MANAJEMEN LABORATORIUM SAINS UNTUK MENINGKATKAN ‎MUTU PEMBELAJARAN
DOI:
https://doi.org/10.15575/isema.v5i2.9308Abstract
Laboratorium merupakan tempat pengamanatan, percobaan, latihan dan pengujian konsep pengetahuan dan teknologi. Pengelolaan laboratorium sains meliputi perencanaan, pengorganisasian, regulating, pencatatan, pemeliharaan, dan pendanaan. Fungsi laboratorium sains untuk meningkatkatkan mutu pembelajaran siswa bergantung pada pandangan guru yang bersangkutan terhadap sains dan belajar (learning). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan manajemen laboratorium sains. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa tahapan dalam manajemen laboratorium sains untuk meningkatkan mutu pembelajaran di Madrasah Aliyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung. Pada tahap perencanaan meliputi penentuan dan pengadaan alat dan bahan, penggunanaan laboratorium sains, kemudian penyusunan program kerja dan yang terakhir yaitu penentuan sumber daya manusia yang terlibat di laboratorium sains. Tahapan pengorganisasian meliputi job description yaitu pembagian tugas yang jelas bagi para personil petugas di laboratorium, kemudian penjadwalan praktikum di laboratorium sains. Dan tata tertib agar proses kegiatan praktikum di laboratorium sains berjalan dengan efektif dan efisien. Tahapan pengadministrasian meliputi daftar hadir praktikum, buku inventaris, kartu peminjaman alat dan bahan, buku harian praktikum, kartu alat atau bahan yang rusak, dan buku rekap kegiatan praktikum bulanan. Tahapan pendanaan yaitu pembiayaan untuk seluruh kegiatan laboratorium sains bersumber dari anggaran Madrasah Aliyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung yang berupa biaya praktikum peserta didik per bulannya. Faktor pendukung manajemen laboratorium sains untuk meningkatkan mutu pembelajaran di Madrasah Aliyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung diantaranya alat dan bahan yang sangat memadai dan menunjang untuk proses praktikum. Sedangkan faktor penghambat diantaranya zat banyak yang kadaluarsa, sehingga memperhambat dalam proses praktikum. Adapun solusi terhadap hambatan dalam manajemen laboratorium sains untuk meningkatkan mutu pembelajaran yaitu perlu adanya evaluasi setiap semester dalam pengelolaan laboratorium sains.
References
Badrudin, B. (2015). Dasar-Dasar Manajemen. Alfabeta.‎
Decaprio, R. (2013). Tips Mengelola Laboratorium Sekolah (IPA, Bahasa, ‎Komputer dan Kimia). Diva Press.‎
Fattah, N. (2017). Landasan Manajemen Pendidikan. Remaja Rosda Karya.‎
Hadis, A., & Nurhayati, N. (2014). Manajemen Mutu Pendidikan. Alfabeta.‎
Jahari, J., & Syarbini, A. (2013). Manajemen Madrasah: Teori, Strategi, dan ‎Implementasi. Alfabeta.‎
Muljono, P. (2006). Standar Proses Pembelajaran. Buletin BNSP, 1(1).‎
Muna, I. A. (2016). Analisis Pelaksanaan Kegiatan Praktikum IPA di Prodi ‎Pendidikan Guru MI Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo. Kodifikasia: Jurnal ‎Penelitian Islam, 10(1), 109–131.‎
https://doi.org/10.21154/kodifikasia.v10i1.810‎
Nasution, M. N. (2005). Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management). ‎Ghalia Indonesia.‎
Permen PAN RB No 3 Tahun 2010 Tentang Jabatan Fungsional Pranata ‎Laboratorium Pendidikan dan Angka Kreditnya, 1999 Peraturan Nasional, ‎Menteri Pendidikan Negara, Kepala Badan Kepegawaian 02/V/PB/2010, ‎NOMOR 13 2 (2010).‎
Rifandi, A. (2013). Mutu Pembelajaran dan Kompetensi Lulusan Diploma III ‎Politeknik. Cakrawala Pendidikan: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1, 125–138. ‎https://doi.org/https://doi.org/10.21831/cp.v5i1.1266‎
Sallis, E. (2006). Total Quality Management in Education (Manajemen Mutu ‎Pendidikan). IRCiSoD.‎
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.‎
Undang Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, ‎‎(2003).‎
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).