Pemberdayaan Masyarakat Melalui Lembaga Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)

Studi Asset Based Community Development di Desa Sundawenang, Kec. Salawu, Kab. Tasikmalaya

Authors

  • Asep Zaelani Mulya Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung , Indonesia
  • Irfan Sanusi Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung , Indonesia
  • Lukluk Atin Marfuah Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/tamkin.v10i4.45783

Abstract

Kesejahteraan sosial dianggap sebagai suatu kondisi di mana kebutuhan material, spiritual, dan sosial dari setiap warga negara terpenuhi, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang layak dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi diri. Kesejahteraan sosial merupakan isu kompleks yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah telah menyediakan berbagai program kesejahteraan sosial, namun umumnya program ini sering kali hanya bersifat konsumtif tanpa adanya upaya untuk memandirikan masyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip, pendekatan serta strategi pemberdayaan masyarakat yang diterapkan lembaga Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kemandirian masyarakat di Desa Sundawenang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Landasan teori mangacu pada teori pemberdayaan masyarakat menurut Hasdiansyah (2023:5), sebuah proses suatu individu, kelompok atau komunitas yang diberikan kesempatan dalam meningkatkan kontrol, partisipasi dan kualitas hidup mereka. Masyarakat didorong untuk aktif terlibat dalam pengambilan keputusan, pengembangan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengatasi masalah mereka sendiri, serta diberikan akses dan kendali atas sumber daya yang mendukung perkembangan ekonomi dan sosial mereka.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode Asset Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada identifikasi dan optimalisasi potensi lokal sebagai dasar dalam proses pemberdayaan. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif yang berfokus pada bagaimana individu/kelompok membangun pemahaman tentang dunia melalui interaksi sosial dan pengalaman pribadi. Kemudian data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKK di Desa Sundawenang menerapkan prinsip pemberdayaan berbasis partisipasi aktif, kemandirian, kesetaraan, dan keberlanjutan. Pendekatan yang digunakan menggabungkan kebijakan desa (top-down) dengan inisiatif masyarakat (bottom-up), sehingga menciptakan dinamika pemberdayaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Strategi pemberdayaan yang diterapkan mencakup pelatihan keterampilan ekonomi, penguatan kapasitas perempuan, edukasi kesehatan, serta peningkatan akses terhadap layanan sosial. Program pemberdayaan ini berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, penguatan kemandirian ekonomi, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam pembangunan desa.

Downloads

Published

2026-03-02

How to Cite

Zaelani Mulya, A., Sanusi, I., & Atin Marfuah, L. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Lembaga Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK): Studi Asset Based Community Development di Desa Sundawenang, Kec. Salawu, Kab. Tasikmalaya . Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 10(4), 443–464. https://doi.org/10.15575/tamkin.v10i4.45783

Citation Check