RESEPSI ALQURAN DALAM TRADISI PESANTREN DI INDONESIA (STUDI KAJIAN NAGHAM ALQURAN DI PONDOK PESANTREN TARBITAYUL QURAN NGADILUWEH KEDIRI)

Aina Mas Rurin

Abstract


Nagam berarti bunyi kalimat dan keindahan suara ketika membacaAlquran, dalam perkembangan Islam pembacaan ayat suci Alquran dan penerimaan lantunan ayat suci Alquran, merupakan bagian yang tidak  tepisahkan dalam tradisi pesantren di Indonesia,khususnya di Jawa, karena perkembangan nagam  di pesantren Jawa satu sama lain saling berhubungan, salah satu tradisi pesantren dalam pembacaan ayat suci Alquran yaitu dengan nagam Mujawaad,  salah satu pesantren yang konsen dalam  transmisi nagam Alquran yaitu pesantren Tarbitayul Quran  Ngadilewuh Kediri dengan bentuk pengajaran klasik. Tujuan dari peneltian ini ialah mengetahui proses bagaimana proses transformasi penerimaan nagham di pesantren Trabitayul Quran. Metode yang digunakan ialah deskriptif-experimental dengan melakukan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini ialah. pembacaan Alquran dengan nagam  sebagaimana yang ada di PP. Tarbiyatul Qur’a>n menunjukkan bahwa Alquran yang dibaca oleh Qari’dipengaruhi unsur internal dan eksternal, unsur ekternal meliputi quranic competition  dan pubic relation, sedangkan unsur internal yakni spiritual aesthetic meliputi puasa Dawud, do’a ‘Ain Alquran , Mahabah Asma Nabi Yusuf dan Adam As, puasa 7 hari nyuprih suara Nabi Dawud As. Hal-hal demikian dilakukan sebagaimana bentuk usaha memperindah bacaan Alquran baik secara kapasitas diri maupun kaitanya dengan pengaruh orang yang mendengarkanya.

 


Keywords


Lisan; Penerimaan Estetis; nagam al-Qur'a> n; Pembacaan Mujawwad.

References


Abi Husain Ahmad Faris. Mu’jam Maqa̅yis Al-Lugah. Dar al-Fikr, kairo.

Abul Haris Akbar. Musikalitas Al-Qur’a>n, n.d.

Ahmad Baidowi. Resepsi Estetis Terhadap Al-Qur’an. Vol. 8. 1. Esensia, 2007.

Ahmad Rafiq, and Syahiron Syamsyudin. Sejarah Al-Qur’an: Dari Pewahyuan Dan Resepsi (Sebuah Pencarian Awal Metodologis) Islam Tradisi Dan Peradaban. Yogyakarta: SUKA-Press, 2012.

Ahmad Syahid. Sejarah Dan Pengantar Ilmu Nagham, n.d.

———. Sejarah Dan Pengantar Ilmu Nagham Dalam Muhamaimin Zen Dan Akhmad Mustafid (Ed.). Bunga Rampai Mutiara Al-Qur’an Pembinaan Qari’ Qari’ah Dan Hafidz Dan Hafidzah. Jak-sel: PP. Jami’iyyatul Qura’ wal Huffadz, 2006.

Alan Jones, and Jane Dammen Mc Auliffe. Orality and Writing in Arabia Encyclopedia Of The Quran. Vol. 3. Leiden koln: Brill, 2001.

Almifda. “Wawancara Santri Mukim,” September 4, 2017.

Anna K. Rasmussen. The Qur’a>n in Indonesia Daily Life: The Public of Musical Oratory. Vol. 45. 1. Winter: Ethnomusicology, 2001.

———. Women the Recited Qur’an, and Islamic Music in Indonesia, …..100-101., n.d.

Anna M.Gade. Perfection Make Practice: Learning, Emotion and Recited Qur’an in Indonesia. Honolulu: University of Hawai Press, 2004.

Anne K. Rasmussen. Woman, the Recited Qur’an, and Islamic Music in Indonesia. USA: University of California Press, 2010.

“Berdasarkan Hasil Observasi,” June 16, 2016.

Dewi Masyitoh, putra bungsu KH>. Yusuf Rahmat Dawud. “Wawancara.” Kediri, April 3, 2017.

Farid Esack. The Qur’an: A Short Introduction. London: Oneworld Publication, 2002.

Frederick Matheson Deny. “Quran Recitation: A Traditional of Oral Performance and Transmission.” Jurnal Oral Tradition 4, no. 1–2 (1989).

———. Quran Recitation: A Traditional of Oral Performance and Transmission,13-14., n.d.

Habib Hasan Toma. The Music of Arab. Amdeus Press, 2003.

Habib Hasssan Touma. “The Maqam Phenomenon: An Improvisation Technique in Yhe Music of The Middle East.” University of Illion Press and Society of Ethnomusicology 15, no. 1 (January 1971).

Heddy Shri Ahimsa-Putra. “Fenomenologi Agama: Pendekatan Fenomenologi Untuk Memahami Agama.” Jurnal Walisongo 20, no. 2 (November 2012).

