Komunikasi Spiritual Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al-Qodiri An-Naqsyabandi Al-Kamil

Maman Usman

Abstract


Abah Aos adalah seorang da’i dan mursyid ke 38 pada Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Suryalaya (TQNS) bertempat di Pesantren Sirnarasa yang terletak di Dusun Cisirri, Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis - Jawa Barat. Abah Aos dikenal sebagai da’i yang memiliki akhlaq yang dicontohkan oleh Rosululloh SAW. baik di lingkungan keluarga, masyarakat, pemerintah. Wilayah aktivitas dakwah Tarekat yang menjadi jalan hidupnya, Abah Aos memperlihatkan kecemerlangan dakwahnya sehingga TQNS diterima oleh semua kalangan lintas madzhab  sampai belahan Amerika..Penelitian ini berpijak pada teori tindakan yang dikemukakan oleh Max Weber. Dengan Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, metode penelitian yang digunakan di lapangan mengenai hal-hal yang sedang terjadi dengan inti dari penelitian ini adalah menganalisa tentang Komunikasi Spiritual  Abah Aos dalam gerakan dakwah Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah Suryalaya dengan jenis metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa gerakan dakwah TQNS Abah Aos: secara  Konsep, bahwa inti ajaran TQNS terbagi dalam enam bahasan, yaitu: Semua manusia Muslim adalah calon wali Alloh, ilmu amaliyah, amal ilmiyah, Talqin, Dzikrulloh, Syari’at Tarekat, hakikat dan Ma’rifat. Sikap dakwah TQNS Abah Aos diantaranya ada perkembangan dalam dakwah TQNS antara Abah Sepuh, Abah Anom, dan Abah Aos. Dalam hal talqin Dzikir Abah Aos, memberikannya kepada siapa saja yang sudah berusia 17 tahun tanpa harus meminta talqin. Tradisi, dalam riyadoh dipermudah, hanya diharuskan melaksanakan amaliyah yang tertera dalam buku Amaliyah Mursyid dan amalan-amalan tertentu

Keywords


Komunikasi, Abdul Gaos Saefulloh, Suryalaya

Full Text:

PDF

References


Al-‘Adnâniy, A. bin M. al-D. (2009). Al-Da’wah al-Islâmiyyah li al-Afrâd wa alSyabâb. Madînah: al-Munwwarat: Dâr al-Zamân. Al-Qardhawi. (2010). al-Qawa’id al-Hakimah li Fiqh al-Muamalat, Kairo: Dar alSyuruq. Kairo: Dar al-Syuruq. Alba, C. (2009). Cahaya Tasawuf. Bandung: Wahana Karya Grafika.

Aripudin, E. (2012). Dakwah Antarbudaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Ilahi, M. M. dan W. (2006). Manajemen Dakwah. Jakarta: Kencana. Kuswarno, E. (2009). Metodologi Penelitian Komunikasi; Fenomologi: Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitiannya. Bandung: Widya Padjadjaran. Mahfudz, A. (2009). Quantum Dakwah. Jakarta: Rineka Cipta. Mamudji, S. S. dan S. (2011). Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: Rajawali Press. Masri Singarimbun, S. E. (2011). Metode Penelitian Survei. Jakarta: Pustaka LP3ES. Sugiyono. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. Upe, A. (2010). Tradisi dalam Aliran Sosiologi dari Filosofi Psitivistik ke Post. Positivistik. Jakarta: Erlangga.




DOI: https://doi.org/10.15575/ks.v1i1.7146

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Maman Usman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

1st Floor, Building of Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati
Kota Bandung, Jawa Barat
Handphone: +6282176562270

E-mail: KSosial@uinsgd.ac.id

Lisensi Creative Commons

Khazanah Sosial  are licensed under Attribution-ShareAlike 4.0 International