Itsmid sebagai Eyeliner dalam Kosmetika Dunia Muslim: Studi Takhrij dan Syarah Hadis


Syfa Nurhofipah(1*)

(1) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


This study aims to discuss the hadith related to eyeliner. This study uses a qualitative approach through the method of takhrij and syarah hadith analysis of contemporary issues. The results of this study found that the hadith about itsmid is closely related to eyeliner in the contemporary era. The quality status of itsmid hadith is considered authentic so that it can be used as a basis for Islamic practice. The discussion of this study explains that eyeliner has been found since the time of the Prophet known as eye shadow (al-itsmid) as a health to grow eyelashes in addition to sharpening the eyes. While eyeliner in the contemporary era is more used for the beauty of women and the use of eye shadow is more as make up. The conclusion of this study is that the use of eyeliner in the contemporary era is more susceptible to health than eye shadow made from al-itsmid. This study recommends millennials, especially women, to use make-up that is sterile and safe for health.

Keywords


Eyeliner; Hadith; Itsmid

Full Text:

PDF

References


Al-Bantani, M. (2017). Fikih Wanita. Mulia.

Darmalaksana, W. (2018). Paradigma Pemikiran Hadis. Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 2(1), 95–106.

Darmalaksana, W. (2020a). Formula Penelitian Pengalaman Kelas Menulis. Jurnal Kelas Menulis UIN Sunan Gunung Djati Bandung. http://digilib.uinsgd.ac.id/32620/

Darmalaksana, W. (2020b). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Darmalaksana, W. (2020c). Penelitian Hadis Metode Syarah Pendekatan Kontemporer: Sebuah Panduan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadits, 1(5), 58–68.

Darmalaksana, W. (2020d). Prosiding Proses Bisnis Validitas Hadis untuk Perancangan Aplikasi Metode Tahrij. Jurnal Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1, 1–7.

Darmalaksana, W. (2021). Kosmetik Halal sebagai Lifestyle dan Kesehatan: Studi Takhrij dan Syarah Hadis. Pre-Print Kelas Menulis UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Fadila, A. (2021). Bersolek bagi Wanita Karir pada Waktu Ihdad dalam Perspektif Maqashid Syariah. Fakultas Syariah IAIN Bengkulu.

Habiba M. Assegaf, Christina Avanti, R. I. (2018). Efektivitas Pengawet pada Produk Lokal Eyeliner Waterproof terhadap Pertumbuhan Pseudomonas Aeruginosadan Candida Albicans yang Dijual di Pasar Blauran Kota Surabaya. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 7(2), 1686–1699.

Intan Tri Yuniari, D. S. M. (2020). Pengaruh Pengaplikasian Teknik Eyeliner Terhadap Hasil Riasan Koreksi Mata Prominent Eyes untuk Pengantin Muslim Modifikasi. Jurnal Tata Rias, 09, 18–25.

M. Hafil Birbik. (2020). Takhrij Hadits (Metode Penelitian Sumber-sumber Hadits untuk Meminimalisir Pengutipan Hadits secara Sepihak). Ar-Risalah: Media Keislaman, Pendidikan Dan Hukum Islam, 8(1).

Qomarullah, M. (2016). Metode Takhrij Hadits Dalam Menakar Hadits Nabi. EL-Ghiroh: Jurnal Studi Keislaman, XI(02), 23.

Saltanera. (2015). Ensiklopedi Hadis Kitab 9 Imam. Lembaga Ilmu Dan Dakwah Publikasi Sarana Keagamaan, Lidwa Pustaka.

Soetari, E. (2015). Syarah dan Kritik Hadis dengan Metode Tahrij: Teori dan Aplikasi (2nd ed.). Yayasan Amal Bakti Gombong Layang.

Suparjan, N., & Aisyah, S. (2020). Penggunaan Eyelash Extension bagi Perempuan Muslimah Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Salon di Kota Makassar). Jurnal Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2, 69–82.

Ulfa, K. (2014). Studi Tematik Hadits tentang Tata Cara Tidur Nabi Muhammad SAW. UIN Walisongo Semarang.

Waliko, W. (2015). Konsep Iddah dan Ihdah bagi Wanita Karier yang Ditinggal Mati Suaminya (Tinjauan Ma’anil Hadis). Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 10(1).




DOI: https://doi.org/10.15575/jra.v1i2.14728

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Syfa Nurhofipah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

  Moraref