Pengaruh Penggunaan Jenis Pelarut dalam Uji Sitotoksistas Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) pada Wound Dressing Kolagen-Kitosan

Ary Andini, Endah Prayekti, Fadillah Triasmoro, Indah Nur Kamaliyah

Abstract


Kolagen dan kitosan dapat digunakan sebagai bahan pembalut luka karena memiliki karakteristik yang baik. Namun, pembalut luka kolagen-kitosan perlu dilakukan uji sitotoksisitas sebelum diaplikasikan secara in vivo, seperti Brine Shrimp Lethally Test (BSLT). Pembalut luka kolagen-kitosan tidak dapat larut dalam Dimetil Sulfoksida (DMSO) dan aquadest dengan mudah, oleh karena itu perlu pertimbangan alternatif pelarut karena kolagen dan kitosan lebih mudah larut dalam pelarut asam seperti asam klorida (HCl) dan asam asetat ( CH3COOH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Lethal Concentration  50 (LC50) dari pembalut luka kolagen-kitosan yang dilarutkan dalam pelarut DMSO, HCl, CH3COOH dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pembalut luka kolagen-kitosan didapatkan dengan mencampurkan larutan kitosan 2% dan kolagen dengan perbandingan 1:1 w/w kemudian dihomogenkan, dicetak, dan dikeringkan.  Penelitian ini menggunakan uji sitotoksisitas dengan metode BSLT dan LC50 dihitung menggunakan Analisis Probit. Pembalut luka dilarutkan dalam pelarut DMSO 1%, CH3COOH 1%, dan HCl 1% hingga homogen, kemudian diencerkan dengan berbagai konsentrasi yaitu 100 ppm, 250 ppm, 250 ppm, 500 ppm, dan 1000 ppm dengan tiga kali ulangan untuk setiap perlakuan. Setelah itu uji BSLT dilakukan dengan menggunakan Artemia salina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembalut luka yang dilarutkan dalam DMSO 1% memiliki LC50 > 1000 ppm, sedangkan pada pelarut CH3COOH dan pelarut  HCl menunjukkan  LC50< 30. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelarut DMSO bersifat non-toksik (LC50  > 1000 ppm), tetapi pelarut CH3COOH 1% dan HCl 1% bersifat sangat toksik (LC50 < 30 ppm) sebagai pelarut alternatif pembalut luka kolagen-kitosan pada uji BSLT.

Keywords


Sitotoksisitas; BSLT; Kolagen; Kitosan; Pembalut Luka.

Full Text:

PDF

References


A. Andini, R. Handajani, S. Koesnowidagdo, M.Z. Ichsan, and L. Phiginelli, “In vivo effectivity of collagen extract from clarias gariepinus (Burchell, 1822) ‘ Sangkuriang ’ on formation of malondialdehyde and macrophages in burn healing”, Proceedings of the Pakistan Academy of Sciences, vol. 57, no. 3, pp. 35–40, 2020.

B. Triyono, “Perbedaan Tampilan Kolagen di Sekitar Luka Insisi Pada Tikus Wistar Yang Diberi Infiltrasi Penghilang Nyeri Levobupivakain dan yang tidak Diberi Levobupivakain”, Thesis, Pascasarjana Universitas Diponegoro, 2005.

A. Mohandas, S. Deepthi, R. Biswas, and R. Jayakumar, “Chitosan based metallic nanocomposite scaffolds as antimicrobial wound dressings”, Bioactive Materials, vol. 3, no. 3, pp. 267–277, 2018

A. Andini and E. Prayekti, “Chitosan as antifungal in channa striata collagen chitosan for wound healing”, Medical and Health Science Journal, vol. 3, no. 2, 2019

A. Andini, E. Nidianti, and E. Prayekti, “Cytotoxicity assay of chitosan-collagen wound dressing using brine shrimp lethality test methods”, Jurnal Biomedika, vol. 13, no. 1, pp. 9–14, 2020

A. Andini, R. Handajani, and Soetjipto, “Sangkuriang catfish (clarias gariepinus var) skin activity on fibroblast and collagen synthesis for skin burn healing”, Proceeding of Surabaya International Health Conference, pp. 347–351, 2017

L.M. Leong, A.Z. Sahalan, L.H. Tan, N.H. Mustafa, and N.F. Rajab, “Clarias batrachus collagen extract increases fibroblast cell adhesion, migration and proliferation”, Journal of Applied Pharmaceutical Science, vol. 5, no. 3, pp. 19–23, 2015

W.K. Song, D. Liu, L.L. Sun, B.F. Li, and H. Hou, “Physicochemical and biocompatibility properties of type I Collagen from the skin of nile tilapia (Oreochromis niloticus) for biomedical applications”, Marine Drugs, vol. 17, no. 3, pp. 137, 2019

P. Rahayu, F. Marcelline, E. Sulistyaningrum, M.T. Suhartono, and R.R. Tjandrawinata, “Potential effect of striatin (DLBS0333), a bioactive protein fraction isolated from channa striata for wound treatment”, Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, vol. 6, no. 12, pp. 1001–1007, 2016

