Eskatologi Mulla Sadra: Kebangkitan setelah Kematian

Rizki Rizki Supriatna

Abstract


Eskatologi merupakan kajian yang paling paling penting di dunia filsafat dan teologi karena membahas tentang keyakinan kepada hal yang mistik, atau di luar nalar manusia. Akan tetapi kajian ini tetap menjadi kajian yang sangat menarik untuk dibahas apalagi pada zaman sekarang ketika manusia sudah tidak percaya lagi akan sebuah kematian dan kebangkitan. Pembahasan eskatologi ini telah berakhir dan dibakukan oleh filusuf modern yaitu Al-Ghazali dengan serangan-serangannya terhadap para filusuf dan pemikiranya yang terdapat dalam kitab Tahafut Al-Falasifah. Membuat kemunduran para pengkaji ilmu filsafat. Akan tetapi dengan kemunculan filusuf modern yaitu Mulla Sadra, dengan pemikiran-pemikiranya membuat hidup kembali kajian eskatologi dan filsafat-filsafat lain.

Eskatologi merupakan ilmu yang membahas kebangkitan setelah kematian, yang mana membicarakan tentang nasib manusia setelah mati, tempat balasan, surga dan neraka dan yang lainya. Kajian eskatologi ini merupakan kajian yang harus kita ketahui, karena dalam kajian ini memahas keimanan manusia, pakah dia beriman atau mereka tidak mengimaninya. Bagi yang beriman maka akan selamat bagi yang tidak akan mendapat siksa.

Eskatologi juga membahs tentang jiwa dan bentuk jiwa serta nasib jiwa, jiwa merupakan hal yang paling mendasar dalam diri manusia, karena jiwa yang menggerakan tubuh supaya dapat bergerak. Serta ketika badan ini mati, jiwa akan terus hidup dan akan menuju kesempurnaanya. Badan ini akan mengalami kehancuran tapi jiwa tetap pada keabadian, jiwa tidak mati, hancur, bahkan tidak menghilang.

Jiwa ini akan mendapatkan tubuh fisik baru tetapi bukan dari pemberian atau perpindahan jiwa terhadap tubuh lain. Billa seperti itu maka itu disebut reinkarnasi. Dan reinkarnasi itu mustahil karena jiwa yang sudah mendapatkan derajat tinggi akan kembali pada derajat yang rendah, jadi tidak mungkinan reinkarniasi itu. Jiwa akan mendapatkan tubuhnya sendiri hasil dari proyeksi atau mengeluarkan jati dirinya. Dan itu dihasilkan dari kepribadian serta karakteristik-nya pada masa hidup di alam duniawi.  Manusia hidup satu kali, mati satu kali dan dibangkitkan satu kali, hidup manusia itu satu alur yaitu kedepan tidak memiliki alur lain. Dengan begituh manusia akan sampai pada bentuk kesempurnaan dan akan bertemu denganTuhanya.


Keywords


Mulla Sadra, Eskatologi, Jiwa, Reinkarnasi,

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abbas, Zainal Arifin. (1984). “Perkembangan Pemikiran Terhadap Agama”. Jakarta: Pustaka Al- Husna.

Abdillah. (2015). “Eskatologi Kematian dan Kemenjadian Manusia”. Jurusan Filsafat Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jurnal JAQFI.

Abdulrahman, Syaikh Ali. (2010). “Ekspedisi Alam Akhirat”. Terjemah oleh, Abdul Aziz. Judul Asli : “Rihlah Ila al-dar al-Akhirah”. Jakarta: Embun Litera.

Al-Ghazali. (2009). “Dibalik Tabir Kematian” diterjemahkan oleh Abdul Rosyad Shidiq Jakarta: Khatulistiwa Press.

Al-Jauziyah, Ibn Qayyim. (2005). “Menjelajah Alam Ruh”. Terjemah Salafudin Abu Sayid, Judul asli Muhtashar Ar-Ruh li Ibn Qayyim Al-jauziah, cet. II. Solo: Pustaka Arafah.

Al-Mustafawi. (2009). “Al-Tahqiq fi Kalimat al-Qur’an Al-Karim”. Lebnon: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.

Al-Qarni, Aidha. (2003). “Drama Kematian”. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.

Al-Sayyid, Sabiq. (1990). “Aqidah Islam: Pola Hidup Manusia Beriman”, Bandung: Diponegoro.

Al-Taftazani. (1409 H) “Syarah Al-Maqasid”, Jilid ke-5, Iran: Mansyurat Syarif Al-Radi.

Al-Walid Khalid. (2012). “Perjalan Jiwa Menuju Akhirat,Filsafat Eskatologi Mulla Sadra”. Jakarta: Sadra Press.

