Revolusi Hijau Merubah Sosial-Ekonomi Masyarakat Petani

Ferdi Gultom, Sugeng Harianto

Abstract


The green revolution is modernization in agriculture. In Indonesia, the green revolution is a government effort to increase economic development and food security. The program implemented since the New Order regime has shifted traditional agriculture to modern agriculture. This makes agriculture no longer based on ecological principles. In the end, the green revolution created dependence that ended in poverty. This article aims to explain the phenomenon of dependency of the farming community in Indonesia. This research uses the literature study research method, where data is obtained through books, journals, news, articles, and other relevant sources. The data were then analyzed and linked to the dependency theory. The results of this study found that the farming community in Indonesia is very dependent on chemical fertilizers. Chemical fertilizers are government-subsidized fertilizers, even though chemical fertilizers can damage the ecosystem. In addition, the scarcity of subsidized fertilizers makes farmers have to buy expensive non-subsidized fertilizers. Therefore, farmers are always in the poor group, thus creating social inequality. In the end, peasants depend on the compassion of their relatives, relatives, peasants, neighbors to survive in the life of the peasants, relatives, fellow farmers, and patrons (landlords and middlemen) just for a day's meal. They often have to give up to make savings, to borrow from rich people or financial institutions such as banks and cooperatives.


Keywords


modernisasi; sosiologi pedesaan; tatanan social; teori ketergantungan; kemiskinan massal

Full Text:

PDF

References


Abdoellah, O. S., & Mulayanto, D. (2019). Isu-Isu Pembangunan: Pengantar Teoritis. Gramedia Pustaka Utama.

Basmar, E., Purba, B., Damanik, D., Banjarnahor, A. R., Sipayung, P. D., Hutabarat, M. L. P., Astuti, A., Hendrawati, E., Lie, D., & Simanjuntak, M. (2021). Ekonomi Bisnis Indonesia. Yayasan Kita Menulis.

BPS. (2020). Persentase Penduduk Miskin Maret 2020 naik menjadi 9,78 persen. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/07/15/1744/persentase-penduduk-miskin-maret-2020-naik-menjadi-9-78-persen.html

Darmalaksana, W. (2020). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Frank, A. G. (1966). The development of underdevelopment. New York.

Hamidi, M. (2021). Petani Banjarnegara Masih Ketergantungan Pupuk SP36, Ini Penyebabnya. Timesindonesia.Co.Id. https://www.timesindonesia.co.id/read/news/344408/petani-banjarnegara-masih-ketergantungan-pupuk-sp36-ini-penyebabnya

Hutauruk, E. H. (2021). Bisakah Petani Tradisional Menjadi Petani Berdasi? Kompasiana.Com. https://www.kompasiana.com/erwinhutauruk/6096ec26d541df67053361d3/bisakah-petani-tradisional-menjadi-petani-berdasi

Jamaludin, A. N. (2015). Sosiologi Perdesaan. Pustaka Setia.

Kartono, D. T., & Nurcholis, H. (2016). Konsep dan Teori Pembangunan. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Kemala, N. I. (2014). Impor Kedelai Transgenik Indonesia Terhadap Amerika Serikat Sebagai Produk Pertanian Ditinjau Dari Teori Ketergantungan.

Mainaki, R. (2020). Scenarios of The Future og Technology and International Development (Penerjemah Revi Mainaki). In Universitas Siliwangi. The Rockefeller Foundation dan Global Business Network.

Martono, N. (2012). Sosiologi Perubahan Sosial, Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Paskolonial. Rajawali Press.

Muharram, S. (2020). Kebijakan “Revolusi Hijau” Paman Birin dalam menjaga kerusakan lingkungan di Provinsi Kalimantan Selatan. JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik), 49–64.

Murdiyanto, E. (2020). Sosiologi perdesaan Pengantar untuk Memahami Masyarakat Desa. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UPN” Veteran ….

Mustari, M., & Rahman, M. T. (2012). Pengantar Metode Penelitian. Laksbang Pressindo.