Ibn Mandzur. Lisan Al-‘Arab. Daar al-Ma’arif, 1989.

Ibnu Manzur Jamal ad-Din M. bin Mukarram al-Ansary. Lisan Al-Arab Juz 19. Dar Ihya’ at-Turas al-Arabiyy, 630.

Ingrid Mattson. Ulumul Qur’an Zaman Kita: Pengantar Untuk Memahami Konteks, Kisah, Dan Sejarah Al-Qur’an. Jakarta: Penerbit Zaman, 2013.

Isma’il R. al-Faruqi, and Lois Lamya al-Faruqi. Atlas Budaya Islam : Menjelajah Khazanah Peradaban Gemilan. Translated by Ilyas Hasan. Bandung: Mizan, 2001.

Ita Purnama Putri KH. Yusuf Dawud. “Wawancara,” February 11, 2018.

Jane DAmmen Mc Auliffe. Qur’an In Everyday Life, Encyclopedia Of Qur’an. Vol. 2, n.d.

KASYAF (Khazanah Santri Salaf). Trilogi Musik: Nuansa Musik Dalam Konstruksi Fikih Tradisi Tasawuf Dan Relevansi Dakwah. Kediri: Lirboyo Press, 2017.

Khalil al-Qattan. Mabahits Fi Ulum Al-Qur’an. Riyadh: Mansyurat al-Asr al-Hadits, t.t, n.d.

Kristina Nelson. “Reciter and Listener: Some Factors Shaping The Mujawwad Style of Quranic Reciting.” Ethnomusicology, University of Illion Press and Society of Ethnomusicology 26, no. 1 (January 1982): 41–47.

———. The Art of Reciting The Qur’an. New York: University of Texas Press, 2001.

———. The Art Of Reciting The Qur’an. New York: The America University Press, 2001.

Labib as-Said. Al-Jam’u as-Sauti Al-Awwal Li Al-Qur’an Al-Karim, n.d.

M. Nur Kholis Setiawan. Al-Qur’a>n Kitab Sastra Terbesar, n.d.

M. Yaser Arafat. “‘Tarekat Tilawatiyah: Melantunkan Al-Qur’an, Memakrifati Diri, Melakonkan Islam’, Tesis Program Magister Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya Yogyakarta, 2013, 21.” Universitas Gajah Yogyakarta, n.d.

Mahmoud Ayoub. “The Qur’an in Muslim Life and Practice,” Mei 2018. https://iis.ac.uk/quran-muslim-life-and-practice.

———. The Qur’an Recited. Vol. 27. 2. Middle East Studies Association Bulletin, 1993.

Mbak Yeyen. “Wawancara Salah Satu Santri Mukim Bulan Ramadlan,” n.d.

Muhamma Fuad Abul Ba>qi. Al-Mu’jam Al Mufaharas Li Alfa>z Al-Qur’a>n. Beirut: a>r al-Fikr, 1981.

Muhammad Barir. Tradisi Al-Qur`an Di Pesisir: Jaringan Kiai Dalam Transmisi Tradisi Al-Qur`an Di Generasi Islam Tanah Jawa. Yogyakarta: Nurmahera, 2017.

Muhammad Yasser Arafat. Berta’aruf Dengan Tilawah Langgam Jawa, Makalah Diskusi Public “ Polemik Tilawah Al-Qur’an Langgam Jawa” Di IAIN Purwokerto, Jawa Tengah Pada Tanggal 21 Februari 2017., n.d.

———. “Polemik Tilawah Al-Qur’an Langgam Jawadi , Pada Tanggal .” IAIN Purwokerto, 2017.

———. “Tarekat Tilawatiyah: Melantunkan Al-Qur’an, Memakrifati Diri, Melakonkan.” program Magister Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada, 2013.

Muhsin Salim. Ilmu Nagham Al-Qur’an Dan Belajar Membaca Al-Qur’an Dengan Lagu (Metode SBA TEOTIK). Jakarta: PT. Kebayoran Widya Ripta, 2004.

Nisaul. “Wawancara Dengan Santri Mukim,” September 4, 2017.

Nur Kholis Setiawan. Al-Qur’a>n Kitab Sastra Terbesar. Yogyakarta: elSAQ Press, 2009.

Philip K. Hitti. Sejarah Ringkas Dunia Arab. Translated by Ushuludin Hutagalung &O.D.P Sihombing. Yogyakarta: Pustaka Iqra, 2001.

Syahiron Syamsyudin. Islam Tradisi Dan Peradaban. Yogyakarta: SUKA-Press, 2012.

Ust. Bastomi. “Wawancara,” September 9, 2017.

Wilfred Cantwell Smith. Kitab Suci Agama-Agama. Translated by Dedi Iswadi. Vol. II. Bandung: Teraju, 2005.

William A. Graham. Beyond The Written Wordm Oral Aspects of Scricture In The History of Religion. Cambridge, 1987.




DOI: https://doi.org/10.15575/al-bayan.v3i2.3202

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Aina Mas Rurin

Al-Bayan Visitors

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.