S. Ahmed and S. Ikram, “Chitosan based scaffolds and their applications in wound healing”, Achievements in the Life Sciences, vol. 10, no. 1, pp. 27–37, 2016

F.R. Putri and S. Tasminatun, “Efektivitas Salep kitosan terhadap penyembuhan luka bakar kimia pada rattus norvegicus”, Mutiara Medika Jurnal Kedoktetan dan Kesehatan, vol. 12, no. 1, pp. 24–30, 2012

A. Octavian, “Kajian Sifat Fisik-Mekanik dan Antibakteri Plastik Kitosan Termodifikasi Kolagen Limbah Sisik Ikan Kakap Merah”, Thesis, Universitas Negeri Semarang, 2015.

W.T. Fajarningsih N.D., Januar H.I., Nursid M, “Potensi antitumor ekstrak spons crella papilata asal taman nasional seribu”, Jurnal Pascapanen dan Bioteknoogi. Kelautautan dan Perikanan, vol. 1, no. 1, pp. 35–42, 2006.

J. Soemirat, Toksikologi Lingkungan. 2005.

M.J. Meyer BN, Ferrigni NR, Putnam JE, Jecobsen LB, Nichols Dj, “Brine Shrimp lethality test : a convenient general bioassay for active plant constituents”, Planta Medica, vol. 45, no. 5, pp. 31–34 1982.

D.A.P. Puspitasari, V.P. Bintoro, and B.E. Setiani, “The Soaking effect on different hydrocloride acid level and soaking time on Ph , Swelling percentage and collagen yield of chicken shank bone”, Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture, vol. 38, no. 2, pp. 98–102, 2013

N. Istiqomah, D.I. Rudyardjo, and S. Sumarsih, “Pembuatan hidrogel kitosan – glutaraldejid untuk aplikasi penutup luka secara in vivo,” Jurnal Fisika dan Terapannya., vol. 1, no. 1, pp. 30–49, 2015.

A.A.R. Putra, “Pengaruh pemberian gel chitosan terhadap penyembuhan luka incisi pada tikus putih (Rattus norvegicus)”, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner, vol. 2, no. 4, pp. 442–449, 2018.

A.D. Muaja, H.S.J. Koleangan, and M.R.J. Runtuwene, “Uji Toksisitas dengan metode bslt dan analisis kandungan fitokimia ekstrak daun soyogik (saurauia bracteosa DC) dengan metode soxhletasi”, Jurnal MIPA, vol. 2, no. 2, p. 115, 2013.

A. Andini, E. Prayekti, D. Dyah Wulandari, and E. Nidianti, “Cytotoxicity assay using brine shrimp lethality test on collagen-chitosan wond dressing sterilized by ultraviolet light”, Indonesia Journal of Medical Laboratory Science and Technology, vol. 2, no. 1, pp. 21–26, 2020

Z. Zuraida, “Analisis toksisitas beberapa tumbuhan hutan dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT) (Toxicity analysis of forestry plants using brine shrimp lethality test (BSLT) method )”, Jurnal Penelitian Hasil Hutan, vol. 36, no. 3, pp. 239–246, 2018.

N.K. Subekti, “Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Daun Laban Abang terhadap Larva Udang dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)”, Skipsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014.

A.S. Afandi, “Penggunaan Dimetil Sulfoksida (DMSO) Sebagai Pelarut Untuk Analisis Uji Batas ‘Cemaran Organik Mudah Menguap’ Menggunakan Kromatografi Gas”, Skripsi, Universitas Airlangga, 2007.

E.N. Setyaningrum, “Efektivitas penggunaan jenis asam dalam proses ekstraksi pigmen antosianin kulit manggis (Garcinia mangostana L.) dengan penambahan aseton 60%”, Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, vol. 1, pp. 1–36, 2010.

G. Gao, L. and Mazza, “Ekstraksi Antosianin Pewarna Merah Alami dari Kulit Buah Manggis (Garciria Mangostana L.): Kajian HCl dan Aplikasinya Pada Youghurt”, 1996.

C. Samuel B.S. and F. Malau, “Pra Rencana Pembuatan Asam Asetat dengan Kapasitas 86.000 Ton/Tahun”, Skripsi, Universitas Sriwijaya, 2019.

N. Yuliasari, H. Herlina, and W. Aprianto, “Pengaruh Asam asetat terhadap konsentrasi Fe, Cu dan Protein daun eceng gondok (Eichornia crassipes),” Jurnal Penelitian Sains, vol. 14, no. 2, pp. 28–32, 2011.




DOI: https://doi.org/10.15575/ak.v8i1.10277

Copyright (c) 2021 Ary Andini, Endah Prayekti, Fadillah Triasmoro, Indah Nur Kamaliyah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

CrossrefSINTA

Google ScholarIndonesia One Search

View My Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.