TAFSIR TARBAWĪ

Badruzzaman M. Yunus

Abstract


Tafsir  pendidikan  atau  tafsīr  tarbawī  lahir  untuk  memenuhi  kebutuhan  akademik  dalam  rangka  pengayaan kurikulum lokal atau kurikulum Nasional di PTAI, dengan harapan bahwa jurusan tarbiyah diharapkan mampu mempersiapkan calon pendidik dalam wilayah pendidikan Islam. Oleh karena itu, agar pendidikan Islam mampu mewarnai profesi yang disandang oleh pendidik secara professional, yaitu menuju pendidikan Islami yang mampu mengembalikan paradigma pendidikan kepada sumber dasar ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis, maka lahirlah disiplin tafsir sebagai alternatif kajian yang mempunyai relasi dengan pendidikan yang kemudian disebut. Namun persoalan yang kemudian timbul adalah apakah ini dianggap sebagai disiplin ilmu secara mandiri atau hanya merupakan sebuah metode pendekatan atau lebih spesifik lagi merupakan corak atau model penafsiran yang dikondisikan dengan kebutuhan.Tafsir pendidikan belum mempunyai perangkat, metode dan pendekatan yang proporsional, sebagaimana layaknya sebuah disiplin ilmu tafsir. Istilah tafsir pendidikan baru sebagai wacana dan manifestasi ijtihad para akademisi yang peduli dengan pendidikan Islam untuk memenuhi kebutuhan akademik dalam rangka penyempurnaan kurikulum pada perguruan Tinggi. Maka agak sulit rasanya jika memposisikan tafsir pendidikan sebagai bagian dari kajian tafsir yang sudah dianggap mapan, apalagi jika dibandingkan dengan tafsir- tafsir lain seperti tafsīr  ahkām dan lain-lain.


Keywords


Tafsīr Tarbawī; pendidikan; kurikulum; akademik; pendekatan; metode.

Full Text:

PDF

References


Al-Ashfahānī, al-Raghīb.Mu’jam Mufradāt Alfradat Alfazdal-Qur’ān. Beirut: Dar al- Fikr, t.t..

Al-Munawar, Said Agil.Alquran Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki. Jakarta: Ciputat Press, 2003.

Al-Qaththān, Mannā’.Mabhis fī‘Ulūmul al- Qur’ān. Kairo: Maktabah Wahbah, 2004.

Bukhārī,Imām.Shahīh al-Bukhārī, Juz I. Beirut: Dār al-Kutub al-’Ilmiyah, 1992.

Buseri, Kamrani. Reinventing Pendidikan Islam:Mengagas kembali pendidikan Islam yang lebih baik. Banjarmasin: Antasari Press, 2010.

Jalāl, Abdul Fattāh.Min al-Ushūl al- Tarbawiyyah fī al-Islām, diterjemahkan oleh Herry Noer Ali dengan judul Asas- Asas Pendidikan Islam.Cet.1. Bandung: CV.Dipenogoro, 1988.

Ma’luf,Louis.Al-Munjid fī al-Lughah wa al- ‘Alām. Cet. XXVII. Beirut: Dār al- Masyriq, 1984.

Majid, Nurkholis. Islam Doktrin dan Peradaban: sebuah telaah kritis tentang masalah keimanan, kemanusiaan dan

Tafsir Al-Ayat Al-Tarbawiy. Jakarta: PT Rajagrafindo Persado, 2010.

Al-Qāsimí,Muhammad Jamāluddīn. Tafsīr Mahāsin al-Ta’wīl.Cet. II. Beirut: Dār al- Fikr, 1978.

Qutub,Sayyid.Tafsīr FīDhilāl al-Qur'ān. Jilid IV. Juz. XV. Cet. XVII.Al-Qāhirah: Dār al- Syurq, 1992.

Al-Rāzi,Imām Fakhruddīn.Tafsīr al-Kabīr, Jilid X. Juz XX. Cet. I. Beirut: Dār al- Kutub al-’Ilmiyah, 1990.

Al-Shiddiqy, Teungku Muhammad Hasbi, dkk.Sejarah dan Pengantar Ilmu Alquran Dan Tafsir. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putera, 1999.

Shihab, M. Quraish.Membumikan Alquran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat.Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2009.

Tim Penyusun.Ensiklopedia Alquran: Kajian Kosa Kata.Ed. Sahabuddin. Jakarta: Lentera Hati, 2007.

Zayd,Nashr Hamid Abu.MetodeTafsir Kesasteraan atas al-Qur’an.Yogyakarta: Bina Media, 2005.




DOI: https://doi.org/10.15575/al-bayan.v1i1.1670

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Al-Bayan Visitors

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.