Ageles, Peter A. (1981). “Dictionsry of philosophy”, New York: Barnes dan Noble Books,

Ahwani, Al, A.F. (1952) “Ibn Sina: Rislah fi Ma’rifah al-Nafs al-Natiqah wa Ahwaliha”. Kairo, Dar al-Ma’arif.

Anwar, Rosihon. (2008). “Aqidah Akhlak “, Bandung: Pustaka Setia.

Arnel Iskandar. (2014). “Azab dalam Eskatologi Ibn ‘Arabi”, Vol.39 No.1, Jurnal Pemikiran Islam An-Nida.

As-Syarani, Abd Wahab. (2003). “Beranda Sang Sufi, Jejak Langkah Kaum Arif Dari Para Sahabat Sampai Ahli Fiqih”, Jakarta: Hikmah,

Asy’arie, Musa. (2002) ”Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berfikir”. Cet. Ke-3 Yogyakarta: LESFI.

As-Suyuthy, Jalaluddin. (2007). “Al-Itqam fi Ulum Al-Qur’an”, Mesir: Darr al-Salam,

(1360)“Muqodimah bar Al-Sawahid Al- Rububiyyah fi Al-Manahi”. Masyad: Markaze Nasr Donesgohi.

Asyur, Abdul Latif. (2000). “Kenikmatan Dunia Hanyalah Sedikit Dibanding Akhirat”. Tk: Cendekia Sentra Muslim.

Azhari, Akyar.(2004). “Psikologi Umum dan Perkembangan”. Jakarta: Penerbit Teraju.

Bagir, Haidar. (2005). “Buku Saku Filsafat Islam”. Bandung: PT. Mizan Pustaka,

Bagus, Lorens. (1996) “kamus filsafat”. Ed. 1. Jakarta: Gramedia.

Bakti, Hasan Nasution. (2006). “pengantar filsafat Islam Kontemporer”, Bandung: Cinta Pustaka Media.

Bakhtiar, Amsal. (2001). “Eskatologi dalam Perdebatan antara Al-Ghazali dan Ibn Rusyd” dalam Mimbar Agama dan Budaya, Vol. XVIII, No. 4 Jakarta:

Bernstein, Alan E. (1993). “The Formation of Hell: Deat and Retributionin The Anicient and Early Chiristian Worlds”. Ithaca: Cornell Universty Perss.

Budiono M. A. (2005) “Kamus populer Internasional”, Surabaya

Bungin, M Burhan. (2011). “Penelitian Kualitatif, Kamunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya”, Jakarta: Kencana.

Burel, David B. “Existence Deriving From “The Existent”: Mulla Sadra’s Dialectic with Ibn Sina and Ibn Al-Arabi” Tulisan ini dapat di akses di WWW.mullaSadra.org

Chaplin, P. (2006) “Kamus Lengkap Psicologi”. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Corbin, Henry. (1363). “Muqadimah” dalam Mulla Sadra, Al-Masya’ir”, Tehran: Kitob Khoneye Thohur.

Dagun, Save M. (1990). “Filsafat Eksistensialisme”, Jakarta: Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1990). “Kamus Besar Bahasa Indonesia”. Jakarta: Balai Pustaka.

Departemen Agama.(1990) “Al-Qur’an dan Terjemahnya”. Semarang: PT. Tanjung Mas Inti Semanarang.

Dinahi, Ghulam Husayn Ibrahi. (1993). “Qawaid kulli Falsafi dar falsafeye Islami”. Teheran: Pezuhisgoh.

Durkhem. Emile. (2011) “The Elementar Forms of The Religious Life”. Cet. Ke-1 Terjemah oleh Inyiak Ridwan Muzir, dan M.Syukri Yogyakarta: IRCiSoD.

Edward, Paul (ed), “Eschatology”. Encylclopedia of Philosophy”, Vol.3 New York: Macmillian Publishing Co. Jac & The Free Ress.

Eliade, Mircade. (1987). “Escatology”, enclyclopedia of religion”, Now York: Macmilla Publishing company.

Encyclopedia, Britannica, Retrieved 12 November 2008

Encyclopedia, Columbia, edisi ke-6 2001.

Fakhry, Majid. (2970). “A History of Islamic Philosophy”. Now York: Colombia University.

Farhad. (2002). “Tradisi-tradisi intelektual islam”. Jakarta: Penerbit Erlangga,

Graw, Mc. John J. (2004). “Brain dan Belief: Exploration of the Human Soul”. Aegis press.

