Politik Pariwisata Daerah dalam Perspektif Civil Society
DOI:
https://doi.org/10.15575/politicon.v1i1.5364Keywords:
Politik Pembangunan, Pariwisata Daerah, Masyarakat SipilAbstract
Pertanyaan utama studi ini ialah bagaimana politik pembangunan pariwisata daerah Situ Bagendit dalam perspektif civil society. Landasan teoretis yang digunakan dalam makalah ini adalah konsep Civil Society yang diutarakan oleh Janoski (1998: 12) yang menyatakan bahwa gagasan masyarakat madani bertumpu pada diskursus yang intensif antara empat ranah yakni negara, pasar, publik dan pribadi/swasta. Untuk memperjelas pemahaman tentang pernyataan utama, maka dielaborasi melalui beberapa konsepsi tentang politik pembangunan serta pariwisata daerah dengan berbagai variasinya. Sehingga didapatkan hubungan baik yang bersifat korelasional maupun relevansi antara politik pembangunan yang positif dengan kemajuan pariwisata daerah melalui tinjauan pelaksanaan masyarakat sipil yang efektif. Peran negara sangat efektif dengan mendelegasikan kepemilikan dari pusat ke kabupaten bagi pengelolaan Situ Bagendit. Berbeda dengan itu, pada ranah pasar terlihat kurang berkontribusi. Belum ditemukan usaha produktif ranah publik bagi pengembangan objek wisata ini. Demikian pula, kesadaran pribadi untuk mengembangkan potensi wisata ini sehingga go internasional masih rendah. Setiap potensi wisata dapat menjadi ikon daerah yang mampu bersaing dalam skala internasional. Salah satu strateginya ialah dengan politik pembangunan yang produktif dalam sinergitas antara negara dan lembaga terkaitReferences
Aas, C., Ladkin, A., & Fletcher, J. (2005). “Stakeholder Collaboration and Heritage Managementâ€. Annals of Tourism Research Journal, 32(1), 28-48.
Abdillah, M. (2011). Islam dan Dinamika Sosial Politik di Indonesia (1st ed.). Jakarta: Gramedia.
Adnan, M. (2001). "Otonomi Daerah: Kaya Teori Lemah Praktik". In Yuwono, Manajemen Otonomi Daerah: Membangun Daerah Berdasar Paradigma Baru. Semarang: Diponegoro University.
Azra, Azyumardi. (2017). “Negarawan Progresifâ€. Kata Pengantar dalam Hasan Mustapa, Pemikiran Politik Islam Sjafruddin Prawiranegara. Cetakan ke-1. Kuningan: Nusa Litera Inspirasi.
Bakti, A. F. (2004). “Paramadina and its Approach to Culture and Communication: An Engagement in Civil Societyâ€. Archipel, 68 (December): 315-341.
Bakti, A. F. (2017). Komunikasi Politik "Sang Presiden yang Terlupakan". Kata Pengantar dalam Hasan Mustapa, Pemikiran Politik Islam Sjafruddin Prawiranegara. Cetakan ke-1. Kuningan: Nusa Litera Inspirasi.
Bakti, A. F., dkk. (2012). Literasi Politik dan Konsolidasi Demokrasi (1st ed.). Jakarta: Churia Press.
Birkic, D., Pilija, I. C., & Å ebrek, J. K. (2014). “The Role Of Local Government In Planning Of Sustainable Tourism Of Coastal Destinationâ€. Trends in Tourism and Hospitality Industry, (pp. 16-32). Croatia.
Brokaj, R. (2014, November). “Local Government's Role in the Sustainable Tourism Development of A Destinationâ€. European Scientific Journal, 10(31), 103-117.
Budiarjo, M. (2008). Dasar-dasar Ilmu Politik (Revisi Cet.I ed.). Jakarta: Gramedia.
Eze-Uzoamaka, P. I. (2006). “Tourism and Community Development in Nigeriaâ€. In Okpoko, P. U. Issues in Tourism Planning and Development.
Fitriyah. (2001). "Demokratisasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah". In Yuwono, Manajemen Otonomi Daerah: Membangun Daerah dengan Paradigma Baru. Semarang: Diponegoro University Press.
Gagea, M., & Iacobuta, A. (t.t.). The Role Of Individual Values In Personal Development. 451-463.
Garut, Bupati. (2016). Kependudukan dan Sususnan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Garut. Peraturan Bupati No. 27.
Ghaderi, Z., & Henderson, J. C. (2012). “Sustainable Rural Tourism in Iran: A Perspective from Hawraman Villageâ€. Tourism Management Perspective, 47 – 54.
Harris, J. M. (2000, June). Basic Principles of Sustainable Development. Global Development And Environment Institute, No. 00-04, pp. 1-24.
Huybers, T., & Bennett, J. (2003). Environtmental Management and the Competitiveness of Nature-Based Tourism Destination. Environtmental and Resource Economics, 213-233.
Iyengar, S. (2000, August 26). Role of Non-Governmental Organisations in Development of Gujarat. Economic and Political Weekly, Vol. 35, No. 35/36, 3229-3236.
