Pola Komunikasi Penyuluh Agama Islam Di Daerah 3T

Bob Andrian

Abstract


Daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan (3T) adalah wilayah strategis negara yang mesti diperhatikan. Mengingat banyak sekali isu dan problematika yang terjadi di Daerah 3T, mulai dari krisis moral, akhlak, sampai pada krisis nasionalisme. Faktor utama penyebab problematika tersebut adalah dikarenakan oleh faktor geografis, sosiol dan budaya yang berkembang di Daerah 3T. Kondisi tersebut tentu berdampak pada aspek pengembangan masyarakat, termasuk diantaranya kegiatan penyuluhan sosial keagamaan. Bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dan mendeksripsikan Pola Komunikasi Penyuluh Agama Islam di Daerah 3T Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas sesuai dengan tugas dan fungsi pokok, yaitu fungsi Informatif, Edukatif, Konsultatif dan Advokatif.  Adapun untuk menjawab kedua konsep tersebut teori yang digunakan adalah teori arah informasi dan teori atribusi (subjektivitas) dalam proses penyuluhan kepada masyarakat di Daerah 3T Kecamatan Sajingan Besar. Paradigma penelitian yang digunakan adalah naturalistik dengan pendekatan fenomenologi, jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian berdasarkan tujuan dan fokus masalah dapat disimpulkan bahwa Pola Komunikasi Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan fungsi pokok penyuluhan kepada masyarakat di Daerah 3T Kecamatan Sajingan Besar baik itu fungsi informatif, edukatif, konsultatif dan advokatif.

Keywords


3T, Komunikasi, Sambas

Full Text:

Untitled PDF

References


Adnan. (2015). Model Pendidikan Agama Anak Usia Praskolah dalam Keluarga Melayu Sambas. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Basit, A. (2013). Filsafat Dakwah. Depok: Rajagrafindo Persada. Creswell, J. W. (2014). Research Design; Pendekatan Kulitatif, Kuantitatif dan Metode Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Denzin, N. K. dan Y. S. L. (2009). Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Komigi, I. (2015). Evaluasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat (Studi Kasus Pada Suku Moi). Litlejohn, Stephen W., dan K. A. F. (2014). Theories of Human Communication. Trj. Muhammad Yusuf Hamdan. Jakarta: Salemba Humanika

Mujib, E. A. dan A. (2009). Dasar-dasar Bimbingan dan Penyuluhan Islam. Bandung: Sajjad Publishing House. Muridan. (2007). Islam dan Budaya Lokal: Kajian Makna Simbol dalam Perkawinan Adat Keraton. Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 5(1). Noer Aly, H. (2007). Potret Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Bengkulu dalam Islam di Bengkulu. Bengkulu: Kantor Wilayah Departemen Agama Bengkulu. Sobur, A. (2014). Ensiklopedia Komunikasi. Bandung: Simbiosa. Soekanto, S. (2007). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Yin, R. K. (n.d.). Metode Studi Kasus; Desain dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo Persada.




DOI: https://doi.org/10.15575/ks.v1i1.7144

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Bob Andrian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

1st Floor, Building of Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati
Kota Bandung, Jawa Barat
Handphone: +6282176562270

E-mail: KSosial@uinsgd.ac.id

Lisensi Creative Commons

Khazanah Sosial  are licensed under Attribution-ShareAlike 4.0 International