Hamka. (1985). “Tasawuf Modern”. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Hasan, Fuad. (1992) “Berkenalan dengan Eksistensialisme”. Cet. Ke-5 Jakarta: Pustaka Jaya.

Hasan, M. Umar Ali. (1979). “Alam Kubur (Barzakh) Digali dari Al-Qur’an dan Hadist,”. Semarang: Toha Putra.

Hasan, Syamsi. (2003). “Neraka: Kedasyatan Siksaan dan Rintihan”. Surabaya: Amelia.

Hikmah, H Yahya. “kematian”. dilihat tanggal 28 Juni 2019, dari http://blognyafitri.wordpress.com/2012/05/20/hikmah-kematian

Hude, Darwin el al. (20020. “Cakrawala Ilmu dalam Al-Qur’an”.Jakart: Pustaka Firdaus.

Hoeven, Van. (1987) “Ensiklopedia Indonesia 111, CESHAM”. Jakarta: PT. Ictiar Baru.

Kartanegara, Mulyadhi. (2006). “Menyelami Lubuk Tasawuf”. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kartini. (1980). “Pengantar Metodelogi Research Sosial”. Bandung: Angkasa.

Khatami, Farhang. (1370) “Ilmu Kalam”. Jilid ke-1 Tehran: Nasyar Shaba, 1370.

Lagha Ali Muhammad. (1999). “Perjalanan Kematian”. Jakarta: Serambi.

Manan, Abdul. “Misteri Kehidupan Sesudah Mati; Renungan Dikala Senja”. Jakarta: An-Nur, 2007.

Marhan, S. Royani. “Panduan Ringkasan Mengenal Kehidupan Abadi setelah Mati: Kiamat dan Akhirat”. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2012

Ma’sumi, Farnas. “Life After Death: Hidup setelah Mati”. Terjemah: T. Hermaya Jakarta: PT.Gramedia, 2000.

Mahir Ahmad. (2007). “Misteri Kematian dan Alam Barzakh”. Terjemah: Tiga Serangkai. Solo: Era Itermedia,

Moody, Raymond A. “Hidup Sesudah Kematian”. Jakarta: Gramedia, 1991.

Mubarok, Ahmad. “Psikologi Qur’ani”. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001.

Muckerman, Norman J. CSSR, “Menyingkap Keajaiban Rahasia di Balik Kehidupan Kematian Akhirat”. Jakarta: Fidei, 2005.

Murtiningsih, “Kematian Menurut Kaum Sufi”. Jurnal Al-Hikmah, Vol.20 No.2, (2015).

Mustafa, Daryati. (1420). “Ghurar Al-Hikam wa Ghurar Al-Kalam”. Qom: Daftar Tablighat Islomiy.

Mustaqim, Abdul. “Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir”. Yoyakarta: Idea Press, 2014.

Mutmainah, Siti Ikhwanul. “konsep jiwa setelah mati menurut pandangan mulla sadra”. Skripsi, fakultas Ushuluddin jurusan Aqidah dan Filsafat Islam UIN Jakarta (2015).

Nasr, Seyyed Hosein (ed). “Ensiklopedi Tematis Spiritualitas Islam”. Bandung: Mizan, 2002.

Nasution, Harun. “akal dan wahyu dalam islam”. jakarta: UI Press, 1986.

Nasution, S. “Metode Risearch (Penelitian Ilmiah)”. Cet. 12. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.

Nurkhalis. (2011). “Pemikiran Filsafat Islam Perspektif Mulla Sadra”. Vol.13 No.2 Jurnal Substantia.

Phan, Peter C. “101 Tanya Jawab Tentang Kematian dan Kehidupan Kekal”. Yogyakarta: Kanisius, 2005

Pulungan, Muammar Syahid. “Eskatologi Dalam Al Qurān”. jurnal, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan, (2014).

Qasim, Muhmud. “Fi an-Nafs wa al-‘Aqlli Falasafiah al-‘Ighriq wa al-Islam”. Cet. IV Kairo: Maktabah al-Injilu al-Mishriyah, 1969.

Rahmat. “Membaca dan Menulis Satra”. Jakarta: Gramedia, 1983.

Rahman, Fazlur. “Tema Pokok Al-Qur’an” Bandung: Pustaka, 1996.

Rahman, Fazrur. The philosophy of Mulla Sadra, Pustaka, 1979.

Rahmat, jalaluddin. “Memaknai Kematian Agar Mati Menjadi Istirahat Paling Indah”. Depok: Pustaka Iman, 2008.

Rayan, Muhammad Ali Abu. “Tarikh al-Fikr al-Falsafi Fil Islam” al-Iskandariyah, dar al-Jami’at al-Mishriyah, 1984.