Jamieson, W., & Noble, A. (2000). A Manual for Sustainable Tourism Destination Management. Canada: Canadian Universities Consortium.
Janoski, T. (1998). Citizenship and Civil Society: A Framework of Rights and Obligations in Liberal, Traditional and Social Democratic Regims. Cambridge: Cambridge University Press.
Kamil, S. (2013). Pemikiran Politik Islam Tematik: Agama dan Negara, Demokrasi, Civil Society, Syariah dan HAM,
Fundamentalisme, dan Antikorupsi (1st ed.). Jakarta: Kencana.
Litvack, J., & all., e. (1998). Rethinking Decentralization in Developing Countries. Washington D. C.: The World Bank.
Maryani, E. (2004, August 4). Peluang dan Tantangan Kepariwisataan Jawa Barat. Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Jawa Barat.
Mustapa, Hasan. (2017). Pemikiran Politik Islam Sjafruddin
Prawiranegara (1911-1989): Good Governance, Civil Society dan Islam Transformatif. Cetakan ke-1. Kuningan: Nusa Litera Inspirasi.
Ogechi, O. C., & Igbojekwe, P. A. (T.t.). Local Government and Responses to Sustainable Tourism Development in Nigeria: A Studi of Local Government Authorities in Imo State. International Journal of Business Tourism and Applied Science. www.ijbts-journal.com/images/main_1366796758/0053-Ognonna.pdf.
Petersen, L. A. (2010). An examination of integrated rural development in the Goris region of Armenia. dissertation submitted to the Royal Agricultural College in co-operation with Utah State University.
Ruhanen, L. (2004). "Strategic Planning for Local Tourism Destinations: An Analysis of Tourism Plans". Tourism and, 1(3), 239.
Setiawan, B., & Deddy, A. (2015). Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Data Di Lingkungan Objek Wisata Situ Bagendit. Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut, Vol. 12 No. 1, 1-7.
Sharpley, R. (2000). Tourism and Sustainable Development. Journal Of Sustainable Tourism, Vol. 8, No. 1.
Simpson, K. (2001). â€Strategic planning and community involvement as contributors to sustainable tourism. Current Issues in Tourism, 4(1), 3-41.
Syamsuddin, M. D. (2000). Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani (1st ed.). Tangerang Selatan: Logos.
Tosun, C. (2001). Challenges of Sustainable Tourism Development in. Tourism Management, 22, 289}303.
wisatadigarut.com. (n.d.). Retrieved September 2, 2017, from Situ Bagendit: http://www.wisatadigarut.com/2013/08/peta-lokasi-situ-bagendit-banyuresmi.html
Yuwono, T. (2001). Manajemen Otonomi Daerah: Membangun Daerah Berdasar Paradigma Baru. Semarang: Diponegoro University Press
Internet
fokusjabar.com. (2014, February 10). Retrieved September 6, 2017, from Warga Banyuresmi Perangi Eceng Gondok: http://fokusjabar.com/2014/02/10/warga-banyuresmi-perangi-eceng-gondok/
garutnews.com. (2014, Oktober 1). Retrieved September 6, 2017, from Penyusutan Perairan Situ Bagendit Kandaskan Rakit: http://garutnews.com/penyusutan-perairan-situ-bagendit-garut-kandaskan-rakit.html
pikiranrakyat.com. (2014, October 5). Retrieved September 6, 2017, from Pembersihan Eceng Gondok di Situ Bagendit tidak Tuntas: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-
barat/2014/10/05/299656/pembersihan-eceng-gondok-di-situ-bagendit-tidak-tuntas
garutnews.com. (2015, august 3). Retrieved september 6, 2017, from kemarau kian mengancam stu bagendit menjadi daratan: http://garutnews.com/kemarau-kian-mengancam-situ-bagendit-menjadi-daratan.html
garutnews.com. (2016, Januari 13). Retrieved September 2, 2017, from Bagendit Berikut Cangkuang Diakui Menjadi Aset Garut: http://garutnews.com/bagendit-berikut-cangkuang-diakui-menjadi-aset-garut.html
garutnews.com. (2016, January 18). Retrieved September 6, 2017, from Tancapkan Plang Kepemilikan Padahal Belum Resmi Dipindahtangankan: http://garutnews.com/tancapkan-plang-kepemilikan-padahal-belum-resmi-dipindahtangankan.html
garutnews.com. (2016, Mei 5). Retrieved 9 6, 2017, from Investor "keukeuh" Ekslporasi Situ Bagendit:
http://garutnews.com/investor-keukeuh-eksplorasi-situ-bagendit.html
garutnews.com. (2016, Mei 26). Retrieved September 6, 2017, from perjanjian eksplorasi situ bagendit terindikasi kuat abal-abal: http://garutnews.com/perjanjian-eksplorasi-situ-bagendit-terindikasi-kuat-abal-abal.html
Wawancara
Tatan Sutansyah, SE, Kasubag TU UPTD Situ Bagendit, 16 September 2017.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).