KEBEBASAN PEKERJA DALAM MENJALANKAN IBADAH DI KAWASAN INDUSTRI
DOI:
https://doi.org/10.15575/adliya.v14i1.8568Keywords:
kesadaran, ketenagakerjaan, kewajiban beragamaAbstract
Abstract
Implementation of Law No. 13 of 2003 on manpower is interesting to do because the company has violated and does not provide freedom for employees to exercise their religious beliefs. The limitation of worship facilities in the workplace is one of the forms of how the company has no commitment to implementation of the by that have been laid down. The research on freedom of worship of the workers has chosen a place, namely in Bekasi Regency. The purpose of this research is to provide a deep description and understanding of freedom in the conduct of the worship of workers under the Law No. 13 of 2003 on employment in freedom of exercise of religious obligations for the workers in Bekasi regency. This research uses a Quali-tatif method and gives birth to the Keismpulan namely (1) companies that become a site of research in Bekasi has provided the facilities and infrastructure of worship as stipulated Act No. 13 of 2003 on employment in freedom of exercise of religious obligations. Nevertheless, on the other hand, the workers still expect the improvement of the quality and quantity of worship facilities so that it can run the worship more comfortably; and (2) in general, consciousness worships the workers at levels or levels. That is to say, they have faith in God with minimal knowledge of faith. They also carry out religious practices as evidence of the faith itself and as evidence of obedience to God.
Abstrak
Implementasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang KeteÂnagaÂkerjaan menjadi menarik dilakukan karena kerapkali perusahaan melanggar dan tidak memberikan kebebasan untuk para pegawai dalam menjalankan keyakinan agamanya. KeterbaÂtaÂsan sarana ibadah di tempat kerja pun merupakan salah satu bentuk bagaimana perusahaan tidak memiliki komitmen terhadap impleÂmentasi atauran yang telah diundangÂkan. Penelitian mengeÂnai kebebasan beribadah kaum pekerja ini memilih tempat, yaitu di Kabupaten Bekasi. Tujuan penelitian ini untuk memberikan deskripsi dan pemahaman secara mendalam mengenai Kebebasan Dalam Menjalankan Beribadah Pekerja DihubungÂkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Dalam Kebebasan Menjalankan Kewajiban Beragama Bagi para kaum pekerja di Kabupaten Bekasi. Penelitan ini menggunakan metode kualiÂtatif dan melahirkan keismpulan yakni (1) perusahaan-perusahaan yang menjadi tempat penelitan di Kabupaten Bekasi sudah menyeÂdiakan sarana dan prasarana ibadah sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang KetenagaÂkerjaÂan dalam KebeÂbaÂsan MenÂjalanÂkan Kewajiban Beragama. Namun demikian, di sisi lain, para buruh masih mengharapkan perÂbaikan kualitas dan kuantitas saraÂna ibadah sehingga dapat menjalankan ibadah lebih nyaman; dan (2) secara umum, kesaÂdaÂran beribadah para pekerja berada pada tingkat atau level biasa. Artinya, bahwa benar mereka beriman kepada Allah dengan pengeÂÂtahuan keimanan yang minimal. Mereka juga melakÂsanaÂkan praktik agama sebagai bukti dari keimanan itu sendiri dan sebagai bukti ketaatan kepada Allah.
References
Aziz, Fakhruddin, Formula Pemeliharaan Agama (Hifdz Al-Din) Pada Masyarakat Desa Dermolo Jepara : Implementasi Maqashid al Shari’ah dengan Pendekata Antropologi, Jurnal Al Ahkam, Volume 27 Nomor 1 April 2017.
Bauto, Laode Monto, Perspektif Agama dan Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia (Suatu Tinjauan Sosiologi Agama), Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Volume 23 Nomor 2 Edisi Desember 2014.
Darmana, Ayi. Internalisasi Niai Tauhid dalam Pembelajaran Sains, Medan : UNIMED, Volume XVII Nomor 1 2012/1433.
Hakim, M. Arif, Industrialisasi di Indonesia Menuju Kemitraan yang Islami, STAIN Kudus. (t.th)
Hamdan, Stephani Raihana, Happiness : Psikologi Positiv Versus Psikologi Islam, Jurnal UNISIA Volume XXXVIII No 84 Januari 2016.
Moleong, Lexy. J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2006.
Muhayati, Siti. Christiana, Ratih, dkk, Iman kepada Allah dan Perhatian Orang Tua Terhadap Budaya Nyontek Anak Usia Sekolah Dasar, Jurnal Bimbingan dan Konseling,
Saleh, B. dan Warlina, L., Identifikasi Karaktreristik Aglomerasi Industri Pengolahan di Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2006-2013, Jurnal Wilayah dan Kota, Volume 4 Nomor 1.
Suhardin, Yohanes, Peranan Negara dan Hukum dalam Memberantas Kemiskinan dengan Mewujudkan Kesejahteraan Umum, Jurnal Hukum dan Pembangunan Tahun ke-42 No.3 Juli-September 2012.
Suhendri, Pengaruh Keberagaman Tenaga Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (PT. Parkland World Indonesia Plants 2), STIE Prima Graha.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish in ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).