Pengaruh Tingkat EC (Electrical Conductivity) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) pada Sistem Instalasi Aeroponik Vertikal

Pusdima Rahma Pratiwi, M Subandi, Eri Mustari

Abstract


Kebutuhan akan tanaman sawi semakin meningkat, sehingga diperlukan teknologi yang dapat memaksimalkan hasil serta memperbaiki teknik budidaya, salah satunya teknik budidaya aeroponik vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman sawi yang terbaik terhadap pengaruh tingkat EC pada larutan nutrisi. Penelitian ini dilaksanakan di daerah Bekasi Timur dengan ketinggian 25 m di atas permukaan laut, dimulai pada bulan April 2014 sampai Juli 2014. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan yaitu A (Tingkat EC 1 mS cm-1), B (Tingkat EC 1,5 mS cm-1), C (Tingkat EC 2 mS cm-1), dan D (Tingkat EC 2,5 mS cm-1) dengan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat EC berpengaruh terhadap tinggi tanaman sawi pada umur 14 dan 18 hst, luas daun pada umur 26 dan 30 hst, panjang akar pada umur 30 hst, dan bobot basah pada umur 30 hst. Tingkat EC 2,5 mS cm-1 memberikan pengaruh baik terhadap bobot basah.

 

The increasing need of mustard require technologies that can maximize result and improve cultivation, one of them is aeroponic vertical cultivation technique. This research aimed to know the best response of mustard growth on influence of nutrient EC level. This research was carried out in Bekasi Timur with altitude of 25 m above sea level, form April 2014 to July 2014. The design used was Randomized Block Design with 4 treatments that A (EC level 1 mS cm-1), B (EC level 1,5 mS cm-1), C (EC level 2 mS cm-1), and D (EC level  2,5 mS cm-1) with 4 replications. The results showed that EC level affected on plant height at 14 and 18 dap, leaf area at 26 and 30 dap, root length at 30 dap, and wet weight at the age of 30 dap. The EC level 2,5 mS cm-1had better effect on wet weight.


Keywords


Instalasi Aeroponik Vertikal; Pertumbuhan; Sawi; Tingkat EC

Full Text:

PDF

References


Devlin, RM., dan FH. Witham. 1975. Plant Physiology. Rinelang book Corporation a Subsidiarey of Champion Reinhold inc: New York.

Jones, J. B. 2005. Hydroponics: A Practical Guide for the Soilless Grower. Second Edition. CRC Press. USA. 423p.

Junita, F., S. Muhartini, dan D. Kastono. 2002. Pengaruh Frekuensi Penyiraman dan Takaran Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakchoi. Jurnal Ilmu Pertanian 2002, IX (1).

Karsono, S., Sudarmodjo, dan Y. Sutiyoso. 2002. Hidroponik Skala Rumah Tangga. Memanfaatkan Rumah dan Pekarangan. Depok: PT. Agromedia Pustaka.

Lingga, P. 2005. Hidroponik, Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Jakarta: Penebar Swadaya.

Luebbers, T. and S. Hensley. 2012. Vertical Aeroponic Plant Growing System. United States: Patent Application Publication. US 2012/0297678 A1.

Manurung, R. F. H., 2011. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Anorganik Cair. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Morgan, L. 2000. Are Your Plants Suffocating? The Importance of Oxygen in Hydroponics. The Growing Edge, Vol. 12(6): 50 – 54.

Perwitasari, B., M. Tripatmasari, dan C. Wasonowati. 2012. Pengaruh Media Tanam dan Nutrisi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakchoi (Brassica juncea L) dengan Sistem Hidroponik. Jurnal Agrovigor Vol. 5(1): 14 – 25. Fakultas Pertanian. Universitas Trunojoyo Madura.

Sutanto, R., 2002. Penerapan Pertanian Organik. Permasyarakatan dan Pengembangannya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Trubus. 2013. Teknik Tanam Tanpa Tanah. No. 529 Edisi Desember 2013/XLIV. h. 20 – 23.




DOI: https://doi.org/10.15575/163

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons Licence

Jurnal Agro (J. Agro: ISSN 2407-7933) by http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ja/index is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.