Perkembangan Padepokan Seni Sunda “Karang Kamulyan†di Kampung Karang Pawitan Desa Pakutandang Kec. Ciparay Kab. Bandung Tahun (1997-2021)
DOI:
https://doi.org/10.15575/priangan.v4i2.22038Abstrak
Padepokan Karang Kamulyan didirikan oleh sepasang suami istri yaitu Ugan Rahayu dan Neni Hayati serta Asep Setia Pujanegara yang bertujuan untuk menjaga serta melastarikan kesenian sunda. Perkembangan padepokan karang kamulyan mulai dari tahun 1997 yang hanya memiliki alat gamelan seadanya hingga di tahun 2014 mendapat bantuan dana dari pemerintah untuk alat-alat kesenian yang ada di padepokan karang kamulyan. Padepokan seni karang kamulyan tersebut kini telah dikenal oleh masyarakat hingga sering di undang di berbagai acara bukan hanya di wilayah kabupaten Bandung tetapi di beberapa wilayah di Indonesia. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya padepokan seni karang kamulyan serta perkembangannya. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian sejarah yang memiliki 4 tahapan yaitu, heuristic, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil analisi menunjukan bahwa perkembangan padepokan karang kamulyan dilakukan dengan berbagai cara, sehingga padepokan seni karang kamulyan bisa tetap eksis hingga saat ini.
Referensi
Ali., R. Moh. (2012).Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Yogyakarta: Pelangi Aksara.
Alo, wawancara oleh Hasna Nafa Nasihah. 2022. Sejarah Berdirinya & Perkembangan Padepokan Seni Karang Kamulyan (31 Oktober).
Abdurrahman, Dudung. Metodelogi Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.
Atik Soepandi, Enoch Atmadibrata. Khasanah Kesenian Daerah Jawa Barat. Bandung: Pelita Masa, 1983.
Azis, Ikbal Saeful. “Eksistensi Sanggar Kesenian Sunda Di Kecamatan Ujungberung Kota Bandung,†2015.
Casriyanti, Tina. “Padepokan Seni Karang Kamulyan Ciparay: (Sebuah Upaya Pelestarian Seni Sunda Di Kabupaten Bandung 1997-2013.†Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, 2014.
Dedy Hermawan. Pengantar Karawitan Sunda. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Seni Tradisional, Universitas Pendidikan Indonesia, 2003, 2008.
Hananto, Fariz. “Gamelan Sebagai Simbol Estetis Kebudayaan Masyarakat Jawa.†Representamen 6, no. 01 (2020).
Rahayu, ugan, wawancara oleh Hasna Nafa Nasihah 2022. Sejarah Berdirinya & Perkembangan Padepokan Seni Karang Kamulyan (31 Oktober)
Sulasman. Metodologi Penelitian Sejarah. Bandung: CV. Pustaka Setia, n.d.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).