Pengaruh Kombinasi Aplikasi Jamur Paecilomyces fumosoroseus, Lem Perangkap, dan Insektisida Imidakloprid terhadap Empoasca sp.

Fani Fauziah, Odih Sucherman

Abstract


Untuk memperoleh cara pengendalian yang efektif dan efisien sesuai dengan konsep Pengendalian Hama Terpadu telah dilakukan penelitian efektivitas berbagai kombinasi perlakuan terhadap Empoasca sp. pada tanaman teh. Pengujian dilakukan di Kebun Percobaan Gambung (1.250 mdpl) dan dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi:  A. Paecilomyces fumosoroseus (Pfr); B. Lem perangkap (LP); C. Imidakloprid (I); D. Pfr + LP; E. Pfr + Ir; F. LP + Ir; G. Pfr + LP + Ir; dan H. kontrol. Pfr diperbanyak pada medium beras dengan dosis aplikasi 2,5 kg ha-1 dan imidakloprid 0,125 L ha-1 diaplikasikan dengan cara disemprotkan, sedangkan lem perangkap dipasang di tengah-tengah plot berukuran 5 m x 5 m. Parameter pengamatan terdiri dari intensitas serangan Empoasca sp., populasi Empoasca sp., dan produksi pucuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 3 kali aplikasi semua perlakuan menunjukkan penurunan intensitas serangan Empoasca sp. Setelah aplikasi keempat, perlakuan kombinasi LP + Ir secara konsisten menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Pada pengamatan keenam, rata-rata intensitas serangan Empoasca sp. pada perlakuan kombinasi LP + Ir sebesar 15,95% dengan rata-rata populasi 0,67 ekor per plot. Sementara itu, produksi pucuknya lebih tinggi 33,64% dibandingkan dengan kontrol.

 

In order to obtain an effective and efficient control method in integrated pest management, a research to know the effectiveness of combination treatments on Empoasca sp. on tea plant had been conducted. The trial was carried out at Gambung Experimental Station (1,250 masl) and designed in Randomized Complete Block design (RCB), with 8 treatments and 3 replications. The treatment tested comprised with A. Paecilomyces fumosoroseus (Pfr); B. sticky trap (ST); C. imidacloprid (I); D. Pfr + ST; E. Pfr + I; F. ST + I; G. Pfr + ST + I; and H. control. Pfr multiplied in rice medium 2.5 kg ha-1 and imidacloprid 0.125 L ha-1 were sprayed, while sticky trap was set in the middle of 5 m x 5 m plot. The parameters observed were attack intensity of Empoasca sp., population of Empoasca sp, and tea shoot production. The results showed that after 3 times application of all treatments revealed a decrease in the attack intensity of Empoasca sp. After the fourth application, combination treatment of sticky trap (ST) + imidacloprid (I) consistently showed higher efficacy than other treatments. In the sixth observation, the average of Empoasca sp. attack intensity of combination treatment (ST + I) was 15.95% with an average population of 0.67 Empoasca sp. per plot. In the meantime, tea shoot production was 33.64% higher compared with control.


Keywords


Empoasca sp.; imidakloprid; lem perangkap; pengendalian hama terpadu; teh; imidacloprid; integrated pest management; sticky trap; tea

Article metrics

Abstract views : 49 | PDF views : 25


DOI: https://doi.org/10.15575/1229

Full Text:

PDF

References


Dharmadi, A. 1999. Empoasca sp., Hama Baru di Perkebunan Teh Indonesia. Prosiding Pertemuan Teknis Teh Nasional. Pusat Penelitian Teh dan Kina.

Fauziah, F. dan Rohdiana, D. 2016. Kompatibilitas jamur entomopatogenik Paecilomyces fumosoroseus dengan beberapa bahan aktif pestisida secara in vitro. Jurnal Agro UIN, III (2) : 1-7.

Gencsoylu, I. 2007. Evaluation of Yellow Sticky Traps on Populations of Some Cotton Pest. American-Eurasian J. Agric. & Environ. Sci.,2(1): 62-67. [20 Mei 2014]

Oka, I.N. 1997. “Pengendalian hama terpadu adalah kebijakan negara dalam menaggulangi masalah hama tanaman”. Apresiasi proyek penelitian dan pengembangan tanaman perkebunan dan bagpro penelitian PHT tanaman perkebunan. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian. Bogor 15-16 Mei.

Sucherman, O. 2011. Efektivitas pengen-dalian biopestisida lem perangkap kuning terhadap hama utama Empoasca pada tanaman teh. Jurnal Penelitian Teh dan Kina. Vol. 14 (1). 22 - 31.

Sucherman, O. dan W. Widayat. 2001. Konsep organisasi dan cara monitoring serangan Empoasca sp. dan Helopelthis antonii pada budidaya teh organik. Prosiding seminar budidaya teh organik.

Sunarno. 2012. Pengendalian hayati (Biological Control) sebagai salah satu komponen pengendalian hama terpadu (PHT). Jurnal UNIERA. Edisi I, Volume 2, Agustus 2012.

Untung, K. 1987. Masalah Resurgensi Hama Setelah Penggunaan Pestisida. Simposium Pestisida Pertanian. Fakultas pertanian UGM, Yogyakarta. 15p.

Untung, K. 2006. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Gajah Mada University Press. Yoyakarta.

Widayat, W. 2008. Pengaruh penggunaan mulsa terhadap fluktuasi populasi dan intensitas serangan Empoasca sp. Jurnal penelitian teh dan kina, 2008, 11 (3) : 45-57.

Widayat, W dan D.J. Rayati. 1993. Pengaruh Frekuensi Penyemprotan Jamur Entomopatogenik Terhadap Ulat Jengkal (Ectropis bhurmitra) di Perkebunan Teh. Prosiding Simposium Patologi Serangga I, Yogyakarta, 12-13 Oktober 1993. 13p.

Widayat, W dan D.J. Rayati, dan M. Martosupono. 1996. Penggunaan Jamur Paecilomyces fumoso roseus (Pfr) Sebagai Teknologi Alternatif Pengendalian Hama Non-kimiawi Pada Tanaman Teh. Prosiding Seminar Sehari Alternatif Pengendalian Hama Teh Secara Hayati. Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons Licence

Jurnal Agro (J. Agro: ISSN 2407-7993) by http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ja/index is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 


real
time web analytics View My Stats