PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAWA BARAT BERBASIS KEBIJAKAN DESENTRALISASI FISKAL
DOI:
https://doi.org/10.15575/prestise.v4i1.35314Keywords:
Desentralisasi Fiskal, Otonomi Daerah, Pemda JabarAbstract
Desentralisasi kebijakan fiskal adalah proses pengalihan kebijakan fiskal dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, mencakup penerimaan, pengeluaran, dan pengelolaan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan perekonomian daerah, khususnya pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Barat, dalam membiayai belanja rutin daerah. Selain itu, penelitian ini juga berusaha mengetahui derajat desentralisasi fiskal dan ketergantungan Provinsi Jawa Barat terhadap pemerintah pusat selama 5 tahun terakhir. Fenomena yang diteliti diuraikan secara rinci dan komprehensif dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki tingkat desentralisasi yang cukup tinggi dengan ketergantungan sekitar 76 persen terhadap dana transfer pemerintah selama lima tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pendapatan Provinsi Jawa Barat masih berasal dari dukungan keuangan pusat, khususnya Dana Alokasi Umum (DAU). Berdasarkan data yang diperoleh, desentralisasi fiskal belum mampu menyelesaikan permasalahan utama secara optimal meskipun telah berlangsung lebih dari dua dekade.References
Afrizal. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Sebuah Upaya Mendukung Pengguna Penelitian Dalam Berbagai Disiplin Ilmu (4th ed.).
Aminuddin, M. R. (2017). Pengaruh Kemandirian Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Di Provinsi Maluku. Universitas Brawijaya.
Bird, R. M., & Francois Vaillancourt. (1998). Desentralisasi Fiskal di Negara-negara Berkembang: Tinjauan Umum, dalam Richard Bird dan Francois Vailancourt. Gramedia Pusaka Utama.
Christia, A. M., & Ispriyarso, B. (2019). Desentralisasi Fiskal Dan Otonomi Daerah Di Indonesia. Law Reform: Jurnal Pembaharuan Hukum, 15(1), 149–163. https://doi.org/10.14710/lr.v15i1.23360
Dirgantoro, M. A., Mangkuprawira, S. . S. H., & Sinaga, B. M. (2009). DAMPAK KEBIJAKAN DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP TRANSFORMASI EKONOMI DI PROVINSI JAWA BARAT. Jurnal Organisasi Dan Manajemen, 5(1).
Ebel, R., & Yilmaz Serdar. (2002). Concept of Fiscal Decentralization and World Wide Overview. World Bank Institute.
Fajri, M., Delis, A., & Amzar, Y. (2019). Dampak Otonomi Fiskal, Pertumbuhan Ekonomi, Dan Keterbukaan Daerah Terhadap Ketimpangan Wilayah Di Sumatera. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 9(2), 99–107.
Hadi, S., & Saragih, T. M. (2013). Ontologi Desentralisasi Fiskal Dalam Negara Kesatuan. Perspektif, 18(3), 169. https://doi.org/10.30742/perspektif.v18i3.43
Halim, Abdul dan Damayanti, T. (2007). Pengelolaan Keuangan Daerah (Kedua). UPP STIM YKPN.
Hastuti, P. (2018). Desentralisasi Fiskal Dan Stabilitas Politik Dalam Kerangka Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Indonesia. Simposium Nasional Keuangan Negara, 1(1), 784–799.
Hellen, H., Mintarti, S., & Fitriadi, F. (2018). Pengaruh investasi dan tenaga kerja serta pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesempatan kerja. Inovasi, 13(1), 28. https://doi.org/10.29264/jinv.v13i1.2490
Ian, Livingstone & Roger, C. (1998). Raising Local Authority District Renenues Through Direct Taxation in A Law-Income Developing Country: Evaluation Uganda’s GPT. Public Administration and Development Journal, 18(5), 495–517.
Khamdana, A. (2016). Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia, 2008 – 2012. Indonesian Treasury Review Jurnal Perbendaharaan Keuangan Negara Dan Kebijakan Publik, 1(1), 23–38. https://doi.org/10.33105/itrev.v1i1.59
Kharisma, B. (2013). Desentralisasi Fiskal Dan Pertumbuhan Ekonomi : Sebelum Dan Sesudah Era Desentralisasi Fiskal Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 14(2), 101–119.
Krisnawati, T., & Elly, M. I. (2022). Fiscal Stress Dan Desentralisasi Fiskal Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Bali. JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Kewirausahaan), 6(2), 505–515. https://doi.org/10.29408/jpek.v6i2.6928
Kuncoro, M. (1995). Desentralisasi Fiskal di Indonesia : Dilema Otonomi dan Ketergantungan. Prisma.
Mardiasmo. (2021). Otonomi & Manajemen Keuangan Daerah (Terbaru). Andi.
Mukhlis, M., & Makhya, S. (2019). IMPLIKASI DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP KEMANDIRIAN DAERAH PASCA PEMEKARAN (Studi di Kabupaten Tulang Bawang, Tuba Barat, dan Mesuji Lampung). CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(2). https://jurnal.unpad.ac.id/cosmogov/article/view/22803/pdf
Novita, Y., Agustine, R. I., & Pratama, A. A. N. (2023). Analisis Desentralisasi Fiskal Dalam Pandangan Ekonomi Islam. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 2(2), 206–215. https://doi.org/10.56799/jceki.v2i2.1402
Prawirosetoto, F. X. Y. (2022). Desentralisasi Fiskal di Indonesia. Ekonomi Dan Bisnis, 2(2), 132–143.
Putra, R. E., & Yeniwati, Y. (2022). Analisis Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sumtera Utara. Ecosains: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Pembangunan, 11(2), 98. https://doi.org/10.24036/ecosains.12073157.00
Rasyid, M. R. (2007). Desentralisasi dan Otonomi Daerah (H. Syamsudin (ed.)). LIPI.
Sodik, J., & Nuryadin, D. N. (2005). DESENTRALISASI FISKAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL DI INDONESIA (Studi Kasus Pada 26 Propinsi). In Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan.
Sugiyono. (1999). Metode Penelitian Bisnis. Alvabeta. Alfabeta.
Sumodiningrat, G., & Jusuf, M. K. (2004). Otonomi Daerah Dalam Penanggulangan Kemiskinan: upaya-upaya pengurangan pengangguran dan pemberdayaan usaha mikro di tingkat lokal.
Zulyanto, A. (2010). Pengaruh Desentralisasi Fiskal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Bengkulu.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).