PELAKSANAAN KEKEBALAN DIPLOMATIK DALAM KONVENSI WINA 1961 PERSPEKTIF SIYASAH DAULIYAH
DOI:
https://doi.org/10.15575/adliya.v11i2.4859Keywords:
Kekebalan Diplomatik, Akad Aman, Konvensi Wina 1961Abstract
Abstrak
Tulisan ini menjelaskan pelaksanaan kekebalan diplomatik dalam Konvensi Wina 1961 dan perspektif siyasah dauliyah terhadap pelakÂsanaan kekebalan tersebut. Lahirnya Konvensi Wina 1961 berawal dari duta Rusia yang ditangkap dengan tuduhan penipuan di negara Inggris. Hal ini menyeÂbabkan perÂtikaian di antara dua negara tersebut. Inggris kemudian mengajukan RUU bahwa diplomat dibebaskan dari yurisdiksi perdata dan pidana. Dokumen tersebut menjadi dasar kekebalan dan keistiÂmewaan diploÂmatik masa kini. Seorang diplomat yang akan melakÂsanakan tugas harus mendapat jaminan keamanan dan persetujuan dari negara penerima, ia akan mendapatkan sebuah paspor hitam dan menikmati kemudahan perlakuan dan kekebalan di negara penerima yang diatur dalam Konvensi Wina 1961. Dalam siyasah dauliyah seorang diplomat yang diutus ke wilayah Islam berhak mendapat status aman yakni dilindungi harta dan darahnya berdasarkan perjanjian keamanan (akad aman) oleh penguasa Islam selama ia bertugas.
References
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Hanafi. 1989. Pengantar dan Sejarah Hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Ali, Daud.1989. Tahir Azhary, Habibah Daud, Islam Untuk Disiplin Ilmu Hukum, Sosial dan Politik. Jakarta: PT. Bulan Bintang.
Dahlan, Abdul Aziz. 1995. et. Al, Ensiklopedia Hukum Islam. Jakarta: Ikhtiar Van Hoeve.
Fakultas Syar’ah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 2010. Panduan Uuslan Penelitian dan Penulisan Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum. Bandung.
Iqbal, Afzal. 2000. diplomacy in Early Islam (terjemah).
Iqbal, Muhammad. 2007. Fiqih Siyasah Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam. Jakarta: Penerbit Gaya Media Pratama.
Mar. 2013. Kejahatan Transnasional, Semangat Pagi, http://semangatmalam.blogspot .co.id /2013/05/kejahatan-transnasional.html?m=1, diakses 19 Desember 2016, pkl. 21.04.
Matandong, Ikhwan. 2016. Kekebalan Diplomatik Perspektif Hukum Islam (Ihkwan), hlm. 1, http://www.academia.edu /234381-47/KEKEBALANDIPLOMATIK , diakses 07 Mei 2016, Pkl. 13.15.
Misseyer, Gandi H. 2013. Hukum Diplomatik dan Konseler-Tinjauan Hukum Tentang Pelanggaran yang Dilakukan oleh Perwakilan Diplomatik di Negara Penerima, LAWTALKS, http://law-lewlow.blogspot.co.id/2013/07/hukum-diplomatik-dan-konsu-ler-tinjauan.html?m=1#!/2013/07/hukum-diplomatik-dan-konsuler-tinjauan.html, diakses 28 Desember 2016, pkl.14.09.
Nasohah, Zaini. 2004. Syariah dan Undang-undang Suatu Perbandingan. Kuala Lumpur: Percetakan Cergas (M) SDN. BHD.
S.L. Roy, Diplomacy, diterjemahkan oleh Harwanto dan Mirsawati. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995.
Sryono, Edy. 1992. Perkembangan Hukum Diplomatik, Bandung: Mandar Maju.
Suntana, Ija. 2010. Kapita Selekta Politik Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Syahputra. 2012. Macam-macam Paspor dan Visa, http://httpkwiyawa-genison. blogspot. co.id /2012/10/macam-macam-paspor-dan-visa.html?m=1, 24 Desember 2016, Pkl. 13.05.
Zahrah, Abu. N.d. Al-A’laaqatu Ad-dauliyah fiil Islam Hubungan-hubungan Internasional dalam Islam. Terjemahan Muhammad Zein Hassan. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish in ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).