PENGARUH PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA DI INDONESIA

Isna Zuriatina

Abstract


The diversity of Indonesian culture is a strong basic capital in development. The government has realized that cultural treasures in Indonesia are valuable assets. Cultural development is one of the government's efforts to improve the welfare and quality of human life in Indonesia. To measure the quality of human life, the Human Development Index (HDI) indicator is used, which explains how the population can access the results of development in obtaining income, health, education, and so on. The Cultural Development Index (CDI) is an instrument used to measure the achievements of cultural development performance, which consists of 7 dimensions, namely dimensions of cultural economy, education, socio-cultural resilience, cultural heritage, cultural expression, cultural literacy, and gender. To find out how much influence the CDI has on HDI in Indonesia, a simple linear regression statistical method is used. The result of this study illustrate that the CDI and HDI have a positive relationship, that is, the higher the CDI achievement, the higher the HDI achievement of a region. From the result of R Square shows that 40 percent of the HDI variable can be explained by the CDI variable, while the rest can be explained by other factors. Through a simple linear regression statistical analysis test found that every one percent increase in the CDI, will increase the HDI by 0.437 percent. This finding is expected to provide recommendations to the government regarding cultural-based national development. All development planning must also consider cultural development.


Keywords


Culture, human development, quality of human life

Full Text:

PDF

References


Alhumami, A. (2018). Kebudayaan Bisa Jadi Modal Penggerak Pembangunan Manusia. Republika. Diakses pada 5 November 2019 melalui

https://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/08/01/pcrw2a335-kebudayaan-bisa-jadi-modal-penggerak-pembangunan-nasional.

Ali, M. (2009). Pendidikan Untuk Pembangunan Nasional: Menuju Bangsa Indonesia Yang Mandiri Dan Berdaya Saing Tinggi. Grasindo.

Anggorowati, P., & Sarmini, S. (2015). Pelaksanaan Gotong-Royong di Era Global (Studi Kasus di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan). Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 1(3), 39-53.

Asbiantari, D. R., Hutagaol, M. P., & Asmara, A. (2018). Pengaruh Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 5(2).

Asmin, F. (2018). Budaya dan Pembangunan Ekonomi: Sebuah Kajian terhadap Artikel Chavoshbashi dan Kawan-Kawan. Jurnal Studi Komunikasi, 2(2).

Baharuddin, B. (2015). Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan. Al-Hikmah, 9(2).

Bahrudin, B., Masrukhi, M., & Atmaja, H. T. (2017). Pergeseran Budaya Lokal Remaja Suku Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Journal of Educational Social Studies, 6(1), 20-28.

BPS. (2018). Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Indonesia 2018. Jakarta: BPS.

BPS. (2019). Indeks Pembangunan Kebudayaan 2018. Jakarta: BPS.

BPS. (2019). Indeks Pembangunan Manusia 2018. Jakarta: BPS.

Effendi, T. N. (2013). Budaya Gotong Royong Masyarakat dalam Perubahan Sosial Saat Ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2(1), 1-17.

Fitriyani, M. W. W., & Rasaili, W. (2016). Keberhasilan Pembangunan Kualitas Hidup Masyarakat Di Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget. Public Corner, 10(2).

Harsasto, P. Pembangunan Berbasis Budaya Sebagai Strategi Pembangunan Kota: Revitalisasi Pasar Gede Di Kota Surakarta. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 9(1), 34-46.

Hennida, C., Felayati, R. A., Wijayanti, S. H., & Perdana, A. R. (2017). Budaya dan Pembangunan Ekonomi di Jepang, Korea Selatan dan China. Global & Strategis, 10(2), 248-263.

Inayatullah (1967). Towards a Non-Western Model of Development. Honolulu: East-West Center Press.

Lowie, R.H. (1937). History of Ethnological Theory. New York: Farrar & Rinehart,inc.

Melina, S. S., & Hum, M. (2016). Peranan Budaya Dalam Pembangunan Manusia Indonesia. Jurnal Ilmiah “Dunia Ilmu” Vol, 2(4).

Miharja, D. (2013). Adat, Budaya dan Agama Lokal Studi Gerakan Ajeg Bali Agama Hindu Bali. Kalam, 7(1), 53-78.

Mirza, D. S. (2012). Pengaruh kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan belanja modal terhadap indeks pembangunan manusia di Jawa Tengah tahun 2006-2009. Economics Development Analysis Journal, 1(2).

Muqorrobin, M. (2017). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 5(3).

Permata, D. (2016). Perlindungan Dan Pengelolaan Budaya Lokal Di Kota Yogyakarta. Kajian Hukum, 1(1).

Rakhmawati, M., Susongko, P., & Rohman, M. S. (2019). Pengaruh Indeks Sosial Ekonomi Budaya (ESCS) dan Dukungan Guru terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Indonesia Berdasarkan Survey PISA Tahun 2015. JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti), 3(1), 11-23.

RI. (2017). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Rolitia, M., Achdiani, Y., & Eridiana, W. (2016). Nilai Gotong Royong Untuk Memperkuat Solidaritas Dalam Kehidupan Masyarakat Kampung Naga. SOSIETAS, 6(1).

Rosmeli, S. E., & Nurhayani, S. E. (2014). Studi Komperatif Ketimpangan Wilayah Antara Kawasan Barat Indonesia dan Kawasan Timur Indonesia. Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan, 3(1).

Soeroso, A., & Susuilo, Y. S. (2008). Strategi konservasi kebudayaan lokal Yogyakarta. Jurnal Manajemen Teori dan Terapan| Journal of Theory and Applied Management, 1(2).

Sugiyono, P. (2011). Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alpabeta, Bandung.

Suharto, A. M. (2009). Customer Service dalam Bisnis Jasa Transportasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Suwardani, N. P. (2015). Pewarisan nilai-nilai kearifan lokal untuk memproteksi masyarakat Bali dari dampak negatif globalisasi. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 5(2).

UNDP. (1990). Human Development Index 1990. New York: Oxford University Press.

Wahyuni. (2016). Perubahan Sistem Nilai dan Budaya dalam Pembangunan. Makassar: UIN Alauddin Makassar.

Yunus, R. (2013). Transformasi nilai-nilai budaya lokal sebagai upaya pembangunan karakter bangsa. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1), 67-79.




DOI: https://doi.org/10.15575/jt.v3i1.6364

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

________________________________________________________________________

E - ISSN : 2615-5028


TEMALI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.>

 

Published by : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Sponsored by : Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI)

 

Flag Counter