Respon Allelopati Gulma Ageratum conyzoides dan Borreria alata terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Kedelai (Glycine max)

Abdul Karim Kilkoda

Abstract


 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh eksudat akar gulma Ageratum conyzoides dan Borerriaalatayang didalamnya terkandung alelopati tanin dan fenol terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas kedelai berdasarkan ukuran benih kedelai. Percobaan dilaksanakan di Rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, JatinangorKabupaten Sumedang, Jawa Baratpada bulan September 2014.  Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap factorial. Faktor pertama adalah ekstrak kasar gulma, yaitu; EG0 = ekstrak gulma 0 g/100 ml(kontrol), EG1 = ekstrak gulma (Ageratum + Borreria)100 (g/v), EG2 = ekstrakgulma (Ageratum + Borreria)200 (g/v), EG3 = ekstrak gulma (Ageratum + Borreria) 300 (g/v), faktor kedua yaitu ukuran bobot dan jenis kedelai; K1 = varietas Gepak Kuning  (bobot 100 biji : 6,82 gram) ukuran bobot kecil, K2 = varietas Gema(bobot 100 biji : 12 gram) ukuran bobot sedang, K3 = varietas Grobogan  (bobot 100 biji : 17,8 gram) ukuran bobot besar. Tidak terdapat interaksi antara ekstrak kasar gulma dengan ukuran bobot dan jenis kedelai terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil yang diamati. Terdapat pengaruh mandiri antar sesama varietas kedelai hampir pada semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, kecuali parameter luas daun, dengan nilai tertinggi dihasilkan oleh varietas Groboganyang memiliki ukuran biji besar. Terdapat pengaruh mandiri dari ekstrak kasar gulma Ageratum conyzoides dan Borerriaalata pada semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.



This study aimed to examine the effect of root exudates of weeds Ageratum conyzoides and Borerria alata therein containing tannins and phenols as allelopathy on growth and yield of three soybean varieties with concern to size of the seed. The experiment was conducted in greenhouse of Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor Sumedang, West Java in September 2014. The study was set in completely randomized design factorial. First factor was the weed crude extract, namely; EG0 = weed extract 0 g / 100 ml (control), EG1 = weed extract (A. conyzoides  + B. alata) 100 (g / v), EG2 = weed extract (A. conyzoides  + B. alata) 200 (g / v), EG3 = weed extract (A. conyzoides  + B. alata) 300 (g / v). Second factor was and type of soybean; K1 = variety Gepak Kuning (weight of 100 seeds: 6.82 gram) weight size small, K2 = variety Gema (weight of 100 seeds: 12 gram) weight size medium, K3 = variety Grobogan (weight of 100 seeds: 17.8 gram) weight size big. There was no interaction between weed crude extract and soybean type. Meanwhile, there was independent effect among varieties tested for almost all parameters observed, except for leaf width. There was also independent effect from crude extract of Ageratum conyzoides and Borerria alata on all growth and yield parameters of soybean.

RESPON ALLELOPATI GULMA Ageratum conyzoides DAN Borreria alata TERHADAPPERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max)

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List

Keywords


Alelopati; Gulma; Kedelai

Full Text:

PDF

References


Adie, M. M., dan A. Krisnawati. 2007. Biologi tanaman kedelai. Dalam: Sumarno. 2005. Strategi pengembangan kedelai di lahan masam.: Prosiding Lokakarya Pengembangan Kedelai di Lahan Sub Optimal. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian : Malang. pp. 3 7-45

Adisarwanto dan Wudianto Rini, 2006. Meningkatkan Hasil Panen Kedelai di Lahan Sawah-Kering Pasang Surut. Penebar Swadaya, Jakarta. 86 hal.

Afrizal. 2005. Pergeseran Gulma Dan Hasil Kedelai Pada Pengolahan Tanah Dan Teknik Pengendalian Gulma Yang Berbeda. Jurnal Akta Agrosia Vol.8 No. 2 11-18

Baziramakenga R, Leroux GD, Simard RR, Nadeau P. 1997. Allelopathic effects of phenolic acids on nucleic acid and protein levels in soybean seedlings. Canadian Journal Bot 75:445-450.