Nugraha, H. S. (2015). Strategi Bertahan Hidup Petani di Kelurahan Made Surabaya. Komunitas, 4(3), 1–10.

Purnawati, T. (2020). Penggunaan Kartu Tani, Praktik di Lapangan Menimbulkan Banyak Masalah. PikiranRakyat.Com. https://zonapriangan.pikiran-rakyat.com/seputar-priangan/pr-46679191/penggunaan-kartu-tani-praktik-di-lapangan-menimbulkan-banyak-masalah?page=3

Purwandari, H. (2011). Sistem Ekonomi Perkebunan: Persistensi Ketergantungan Negara Dunia Ketiga. Jurnal AGRISEP Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 10(1), 63–79.

Rejeki, S. (2016). Strategi Bertahan Hidup Pada Musim Paceklik (Studi Deskriptif Kehidupan Petani Miskin Di Desa Kaligede Kecamatan Senori Kabupaten Tuban). UIN Sunan Ampel Surabaya.

Restiyanto, D. T., & Yusroni, N. (2006). Kegagalan Pembangunan Ekonomi Indonesia Akibat Terperangkap Kegagalan Pendekatan Teori Ekonomi Pembangunan. AKSES: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 1(2).

Rinardi, H., Masruroh, N. N., Maulany, N. N., & Rochwulaningsih, Y. (2019). Dampak Revolusi Hijau dan Modernisasi Teknologi Pertanian: Studi Kasus Pada Budi Daya Pertanian Bawang Merah di Kabupaten Brebes. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 4(2), 125–136.

Ritung, S. (2015). Sumber daya lahan pertanian Indonesia: luas, penyebaran, dan potensi ketersediaan. Indonesian Agency for Agricultural Research and Development Press.

Saheb, S., Slamet, Y., & Zuber, A. (2018). Peranan Modal Sosial Bagi Petani Miskin Untuk Mempertahankan Kelangsungan Hidup Rumah Tangga Di Pedesaan Ngawi (Studi Kasus Di Desa Randusongo Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur). Jurnal Analisa Sosiologi, 2(1).

Saleh, A. (2020). Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Pedesaan Pasca Revolusi Hijau. Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(1), 71–93.

Scott, J. C. (1981). Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara. Basari H. In Penerjemah. LP3ES. Terjemahan dari: The Moral Economiy of Peasant. Rebelion and Subsistence in Southeast Asia. Jakarta.

Soekanto, S. (2017). Sosiologi Puatu Pengantar (1st ed.). PT PT Raja Grafindo Persada.

Sudarsono, S. (n.d.). Revolusi Hijau pada Perubahan Sosial Komunitas Tani (Studi Alat Produksi di Desa Tebongeano, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara). Walasuji, 10(1), 47–56.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alpabeta.

Triraharjo, M. (2020). Jatah Dibatasi, Petani di Gudo Jombang Sulit Dapatkan Pupuk Subsidi. Radarjombang.Jawapos.Com. https://radarjombang.jawapos.com/read/2020/09/17/214281/jatah-dibatasi-petani-di-gudo-jombang-sulit-dapatkan-pupuk-subsidi

Usman, S. (2015). Esai-Esai Sosiologi Perubahan Sosial (Yogyakarta). Pustaka Pelajar.

Wahyuni, S., & Indraningsih, K. S. (2003). Dinamika program dan kebijakan peningkatan produksi padi.

Yusuf, R. A. (2018). Pengorganisasian kelompok petani organik dalam upaya mengurangi ketergantungan Pupuk Kimia di Desa Rejosari Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Zuldin, M. (2019). Ketimpangan Sebagai Penyebab Konflik: Kajian atas Teori Sosial Kontemporer. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 2(1), 157–183.

Zuriatina, I. (2020). Pengaruh Pembangunan Kebudayaan terhadap Pembangunan Manusia di Indonesia. Temali: Jurnal Pembangunan Sosial, 3(1), 1–17.




DOI: https://doi.org/10.15575/jt.v4i2.12579

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

________________________________________________________________________

E - ISSN : 2615-5028


TEMALI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.>

 

Published by : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Sponsored by : Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI)

 

Flag Counter