Harmonizing the Community: An Intellectual Role of Ulama in Modern Indonesia

Moeflich Hart Hasbullah

Abstract


Artikel ini menganalisis peran intelektual ulama sebagai perantara budaya dalam masyarakat dari beberapa tahap dalam sejarah Indonesia. Bab-bab terpenting dalam sejarah Indonesia secara umum dapat dibagi menjadi lima periode: Pertama, periode masuknya Islam dan perkembangan awal islamisasi. Kedua, masa penjajahan. Ketiga, era era modern, yaitu munculnya gerakan modern dalam Islam di awal abad ke-20. Keempat, periode kemerdekaan revolusioner, dan kelima, periode pasca-kemerdekaan. Artikel sosio-historis ini melihat bahwa ulama di setiap periode ini adalah aktor utama sejarah dan menentukan arah perkembangan bangsa Indonesia. Khusus untuk bagian 'pembangunan komunitas' dalam penelitian ini, kasus peran seorang ulama yang merupakan kepala desa di Rancapanggung, Cililin, Bandung Barat pada 1930-an.


Keywords


The role of leaders; social harmony; the Islamization of Indonesia

Full Text:

PDF

References


Geertz, C. (1960). The Javanese Kijaji: The changing role of a cultural broker. Comparative Studies in society and history, 2(2), 228-249.

Hamka IV, S. U. I. (1981). Jakarta: Bulan Bintang.

Hasbullah, M. (2003). Asia Tenggara Konsentrasi Baru Kebangkitan Islam. Bandung: Fokusmedia.

Kartodirdjo, S. Marwati Djoened Poesponegoro, dan Nugroho Notosusanto. (1993). Sejarah Nasional Indonesia Jilid, 6. Jakarta: Balai Pustaka.

Kipping, M., Wadhwani, R. D., & Bucheli, M. (2014). Analyzing and interpreting historical sources: A basic methodology. In Kipping, M., Wadhwani, R. D., & Bucheli, M. (eds) Organizations in time: History, theory, methods. Oxford: Oxford University Press.

Noer, Deliar. (1985). Modern Islamic Movement in Indonesia, 1900-1942, Jakarta: LP3ES.

Rahman, M. T. (2016). Islam As An Ideal Modern Social System: A Study of Ali Shariati’s Thought. JISPO: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(1), 42-51.

Rahman, T. (2013). 'Indianization'of Indonesia in an Historical Sketch. International Journal of Nusantara Islam, 1(2), 56-64.

Reid, A. (1988). Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450-1680: The lands below the winds (Vol. 1). Yale University Press.

Rosidi, A. (2000). Ensiklopedi Sunda: Alam, manusia, dan budaya, termasuk budaya Cirebon dan Betawi. Pustaka Jaya.

Snyder, T. (2010). Bloodlands: Europe between Stalin and Hitler. London: The Bodley Head.

Steenbrink, Karel. (1995). Kawan dalam Pertikaian; Kaum Kolonial Belanda dan Islam di In (1596-1942), Mizan Bandung.




DOI: https://doi.org/10.15575/jt.v3i1.7733

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

________________________________________________________________________

E - ISSN : 2615-5028


TEMALI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.>

 

Published by : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Sponsored by : Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI)

 

Flag Counter