Eko-Sufisme dalam Upaya Pelestarian Lingkungan di Alam Kandung Rejotangan Tulungagung
DOI:
https://doi.org/10.15575/saq.v6i2.12937Keywords:
eko-sufisme, lingkungan, pelestarian alam, sufismeAbstract
Pencemaran lingkungan merupakan kasus yang tak lekang oleh waktu. Bahkan hingga saat ini krisis lingkungan menjadi persoalan utama di berbagai negara. Dorongan dari hasrat manusia juga menigkat hingga menyebakan pelestarian alam semakin menurun. Tulisan ini menawarkan ide pelestarian lingkungan berperspektif eko-sufisme dengan pendekatan takhalli, tahalli, dan tajjalli sebagai metode yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan wawancara, observasi, dan studi pustaka yang dilakukan langsung selama proses penelitian. Pelestarian alam menggunakan konsep eko-sufisme dianggap mampu membangun kesadaran spiritual, agar lebih peduli terhadap ciptaan Allah SWT., khususnya lingkungan. Selain itu penelitian ini memberikan hasil bahwa pendekatan eko-sufisme mampu memunculkan kembali hakikat manusia yaitu khalifah fil ardl (wakil Allah di bumi) yang bertugas untuk memelihara dan menjaga alam agar tetap lestari.References
Amin, M. L. (2017) ‘Eko-Sufisme Islam Aboge Masjid Saka Tunggal Cikakak Banyumas’, Jurnal Penelitian, 14(2). doi: 10.28918/jupe.v14i2.1212.
Bagir, H. (2017) Epistemologi Tasawuf, Sebuah Pengantar. Bandung: PT. Mizan
Pustaka.
Bertens, K. (2011) Etika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Creswell, J. W. (2013) Research Desaign, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan
Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Handy, T. (2021) wawancara pribadi. Rejotangan.
Hasan, M. I. (2002) Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya.
Jakarta: Ghalia Indonesia.
Irawan, B. (2012) ‘Kearifan Ekologis dalam Perspektif Sufi’, Conference
Proceedings Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS
XII). Available at: digilib.uinsby.ac.id.
Istinah (2015) ‘Upaya Pelestarian Lingkungan dalam Perspektif Hadis’, Riwayah,
(2).
La Kahija, Y. F. (2017) Penelitian Fenomenologis, Jalan Memahami Pengalaman
Hidup. Jogjakarta: Kansius.
Makrus (2021) wawancara pribadi. Rejotangan.
Moleong, L. J. (2012) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Munfarida, I. (2020) ‘Relevansi Nilai-Nilai Tasawuf bagi Pengembangan Etika
Lingkungan Hidup’, Indonesian Journal of Islamic Theology and
Phylosophy, 2(1). Available at:
http://www.ejournal.radenintan.ac.id/index.php/ijitp/article/view/3901.
Rofiq, A. Z. (2019) ‘Penanggulangan Sampah Non Organik (Plastik) dalam
Perspektif Eko-Sufisme’, An-Nahdlah, 6(1).
Sajaroh, W. S. (2014) ‘Wahdat Al-Wujud dan Pelestarian Alam: Kajian Tasawuf
tentang Lingkungan Hidup’, Ilmu Ushuluddin, 2.
Siregar, S. (2000) Sumber Daya Manusia (Konsep Universal Etos Kerja). Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka Utama.
Suhendra, A. (2013) ‘Menelisik Ekologis Dalam Al-Qur’an’, ESENSIA: Jurnal Ilmu-
Ilmu Ushuluddin, 14(1). doi: 10.14421/esensia.v14i1.750.
Supian (2018) ‘Krisis Lingkungan Dalam Perspektif Spiritual Ecology’, Jurnal
Keluarga Sehat Sejahtera, 16(31). doi: 10.24114/jkss.v16i31.10175.
Suwito (2017) ‘Etika Lingkungan dalam Kosmologi Sufistik Menurut Sayyed
Hossein Nasr’, Madania, 21(2).
Wibowo, E. (2021) wawancara pribadi. Rejotangan.
Wiryono (2013) Pengantar Ilmu Lingkungan. Bengkulu: Pertelon Media.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).