Masjid, Perkembangan, Arsitektur Perkembangan Masjid Besar Ciparay Dan Transformasi Arsitekturnya Dari Neo-Vernakular Ke Modern (1980-2021)

Penulis

  • Lutfi Naufal Ihsan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung , Indonesia
  • Mardani Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/priangan.v5i1.58109

Abstrak

Masjid Besar Ciparay adalah Masjid Kecamatan yang digunakan untuk ibadah dan pelaksanaan keagamaan Islam. Masjid ini aktif dalam berbagai aktivitas dan kegiatan. Fasilitas masjid lama ke baru menunjukkan ke arah yang lebih baik. Perubahan arsitektur berbeda dibanding sebelumnya karena bangunan sudah mengalami kerusakan di berbagai bagian. Awalnya menggunakan gaya arsitektur neo-vernakular berubah menjadi gaya arsitektur modern. Dengan dua arsitektur yang saling bertolak belakang, harus di diskusikan terlebih dahulu supaya diterima. Dampak perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi bangunan masjid, tetapi kepengurusannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Langkah-langkahnya adalah heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Teori yang digunakan adalah teori representasi Stuart Mcphill Hall. Arsitektur berkaitan dengan gagasan-gagasan yang melatarbelakanginya. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama Perkembangan berbagai aktivitas di Masjid Besar Ciparay adalah tidak ada ormas yang dominan, semuanya sama dapat menggunakan masjid. Imamnya silih berganti ketika Shalat Wajib dan Shalat Jum’at. Kedua Masjid ini mengalami perubahan arsitektur yang signifikan. Awalnya pada tahun 1980-an, arsitekturnya neo-vernakular dengan ciri khas atap sirap berbentuk limasan dengan tiga tingkat, dan dominan kayu. Pada tahun 2019, masjid ini mengalami renovasi dengan melibatkan berbagai pihak. Pada tahun 2021, arsitekturnya modern dengan ciri khas tiang yang tinggi, kubah yang besar, dominan material modern, dan sistem pencahayaan yang baru.

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-03

Citation Check