Article 1. https://doi.org/10.24239/jsi.v13i1.414

Muhtador, M. (2018). MEMAHAMI HADIS MISOGINIS DALAM PERSPEKTIF HERMENEUTIKA PRODUKTIF HANS GADAMER. Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis, 6(02), 257. https://doi.org/10.24235/diyaafkar.v6i02.3787

Najwah, N. (2018). Kriteria Memilih Pasangan Hidup (Kajian Hermeneutika Hadis). Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 17(1), 95. https://doi.org/10.14421/qh.2016.1701-05

Nelli, J., & Jaafar, N. E. (2023). Kontekstualisasi Hadis Anjuran Menikah Dan Relevansinya Dengan Batas Usia Menikah Di Indonesia. An-Nida’, 47(1), Article 1. https://doi.org/10.24014/an-nida.v47i1.23161

Qomarullah, M. (2016). Metode Takhrij Hadits Dalam Menakar Hadits Nabi. El-Ghiroh : Jurnal Studi Keislaman, 11(2), Article 2. https://doi.org/10.37092/el-ghiroh.v11i2.54

Rahmatullah, R. (2019). Menakar Hermeneutika Fusion of Horizons H.G. Gadamer dalam Pengembangan Tafsir Maqasid Alquran. Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara, 3(2), 149–168. https://doi.org/10.32495/nun.v3i2.47

Sahiron Syamsuddin, -. (2017). HERMENEUTIKA DAN PENGEMBANGAN ULUMUL QUR’AN. Pesantren Nawasea Press. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/40731/

Taufiqotuzzahro’, ’Azzah Nurin. (2019). Pembacaan Hermeneutika Hadis tentang Perintah Istri Bersujud kepada Suami: Perspektif Hans-George Gadamer. Jurnal Living Hadis, 4(1), 45. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2019.1616

Diterbitkan

2026-03-18

Terbitan

Bagian

Articles

Citation Check