Rijal al-Da’wah: Studi Faktor Karismatik Praktisi Dakwah di Kota Bandung

Authors

  • Hajir Tajiri UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/idajhs.v11i2.1914

Keywords:

Da’i, Charismatics, effecitive communication, Personal Quality and Situation Context

Abstract

This study aims to describe charismatic characteristics inherent in some dakwah practitioners in the city of Bandung, which is related to personal quality, epektif communication ability, and social achievement. This research uses descriptive method with qualitative approach. The result shows some of the first charismatic dakwah practitioners, from the aspect of personal quality generally have good personality integrity characteristic, consistent in holding principle, uphold honesty in message delivery and in their daily life. They also aretiqomah carry out da'wah despite the exam at times come to them. Both epices of communication are characterized by intelligence in choosing words, strategies for initiating communication, using humor as a lecture insert, communication style, and their ability to convey diverse topics. Third, community achievement is characterized by their ability to take advantage of crisis situations in society with intelligent solutions provided. An accumulation of courage, intelligence and ability. The implication of one's charisma can be built not only one factor but must be integral starting from the personal quality, competence and context of the situation.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik karismatik yang melekat pada beberapa praktisi dakwah di kota Bandung, yaitu berkait dengan mutu personal, kemampuan komunikasi epektif, serta prestasi kemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasilnya menunjukkan beberapa praktisi dakwah yang tergolong karismatik itu pertama, dari aspek mutu personal umumnya memiliki ciri integritas kepribadian yang baik, konsisten dalam memegang prinsip, menjunjung tinggi kejujuran dalam penyampaian pesan maupun dalam hidup kesehariannya. Mereka juga istiqomah menjalankan dakwah kendati ujian sewaktu-waktu datang menimpa mereka.  Kedua kemampuan komunikasi epektif ditandai dengan kecerdasan dalam memilih kata, strategi mengawali komunikasi, penggunaan humor sebagai sisipan ceramah, gaya komunikasi, serta kemampuan mereka dalam menyampaikan topik yang beragam. Ketiga, prestasi kemasyarakatan ditandai dengan kemampuan mereka memanfaatkan situasi krisis di masyarakat dengan solusi-solusi cerdas yang diberikan. Suatu akumulasi keberanian, kecerdasan dan kemampuan.  Implikasinya karisma seseorang dapat terbangun tidak hanya satu faktor saja melainkan harus integral mulai dari mutu personal, kompetensi dan konteks situasi.

Author Biography

Hajir Tajiri, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

References

Aripudin, A. & Mudhofir. (2014). Perbandingan Dakwah. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Augustia, M. (2016). Analisis Dramaturgi pada Self-Presentation Presenter Program Oshop di OChanel. Jurnal Ilmiah Universitas Bakrie, (4)1,

Efley, J. L., (2015). Weber’s Theory of Charismatic Leadreship: The Case of Muslim Leaders in Contemporary Indonesians Politics. International Journal of Humanities and Social Science. 5(7) July 2015.

Haris H. dan Fikroh S. (2011). Hubungan Antara Tingkat Preferensi Kepada Komunikator Dakwah dengan Perilaku Beragama Jamaah Pengajian H. Aam Amiruddin dan Hj. Farida Fauzy di Kota Bandung. Prosiding SnaPP, 139-147.

Ma’arif, B. S. (2010). Pola Komunikasi Dakwah KH. Abdullah Gimnastiar dan KH. Jalaluddin Rakhmat, MIMBAR Jurnal Sosial dan Pembangunan, 25(2) (Juli-Desember 2009)

Mulyana, D. 2008. Komunikasi Efektif, Cetakan ketiga. Bandung: Rosdakarya.

Mustar, S. (2015). Kepribadian Da’i dalam Berdakwah. Jurnal Tarbiyah, (22)1, 87-113.

Nitin, P. B. (2017). Analisis Gaya Komunikasi Ahmad Faiz Zainudin. eJournal Ilmu Komunikasi, (5)3, 376-387.

Refdian. (2013). Analisis Deskriptif Gaya Komunikasi Ustadz Sholeh Mahmud dalam Berdakwah. Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta.

Rifanudin, A. (2007). Etika Tabligh. Bandung: PRD Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Published

2017-12-30

How to Cite

Tajiri, H. (2017). Rijal al-Da’wah: Studi Faktor Karismatik Praktisi Dakwah di Kota Bandung. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 11(2), 293–310. https://doi.org/10.15575/idajhs.v11i2.1914

Citation Check

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.