PENGGUNAAN LEMBAR KERJA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA

Authors

  • Riri Aisyah Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jl. A.H. Nasution 105 Bandung 40614 Indonesia
  • Fitri Nur Aisyah Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jl. A.H. Nasution 105 Bandung 40614, Indonesia
  • Yunita Yunita Program Studi Tadris IPA Biologi, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jalan Perjuangan Bypass, Kota Cirebon 45132, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/jta.v2i1.1368

Keywords:

keterampilan proses sains, LKM, problem based learning

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan mahasiswa dalam menggunakan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada penentuan kadar asam palmitat bebas dalam minyak goreng dan menganalisis keterampilan proses sains. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kelas pada mahasiswa mata kuliah kimia bahan makanan sebanyak 38 orang. Data diperoleh dari jawaban mahasiswa dalam menyelesaikan setiap tahapan LKM yang diberikan, sedangkan keterampilan proses sains didapat dari jawaban siswa pada LKM yang disesuaikan dengan indikator ketrampilan proses sains. Kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan LKM diinterpretasikan sebagai berikut : fase “orientasi pada masalah†baik (70.3), faseâ€belajar mandiri’ baik (76.0), fase â€penyelidikan†baik sekali (94.3), fase â€penyajian data†baik (72.7) dan fase “evaluasi hasil kerja†baik (72.4). Keterampilan proses sains mahasiswa secara keseluruhan diinterpretasikan baik dengan rata-rata 75.6, dengan perolehan nilai pada indikator mengamati 88.9, mengajukan pertanyaan 70.3, mengajukan hipotesis 70.8, menerapkan konsep 75.6, merancang percobaan 91,6, menyimpulkan 67.3 dan mengomunikasikan 73.1

References

Al-Tabany, T. (2014). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual.Jakarta : Prenada Media Group.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Boothalingam, S. (2009). Bridging Classroom and Lab Teaching in Audiology Using Problem Based Learning. Teaching Innovation Projects. 4, 1- 13.

Conny, S. dkk. (1992). Pendekatan Keterampilan Proses. Jakarta : Gramedia Widia Sarana.

Farida, I., A. Y. (2014). Evaluasi Pembelajaran (Penilaian Proses dan Hasil Belajar IPA). Bandung: UIN Sunan Gunung Djati.

Gustriana, A. (2012). Penerapan model Problem Based Learning (promblem Based Learning) untuk Mengembangkan Keterampilan Proses Sains pada Konsep Larutan Penyangga. Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan : UIN SGD Bandung.

Hamalik, O. (2005). Metoda Belajar KesulitanKesulitan Belajar. Bandung.

Harjadi, W. (1986). Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta : Gramedia.

Rusman. (2013). Model-model pembelajaran. Depok : Rajagrafindo Persada Conny, S. dkk. (1992). Pendekatan Keterampilan Proses. Jakarta : Gramedia Widia Sarana.

Rustaman, N. Y. (2000). Asesmen Pendidikan IPA. Bandung : UPI (Tidak diterbitkan).

Siregar, E. dan Hartini N. (2010). Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor : Ghalia Indonesia.

Tarsito Dalyono, M. (2001). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

Published

2017-06-21

Issue

Section

Articles