WASIAT WAJIBAH UNTUK ANAK ANGKAT DALAM KHI DAN FIKIH

Misno Misno

Abstract


Abstrak

Islam sebagai aturan hidup yang paripurna memiliki seperangkat aturan yang komprehensif mencakup berbagai sendi kehidupan manusia. Salah satu aturan dalam Islam adalah mengenai pengambilan seorang anak sebagai anak angkat. Islam mengatur bagaimana hubungan antara anak angkat dan orang tua angkatnya. Anak angkat tidak boleh dinasabkan kepada orang tua angkatnya dan di antara mereka tidak saling mewa­risi. Permasalahan akan muncul ketika seorang mengambil seorang anak sebagai anak angkat, namun tiba-tiba orang tua tersebut mening­gal dunia. Sementara anak angkatnya masih kecil dan belum mampu untuk mencari nafkah sendiri. Apakah anak tersebut tetap tidak bisa mendapatkan bagian harta warisan orang tua angkatnya? Bagaimana persepsi Imam Madzhab mengenai hal ini?Kesimpulan dalam penelitian adalah bahwa Imam Madzhab membahas mengenai wasiat dalam mak­na umum, mereka belum membahas secara spesifik mengenai Wasiat wajibah. Namun statement mereka mengenai wasiat dapat menjadi dasar hukum bagi kebolehan Wasiat wajibah bagi anak angkat. Alasan­nya adalah adanya kemashalahatan bagi anak angkat karena tidak ada yang menanggung beban hidupnya. Jika dia tidak bisa mendapatkan bagian dari harta yang ditinggalkan orang tua angkatnya, tentu akan memunculkan kemudharatan baginya.

Kata Kunci: Wasiat Wajibah, KHI, Anak Angkat

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah bin Abdur-rahman Al-Bassam.1997. Taudhihul Ahkam fi syarh Bulughul Maram Juz IV, cet: III, Maktabah Nahdhah Al-Hadits, Makkah, KSA.

Abdul Mudjib, 2001, Kaidah-kaidah Ilmu fikih, Kalam Mulia, Jakarta.

Abdul Halim ‘Uwais, 1998, Fiqih Statis dan Fiqih Dinamis, Pustaka Hidayah, Bandung.

Abdurrahman, 2004. KHI di Indonesia, Akademika Pressindo, Jakarta

Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’dy, 2000. Taisir Karim Ar-Rahman fi tafsir Kalam Al-Manan, Jum’iyah Ihya At-Turats Al-Islamy, Kuwait.

Abdurrahman Al-Jazairi, 1997. Fikih ala Madzahibul Arba’ah Juz III. Darul Ihya At-Turats Al-Araby, Beirut.

Abu Al-Fida’ Ismail bin Katsir Ad-Dimasyqi, 1994. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim Jil. I, Maktabah Darus Salam, Riyadh.

Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, 1993. Al-Umm Juz IV, Darul Kutub Ilmiyyah, Beirut.

Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa’id bin Hazm Adz-Dzahiry, Tanpa Tahun. Al-Muhalla’, Darul Afaq Al-Jadidah, Beirut Libanon

A. Hassan, 2003. Al-fara’id Ilmu Pembagian waris, Cet. XV. Pustaka Progressif, Surabaya.

Anonimus, 1992. KHI. Dirjen binbaga Depag, Humaniora Utama Press, Bandung.

Anonimus, 1995. Mausu’ah Al-Fikihiyah Jil. XXXV, Wizarah Al-Auqaf wa Syu’un Al-Islamiyah, Kuwait

Ali Asy-Syobuny. H. Zaid Husain Al-Hamid (Penerjemah), Tanpa tahun. Ilmu Hukum Waris. Mutiara Ilmu, Surabaya.

Ahmad bin Ali Bin Hajar Al-Astqolaniy, 1989. Fathul Bary Syarh Shahih Al-Bukhory Juz V, Darul Kutub Ilmiyah, Beirut Libanon.

