Intoleransi Keagamaan dalam Framing Surat Kabar Kompas


Enjang Muhaemin(1*), Irfan Sanusi(2)

(1) UIN Sunan Gunung Djati, Indonesia
(2) UIN Sunan Gunung Djati, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Indonesia is known as a multi-religious country in which there are various religions. United in diversity, and harmony in diversity becomes a key word that can no longer be contested. The intolerant attitude of any religious group can be a trigger for conflict which endangerthe integrity of the NKRI. This study aims to determine the framing of the Kompas newspaper in discussing and packaging the discourse of religious intolerance and religiosity in Indonesia. This research method uses Robert N. Entman's framing analysis, which focuses the study on the prominence of the framework of thought, perspective, concepts, and claims of media interpretation in interpreting the object of discourse. Research is expected to be able to stimulate the public to be more critical in understanding the various news constructed by journalists. The results showed that Kompas defined the problem of religious intolerance and diversity in Indonesia as a matter of religion, social, political, educational, and nationalism. However, Kompas generally defines it as a matter of understanding religion and weakening the attitude of nationalism. Kompas news considers the source of the cause to be more dominant because of superficial, partial, and little religious understanding. Kompas concludes that intolerance is a serious threat that could endanger the NKRI. The recommendations offered include the government being demanded to be assertive, fast, and not political. Religious leaders are recommended to build dialogical communication in an intense and continuous manner, and educate the public to always raise awareness of deep, moderate, and not extreme religiosity.

Indonesia dikenal sebagai negara multiagama yang di dalamnya terdapat beragam agama. Bersatu dalam keragaman, dan harmoni dalam perbedaan menjadi kata kunci yang tak bisa lagi diganggu gugat. Sikap intoleran dari kelompok penganut agama manapun bisa menjadi pemicu konflik yang membahayakan keutuhan NKRI. Penelitian ini tujuan mengetahui pembingkaian surat kabar Kompas dalam mengupas dan mengemas wacana intoleransi keagamaan dan keberagamaan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan analisis framing Robert N. Entman, yang memokuskan kajian pada penonjolam kerangka pemikiran, perspektif, konsep, dan klaim penafsiran media dalam memaknai objek wacana. Penelitian diharapkan mampu menstimuli masyarakat untuk kian kritis dalam memahami beragam berita yang dikonstruksi wartawan. Hasil penelitian menunjukkan, Kompas mendefinikan masalah intoleransi keagamaan dan keberagamaan di Indonesia sebagai masalah agama, sosial, politik, pendidikan, dan nasionalisme.  Namun Kompas umumnya lebih mendefinisikan sebagai masalah pemahaman agama dan melemahnya sikap nasionalisme.  Berita-berita Kompas menganggap sumber penyebabnya lebih dominan karena pemahaman agama yang dangkal, parsial, dan tidak mendalam. Kompas menyimpulkan intoleransi merupakan ancaman serius yang bisa membahayakan NKRI. Rekomendasi yang ditawarkan  di antaranya pemerintah dituntut tegas, cepat, dan tidak berbau politis.  Para tokoh agama direkomendasikan membangun komunikasi dialogis secara intens dan kontinyu, dan mendidik masyarakat untuk selalu meningkatkan kesadaran keberagamaan yang mendalam, moderat, dan tidak ekstrem.


Keywords


Framing; Intoleransi; Kompas

Full Text:

PDF

References


Alpizar. (2015). Toleransi Terhadap Kebebasan Beragama di Indonesia (Perspektif Islam). Toleransi: Media Komunikasi Umat Bergama, 7(2).

Chaer, M. T. (2012). Tantularisme, Pluralitas Agama, dan Toleransi: Studi Kasus Masyarakat Ketanggi-Ngawi dalam Jurnal Afkaruna, 8(2).

Darsono, D. dan Muhaemin, E. (2012). Secangkir Peristiwa di Mata Wartawan. Bandung: Mimbar Pustaka.

Eriyanto. (2009). Analisis Framing, Konstruksi Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: Lkis.

Eriyanto. (2009). (2009). Analisis Wacana, Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.

Fidiyani, R. (2013). Kerkunan Umat Beragama di Indonesia (Belajar Keharomonisan dan Toleransi Umat Beragama di Desa Cikakak, Kec. Wangon, Kab. Banyumas) dalam Jurnal Dinamika Hukum, 13(3).

Fikri, M. (2012). Konflik Agama Dalam Media Berita Online (Kajian Kritis Pemberitaan Konflik Cikeusik dalam Portal VIVA.CO.ID Pada Periode Bulan Februari) dalam Jurnal Komunikasi dan Realitas Sosial, 4(4).

Huda, S. (2015). Kampung Inklusif: Model Toleransi Antar Agama di Balun Lamongan dalam Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(1).

Kimball, C. (2013). Kala Agama Jadi Bencana. Bandung: Mizan.

Miharja, D. dan Mulyana, M. (2019). Peran FKUB dalam Menyelesaikan Konflik Keaagamaan di Jawa Barat dalam Religious dalam Jurnal Studi Agama-agama dan Lintas Budaya, 3(2).

Misrawi, Z. (2012). Kesadaran Multikultural dan Deradikalisasi Pendidikan Islam, Pengalaman Bhinneka Tunggal Ika dan Qabul Al-akhar dalam Jurnal Pendidikan Islam, 1(2).

Muhaemin, E. (2013). Agama dan Media di Era Informasi. Bandung: Mimbar Pustaka.

Pamungkas, C. (2014). Toleransi Beragama dalam Praktik Sosial: Studi Kasus Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Kabupaten Buleleng dalam Epistemé, 9(2)

Rosidi, I. (2016). Muslim Saleh atau Radikal: Prospek Toleransi Agama di Indonesia Pasca-212 dalam Jurnal Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 8(2).

Rosyid, M. (2014). Keselarasan Hidup Beda Agama dan Aliran: Interaksi Nahdliyin, Kristiani, Buddhis, dan Ahmadi di Kudus dalam Jurnal Fikrah, 2(1).

Sobur, A. (2009). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sudibyo, A. (2009). Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta: LKiS.

Syuderajat, F. (2018). Idiologi Surat kabar dalam Pemberitaan Terorisme. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 1-12.

Tan, C. (2011). Islamic Education and Indoctrination: The Case in Indonesia. Routledge Research in Education

Yunus, F. M. (2014). Konflik Agama di Indonesia, Problem dan Solusi Pemecahannya dalam Jurnal Substantia, 16(2).




DOI: https://doi.org/10.15575/cjik.v3i1.5034

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Enjang Muhaemin, Irfan Sanusi

Creative Commons License

Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stat View MyStat