Bimbingan Regulasi Emosi untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Pasien Hemodialisis
DOI:
https://doi.org/10.15575/irsyad.v13i2.48741Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi psikologis pasien hemodialisis pada masa awal diagnosis, proses bimbingan regulasi emosi yang diberikan oleh tenaga kesehatan, serta perubahan penerimaan diri pasien setelah mendapatkan bimbingan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami tekanan emosional seperti kecemasan, ketakutan, dan penolakan. Tenaga kesehatan memberikan bimbingan regulasi emosi secara informal melalui komunikasi empatik dan dukungan psikologis berkelanjutan. Setelah mendapatkan bimbingan, pasien mulai menunjukkan peningkatan dalam penerimaan diri, seperti menerima kondisi dengan lebih terbuka dan menjalani terapi secara kooperatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalani proses penerimaan diri secara lebih sehat dan adaptif.
Kata Kunci : Regulasi Emosi; Penerimaan Diri; Pasien Hemodialisis; Bimbingan



