Analisis Linguistik atas Relevansi Każib dalam Al-Qur’an dengan Prank di Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.15575/mjiat.v3i2.35131Kata Kunci:
Kazib, Motif, Perilaku social, ViralAbstrak
Każib adalah salah satu kata yang sering diulang-ulang dalam Al-Qur’an. Pengulangan kata każib dibagi menjadi derivasi dari dua belas każib dalam Al-Qur’an. Każib diletakkan sesuai dengan struktur kalimat dan makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga penempatan derivasi każib dalam al-Qur’an sesuai dengan konteks pembahasan di dalamnya. Pembahasannya cenderung pada ranah sosial dan kepercayaan. Oleh karena itu, menarik untuk menganalisisnya dengan menerapkan analisis terstruktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derivasi każib dalam Al-Qur’an dan menjelaskan struktur yang terkandung dalam derivasi każib dalam Al-Qur’an dengan menggunakan komparasi analisis struktural-Linguistik Ferdinand de Saussure dan Analisis Linguistik Toshihiko Izutsu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan komparasi linguistik struktural yang dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure dengan linguistik Toshihiko Izutsu yang terdiri dari 4 tahapan komparasi analisis yakni signifier -signified dan makna dasar, analisis langue-parole dengan makna relasional, sinkronik-diakronik dan sintagmatik-paradigmatik dengan Weltanschauung. Analisis data menggunakan model tematik yang melalui tahapan sebagai berikut: 1) mengumpulkan dan mengklasifikasikan data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung turunan każib, 2) memfokuskan pada data yang layak untuk dianalisis, 3) menyajikan hasil penelitian. Data berupa deskripsi naratif pendek. Hasil penelitian ini bahwa prank yang kerap terjadi di media sosial merupakan gambaran struktur każib yang telah lama dideskripsikan al-Quran melalui ayat-ayatnya. Egosentris dan penyamarataan jokes dengan dibungkus oleh asumsi viral menggeser nilai-nilai humanis sebagai manusia bermartabat yang saling menghormati. Hal ini mengindikasikan jika al-Qur’an terus dipelajari dan dipahami maka akan meningkatkan kualitas imam manusia bahwa al-Qur’an hadir sebagai petunjuk bagi umat manusia dan shahih fi kulli zaman wa makan.Referensi
Attabik, A. (2008). Pluralisme Agama: Studi Tentang Kearifan Lokal Di Desa Karangbenda Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Jurnal Penelitian Agama IAIN Purwokerto, 9(2), 271–291.
Az-Zamakhsyari, A.-Q. bin U., & bin Umar, M. (2009). Tafsir Al-Kasyaf. Beirut: Darul Ma’rifah.
Baqi, M. F. A., & Fuad, M. (1981). al-Mu’jam al-Mufahras Li Alfaz al-Qur’an al-Karim. Beirut: Dar Al-Fikr, t. Th.
De Saussure, F., & Hidayat, R. S. (1988). Pengantar linguistik umum. Gadjah Mada University Press.
Eco, U. (2011). Teori Semiotika. terj. Inyiak Ridwan Muzir. Bantul: Kreasi Wacana.
Hakim, T. (2004). QOIDATI Rumus dan Qoidah. Jepara: Al-Falah Offset.
Izutsu, T. (1997). Relasi Tuhan dan manusia: pendekatan semantik terhadap Al-Qur’an. Tiara Wacana Yogya.
Kartini, K. (1996). Pengantar Metodologi Riset Sosial, cetakan ketujuh, Bandung: CV. Mandar Maju.
Mandzur, I. (n.d.). Lisanul Arab. Dar al-Sadr.
Manẓūr, I. (1993). LisÄn al’Arab. Dar Sader.
Mn, A. I. (2013). Pesan Al-Quran untuk sastrawan: Esai-esai budaya dan agama. Jalasutra.
Muhammad, R. (2018). Makna Al-Kadzib Menurut Al-Qur ‘an (Studi Tafsir Tematik). Tatsqifun: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 1–28.
Munawwir, A. W. (1984). Kamus Al-Munawwir Arab Indonesia. Pustaka Progresif.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-misbah. Jakarta: Lentera Hati, 2.
Shihab, M. Q. (2011). Tafsir Al-Misbah Jilid 1. Penerbit Lentera Hati.
Syukran, A. S. S. A. S. (2019). Fungsi Al-Qur’an bagi Manusia. Al-I’jaz: Jurnal Studi Al-Qur’an, Falsafah Dan Keislaman, 1(2), 90–108.
Taufiq, W. (2016). Semiotika untuk Kajian Sastra dan al-Qur’an. Bandung: Yrama Widya.
Zulaiha, E., & Radiana, A. (2019). Kontribusi Pendekatan Semantik Pada Perkembangan Penelitian Al-Qur’an. Al-Bayan.
Zulaiha, E., Syuaib, I., & Rahman, M. T. (2024). Model pengajaran perdamaian berbasis Al-Qur’an. Gunung Djati Publishing.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).