PENAFSIRAN SAYYID QUTHB TENTANG AYAT-AYAT ISHLĀH (STUDI TAFSIR FĪ ZHILĀL ALQURAN)

Wulandari Wulandari, Usep Dedi Rostandi, Engkos Kosasih

Abstract


Perdamaian (Islāh) memiliki dimensi personal atau internal sekaligus dimensi sosial. Individu dihimbau untuk menegakkan perdamaian dengan dirinya, hasratnya, aspirasinya dan nuraninya. Ia juga dihimbau untuk melakukan perdamaian dengan apa yang ada di sekelilingnya, dimulai dengan anggota keluarganya, tetangganya, komunitas sosial dan negaranya. Kebutuhan akan keamanan, kedamaian, dan ketentraman adalah kebutuhan manusia yang asasi, oleh karena itu pengupayaan kepada nilai tersebut merupakan kebajikan yang sangat dimuliakan. Maka dalam hal ini, agama berfungsi mendukung proses rekonsiliasi atau perdamaian dan memupuk kesatuan manusia dimana saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Sayyid Quthb terhadap ayat-ayat Islāh dalam tafsir Fī Zhilāl Alquran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif . Metode ini dilaksankan dengan menggunakan teknik Content Analisys (analisis isi) yaitu dengan cara menganalisis makna yang termuat dalam berbagai sumber baik primer maupun sekunder.  Hasil penilitian ini menyimpulkan bahwa Islāh menurut Sayyid Quthb dalam tafsir Fī Zhilāl Alquran adalah dapat mewujudkan kalimatullah sebagai kenyataan di muka bumi, antara lain; keadilan, kemerdekaan, dan keamanan bagi seluruh umat manusia baik individu ataupun masyarakat. Bukan hanya sekedar untuk mencegah terjadinya peperangan dengan segala resikonya, tetapi mencegah kelaliman serta kerusakan di muka bumi. Karena itu, Islam memulai upaya perdamaian atau perbaikan (Islāh)  pertama-tama ada di dalam perasaan setiap individu, kemudian meluas ke seluruh anggota keluarga lalu ke masyarakat.


Keywords


Perdamaian; tafsir Fī Zhilāl Alquran; Islāh.

Article metrics

Abstract views : 343 | PDF views : 86


DOI: https://doi.org/10.1557/al-bayan.v2i1.1811

Full Text:

PDF

References


Hidayat, Nuim. Biografi dan kejernihan Pemikirannya. Jakarta: Gema Insani Press, 2005.

Munawwir, Ahmad Warson. Kamus Arab-Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Progresif, 1997.

Qattan, Manna Khalil. Studi Ilmu-ilmu Qur’an. Bogor: Pustaka Litera AntarNusa. ,2013.

Quthb, Sayyid. Keadilan Sosial dalam Islam. Cet. I. Bandung: Pustaka, 1984.

___________Tafsir Fiī Zhilāl Alquran di Bawah Naungan Alquran: Diterjemahkan oleh As’ad Yasin. Cet. 1. Jilid 7. Jakarta: Gema Insani Press, 2002.

Rohim, Nandang Abdul. Islāh dalam Alquran. UIN Bandung, 2009.

Rohmat, Asep. Teknik Taswir Sayyid Quthb dan Penerapannya pada Ayat-Ayat Sedekan dalam Tafsir FīZhilāl Alquran. Bandung:t.p, 2012.

Shihab, M. Quraish.Membumikan Alquran:Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan, 1994.

Shihab, Umar.Kontekstualitas Alquran. Cet. III. Jakarta: Penamadani, 2005.

Tim Akhlak, Etika Islam: Dari Kesalehan Individual menuju Kesalehan Sosial. Cet. I. Jakarta: Al-Huda, 2003.

Yunus, Badruzzaman M. Eni Zulaiha. Metodologi Tafsir Klasik. UIN Sunan Gunung Djati Bandung:t.p ,t.t.

Mujib, Muhaimin & Abdul, Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Trigenda Karya, 1998.

Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Cet.9. Jakarta: Kalam Mulia Group, 2012.

Shihab, Quraish. Membumikan Al-Quran “Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat”. Bandung, Mizan Pustaka, 2013.

Zubaedi, "Desain Pendidikan Karakter", Cet.2. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Al-Bayan Visitors

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.