Reza, Syah. “Konsep Jiwa dalam Pandangan Ibn Sina”, Jurnal Kalimah, Vol.12 No.2 (2014).

S.J. Leahy, Louis. “Manusia Sebuah Misteri” Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1993.

Sadra, Mulla. “Al-Masya’ir” ( Perjalanan Metafisik).

Syarh Al-Hidayah Al-Atsiriyah (Komentar terhadap kitab petunjuk yang berkesan).

“Syarh Al-Usul Al-Kahfi”. Qom: Kitab Khoneye Mar’asyi Najafi, 1335

“Al-Hikmah Al-Muta’aliyyah Al-Asfar

Saleh, Abdul Rahman, Muhbib Abdul Wahab. “Psikologi Suatu Pengantar Ilmu Perspektif Islam” Jakarta: Prenada Media, 2004.

Salsabila, Aini. “Kajian Islam Filosofis : Al-Hikamah al-Muta’aliyah Karya Mulla sadar”. jurnal, (2017).

Sibawaihi. “Eskatologi Al-Ghazali”. San Fazlur Rahman, “Komparatif Epistimologi Klasik-Kontemporer”. Yogyakarta: Penerbit Islamika, 2004.

Shihab, M Quraish. “Perjalanan Menuju Keabadian, Surga dan ayat-ayatTahlil”. Jakarta: Lentera Hati, 2001.

“¬Wawasan Al-Quran”. Bandung: Mizan, 1996.

Sina, Ibn. Al-Mabda’ wa Al-Ma’ad, Tehran: Donesgoh Tehran, 1363.

“Asy-Syifa; ath-Thabi’iyyah”. Kairo: Haiah Mishriyah al-‘Ammah lil Kitabah, 1975.

Sobari, Malikheh. (1419). “Alam Mitsal va Tajarud Khiyo”, Vol.12, Tehran: Omuzise Farhangge, Jurnal Kherad Nomeh Shadro

Subhani, Ja’far, “Al-Ilahiyat”. Qom: Muasasa Nasr Al-Islami,1416.

Suja’i, Ahmad. “Eskatologi: suatu perbandingan antara Al-Ghazali dan Ibn Rusyd”, Skripsi, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (2005).

Surakhmand, Winararto. “Pengantar Penelitian Ilmiyah”. Bandung: Tarsito. 1998.

Sipriyadi, Dedi. “Pengantar Filsafat Islam, (Lanjutan) Teori dan Praktik “ Bandung: Pustaka Setia, 2010.

Suryabrata, Sumardi. “Metodologi Penelitian”. Cet.25, Jakarta: Rajawali Pers, 2014.

Suryadi, Rohmad. “Eskatologi Menurut Ajaran Zoroaster dan Islam”. Skripsi, Institut Agama Islam Sunan Ampel Surabaya Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama, (1999)

Tafsir, Ahmad. (1993). “Filsafat Umum, Akal dan Hati Sejak Thales dan James”. cet.3, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Thabathaba’I, Muhammad Husein. (2013). “Kehidupan setelah Kematian”. Terjemahan oleh Musa Kazhim (ed.) Jakarta: Mizan, 2013.

Thabathaba’I, Muhammad Husein. Muqaddimah, pada Mulla Sadra, Al-Masya’ir Qom: Chop Bidor

Thabathaba’i,. (1415) “Bidayah al-Hikam”. Qom: Muasasah al-Nasyr al-Islamiah.

Tim Pustaka Phionox. (2008). “Kamus Besar Bahasa Indonesia”. Edisi Baru, cet. 3. Jakarta Barat: PT. Media Pustaka Phionox, 2008.

Tim Penulis Rosda. (1995). “Kamus Filsafat”, cet.1 Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wiryadinata, Lukas. (2004). “Mengapa Kematian Terjadi?:Sebuah Renungan atas Kematian”. Yogyakarta: Pustaka Nusatama.

Yanto, Joko Su. (2006). “Berziarah Bersama Allah Menuju Allah”. Yogyakarta: Kanisius.

Toner, P.J. (2005). “Eschatology”,

http://www.ewtn.com/library/HOMELIBR/05528B.TXT

Yunus, Mahmud. “Kamus Besar Bahasa Arab Indonesia”. Jakarta: Hidakarya Agung, 1989.

http://filsafatku79.blogspot.com/2009/02/kematian-dalam-perspektif-filsafat.html


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam

Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Email: jaqfi@uinsgd.ac.id

e-Issn: 2714-9420

p-Issn: 2541-352X


INDEKS

Google Scholar Hasil gambar untuk index copernicus

 

______________