BPS (Badan Pusat Statistik), 2013. Volume impor kedelai turun 20% diakses 10 April 2014 http://www.detikfinance.com

Baziramakenga R, Leroux GD, Simard RR, Nadeau P. 1997. Allelopathic effects of phenolic acids on nucleic acid and protein levels in soybean seedlings. Canadian Journal Bot 75:445-450.

BPS (Badan Pusat Statistik), 2013. Volume impor kedelai turun 20% diakses 10 April 2014 http://www.detikfinance.com

Damanik Andriany F, Rosmayati, dan Hasmawi Hasyim. 2013. Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Terhadap Pemberian Mikoriza dan Penggunaan Ukuran Biji Pada Tanah Salin. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.2,

Departemen Pertanian RI. 2011. Inspektorat Jendral Pertanian Tanaman Pangan. Kedelai. Direktorat Bina Penyuluhan Tanaman Pangan XIV/ XIX/ 2001.

Einhellig, F.A. 1995. Mechanisme of Action of Allelochemical in Allelopathy in Inderjit, K.M.M. Dakshini, Einhellig, F.A. (Eds). Allelopathy. Organism, Processes and Aplication. Washington DC. American Chemichal Society. 96-116

Hasanuddin, Gina Erida, Safmaneli. 2012. Pengaruh Persaingan Gulma Synedrella nodiflora L. Gaertn. Pada Berbagai Densitas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai. Jurnal Agrista vol 16.(2) 146-150

Inawati, L. 2000. Pengaruh Jenis Gulma terhadap Pertumbuhan, Pembentukan Bintil Akar dan Produksi Kedelai. Jurnal BDP Fakultas Pertanian IPB, Bogor. 34p.

Inderjit, Keating KI. 1999. Allelopathy: principles, procedures, processes, and promises for biological control. Di dalam: Sparks DL (ed). Adv Agron Vol 67. San Diego: Acad Pr. hlm 141-231.

Madkar, O.R., T. Kuntohartono, S. Mangoensoekardjo. 1986. Masalah Gulma dan Pengendalian. Himpunan Ilmu Gulma Indonesia. Bogor.

Purwanto dan Agustono. T. 2010. Kajian Fisiologi Tanaman Kedelai Pada Kondisi Cekaman Kekeringan dan Berbagai Kepadatan Gulma Teki. Jurnal Agrosains 12(1): 24-28.

Qasem JR, Foy CL. 2001. Weed allelopathy, its ecological impacts and future prospects: a review. Jounal Crop Prod 4:43-119.

Rice, E.L. 1984. Allelopathy. Second Edition Acad. Press N.Y.

Roesmiyanto, F. Kasyadi, Suyamto, Endah Retnaningsih dan

Sri Yuniastuti, 1999. Teknologi Budidaya Kedelai, dalam Makalah Seminar Gema Palagung Jawa Timur, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Karangploso, Malang.

Smith, R.G.D. 1985. Ekology and Field Biology. Second Edition Harper and Row. Publisher New York. Evanson San Fransisco. London Pp 169

Suprapto, 2002. Bertanam Kedelai. Penebar Swadaya, Jakarta.

Susilo, E. 2004. Penerapan Sistem Budidaya dan Cara Pengendalian gulma pada Kacang kedelai (Glycine Max (L) Merr) dan padi (Oriza sativa L) dalam Pola tumpang sari. Thesis Sekolah Pasca Sarjana IPB

Vyvyan JR. 2002. Allelochemicals as leads for new herbicides and agrochemicals. Tetrahedron 58:1631-1646. USA.

Yu JQ, Ye SF, Zhang MF, Hu WH. 2003. Effects of root exudates and aqueous root extracts of cucumber (Cucumis sativus) and allelochemicals, on photosynthesis and antioxidant enzymes in cucumber. Journal Biochem Syst Ecol 31:129-139.




DOI: https://doi.org/10.15575/162

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons Licence

Jurnal Agro (J. Agro: ISSN 2407-7933) by http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ja/index is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.