Ahmad Rofiq, 2008. Fikih Mawaris. PT. Raja Grafindo, Jakarta.

As-San’any, 1997. Subulus Salam Syarah Bulughul Maram, Juz III, cet: I. Jum’iyah Ihyau Turots Al-Islamy Kuwait.

A.W. Munawwir, 1997. Kamus Al-Munawwir Arab – Indonesia, Pustaka Progresif, Surabaya.

Bambang Sunggono, 1997. Metodologi Penelitian Hukum, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Cik Hasan Bisri, 2003.Penuntun Penyusunan Rencana Penelitian dan Penulisan Skripsi Bidang Ilmu Agama,PT. Raja Grafindo Persada.Jakarta

Fathurrahman Djamil, 1999. Filsafat Hukum Islam, cet . III. Logos Wacana Ilmu, Jakarta

Fatchur Rahman, 1981. Ilmu Waris, cet: II. PT Al-Ma’arif, Bandung.

Hazairin, 1964. Hukum Kewarisan Bilateral menurut Qur’an dan Hadits, cet. III. Tintamas, Jakarta.

Ibnu Mandzur, 1999. Lisan Al-‘ArabJuz XII, Darul Ihaya At-Turats Al-‘Araby, Beirut Libanon

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi, 1999. Al-Mughni Juz VII. Darul Alam Al-Kutub, Saudi Arabia.

Idris Ramulya, 2004. Perbandingan Hukum Kewarisan Islam dengan Kewarisan KUH Perdata. Penerbit Sinar Grafika, Jakarta.

Jalaluddin Al-Mahalliy dan Jalaluddin As-Suyuti (Bahrun Abu Bakar = Penerjemah), 1995. Tafsir Jalalain Juz 3, Sinar Baru Algesindo, Bandung.

M. Budiarto, 1991. Pengangkatan Anak Ditinjau Dari Segi Hukum. Akapress, Jakarta.

Malik bin Anas, 1998. Al-Muwatho’, Jum’iyah Ihya At-Turats Al-Islamy, Kuwait.

Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy-Syaukany, 1999. Nailul AutharJuz IV, Darul Kalam Ath-Thayib, Damaskus.

Sayyid Sabiq, 1987.Fikih Al-Sunnah Juz III, cet. VIII, Darul Kutub Al-Araby, Beirut.

Syamsul Wahidin dan Abdurrahman, 1984. Perkembangan Ringkas Hukum Islam di Indonesia. Penerbit Akademika Pressindo, Jakarta.

Soerojo Wignjodipoero, 1990. Pengantar dan Asas-asas Hukum adat, Haji Masagung, Jakarta.

Teungku M. Hasbi Ash-shiddiqi dkk. (Penerjemah), 1412 H.Al-Qur’an dan terjemahannya. Mujamma’ Khadim l-Haramain asy-Syarifain al-Malik Fahd li thiba’at al mushaf asy Syarif, Madinah KSA.

Teungku M. Hasbi Ash Shiddieqy, 1999. Fikih Mawaris. PT. Pustaka Rizki Putra, Semarang.

Wirjono Prodjodikoro, 1995. Hukum Warisan di Indonesia. Penerbit Sumur, Bandung.

Wahbah Zuhaily, 1984. Al-Fikih Al-Islam wa Adilatuhu, Juz VIII.




DOI: https://doi.org/10.15575/adliya.v11i1.4854

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 'ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan



Tools

   

ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan indexed by:

   

   

Publisher:

Faculty of Sharia and Law UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Jl. Raya A.H. Nasution No. 105 Cibiru Kota Bandung, 40614
Tlp/Fax: +022-7802278 Faks. 022-7802278
E-mail: jurnaladliya@uinsgd.ac.id
URL : https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/adliya/index

 

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 4.0 Internasional.

View My Stats