Peran Baznas Microfinance Desa (BMD) Bojongrangkas Dalam Pemberdayaan Ekonomi Mustahiq

Authors

  • Detasya Salsabiela UIN Sunan Gunung Djati, Bandung
  • Asep Shodiqin UIN Sunan Gunung Djati, Bandung
  • Herman Herman UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

DOI:

https://doi.org/10.15575/tamkin.v7i4.20394

Keywords:

Baznas, economy mustahiq, microfinance.

Abstract

The problem of poverty is a complex problem in Indonesia and is correlated with economic inequality so that there will be a gap between the rich and the poor. This gap is felt in the vulnerable group of micro business actors so that it is difficult to borrow capital from banks and will lead to moneylenders. This research was conducted to reveal the process, program and results of the Bojongrangkas Village Microfinance Baznas (BMD) program in empowering the mustahiq economy. The use of descriptive research used in this study is expected to be able to produce maximum or adequate data through data collection by observation, interviews, documentation. The data analysis technique was carried out by means of data reduction, data presentation, verification and drawing conclusions through a qualitative approach. The results showed that the Bojongrangkas Village Microfinance Baznas (BMD) program in empowering the mustahiq economy in the form of providing capital financing, coaching in the form of training, mentoring to develop businesses and social spiritual aspects through donations. The implementation process goes through several stages starting from the BMFi implementation stage, namely need assessment, HR recruitment and training, program funds, mentoring and monev. That way the perceived output can grow, develop and have business blessings through a culture of giving towards the welfare of the community.

References

Arnani, M. (2021). Angka Kemiskinan Indonesia Naik, Ini Data Per Provinsi [online] diakses pada 30 Januari 2022. Diambil dari Kompas.com: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/18/110300865/angka-kemiskinan-indonesia-naik-ini-data-per-provinsi?page=all

Badriyah, L. (2018). Pemberdayaan Dana Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Skripsi: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Bashith, A. (2012). Ekonomi Kemasyarakatan. Malang UIN Maliki Press.

Baznas. (2018). Baznas Microfinance Desa Diresmikan di Bogor. [online]. Diakses pada 30 Januari 2022. Diambil dari Medcom.id: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/eN4X9AyN-baznas-microfinance-desa-diresmikan-di-bogor

Chamala, R.S. (1995). Overview of Participative Action Approaches in Australian Land and Water Management. Brisbane: Australian Academic Press

Consuelo, G., Sevilla, J.A., Ochave, T.G., Punsalah, B.P., Regala, G.B., Urierta. (1993). Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: UI Press.

Friedman, J. (1992). Empowerment The Politics of Alternative Development. Blackwell Publishers, Cambridge, USA.

Hadi, A.P. (2015). Konsep Pemberdayaan, Partisipasi dan Kelembagaan dalam Pembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan Masyarakat Agrikarya (PPMA).

Ife, J., Tesoriero, F. (1995). Alternative Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi: Community Development. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kartasasmita, G. (1995). Pembangunan untuk Rakyat Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Jakarta: PT. Pustaka Cidesindo.

Kementrian Sosial. (2020). Pemberdayaan. Lembaga Serifikasi Pekerjasan Sosial.

Khasanah, U. (2010). Manajemen Zakat Modern Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat. Malang: UIN Maliki Press.

Laily, N., Pristiyadi, B. (2013). Teori Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Machfud, A. E. (2022). Wajib Tahu! Ini Ketentuan Umum Usaha Mikro dan Kecil dalam OSS RBA. [online]. Diakses pada 5 Maret 2022. Diambil dari Prolegal.Id: https://prolegal.id/wajib-tahu-ini-ketentuan-umum-usaha-mikro-dan-kecil-dalam-oss

Mardikanto, T. (2014). CSR (Corporate Social Responsibility) (Tanggung jawab Sosial Korporasi). Bandung: Alfabeta.

Nadya, K. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Program Izi To Success. Skripsi: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Najiati, S., Asmana, A., Suryadiputra, I, N. (2005). Pemberdayaan Masyarakat di Lahan Gambut. Bogor: Wetlands International.

Riyansyah, F., Amin, D.E.S., Aziz, R. (2018). Pemberdayaan Home Industry dalam Penigkatan Ekonomi Masyarakat. Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam. Vol.3, Nomor 2, 87-109.

Sapitri, M., Sumpena, D., Herdiana, D. (2017). Strategi pembinaan tersebut merupakan sistem yang berorientasi pada sistem pengelolaan modal usaha. Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam. Vol. 2, Nomor 2, 22-40.

Shodiqin, A. (2012). Reposisi Muballigh:Dari ‘Personal’ Menuju ‘Agent of Change’. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, Vol. 6 No. 2, 363-382.

Soekanto, S. (2001). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Soekanto, S. (2013). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suharto, E. (2005). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, Cetakan Pertama. Bandung: PT Refika Aditama

Suharto, E. (2017). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial & Pekerjaan Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama.

Sumaryadi, I. N. (2005). Perencanaan Pembangunan Daerah Otonom dan Pemberdayaan Masyarakat. In Jurnal Administrasi Publik Mahasiswa Universitas Brawijaya, (Vol. 1, Issue 6).

Sumodiningrat, G. (1999). Pemberdayaan Masyarakat & JPS. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Tari, D. T. (2021). Peran Program Zakat Mart (Zmart) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat. Skripsi: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Toni, H. (2020). Productive Zakat Management through the Zakat Community Development Program in Bengkulu Province. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 14((2)), 317–340.

Widyanto, A.C. (2017). Pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Skripsi: Universitas Muhammadiyah Malang.

Downloads

Published

2023-03-21