ADAPTASI MODEL PEMBELANJAAN KONVENSIONAL SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KETERJANGKAUAN PLATFORM ONLINE PENYEDIA BAHAN MAKANAN SEGAR DENGAN PENDEKATAN SERVICE DESIGN


Achmad Irsyad Wahyudianto(1*), Andreas Rio Adriyanto(2), Dandi Yunidar(3)

(1) Telkom University, Bandung, Indonesia
(2) Telkom University, Bandung, Indonesia
(3) Telkom University, Bandung, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Agree Mart adalah platform bahan makanan segar online yang tengah menghadapi tantangan keterjangkauan layanan yang menyebabkan masalah retensi pembelian. Keterbatasan merchant yang tersedia menghasilkan pengalaman pengguna yang kurang memuaskan, biaya pengiriman tinggi, dan menjadi ketergantungan pada voucher. Maka dibutuhkan solusi berupa strategi baru dengan memperbaiki Touchpoint yang tersedia saat ini melalui pendekatan Service Design dengan fokus pada jumlah optimal merchant dalam suatu wilayah. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Desain dengan Kerangka Design Thinking dan mempertimbangkan Teori Tempat Sentral dan Teori Mix Marketing sebagai pendukung. Strategi yang diusulkan dibatasi pada tingkat kecamatan dan melibatkan pedagang sayur tradisional sebagai mitra untuk mengatasi keterbatasan jumlah merchant.


Keywords


Touchpoint, Merchant, Agree Mart, Keterjangkauan.

Full Text:

PDF

References


Benyamin, A. P. (2019). Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix Strategy) di Pasarkita Pamulang. Jurnal Pemasaran Kompetitif, 2(3), 1-9.

Berry, L. L., Seiders, K., & Grewal, D. (2002). Understanding Service Convenience. Journal of Marketing, 66(3), 1-17.

Brown, T. (2008). Design Thinking. Harvard Business Review, 86(6), 84.

Clatworthy, S. (2011, August). Service Innovation through Touchpoints: Development of an Innovation Toolkit for the First Stages of New Service Development. International Journal of Design, 5(2), 1-11 & 15-28.

Creswell, J. W., & Guetterman, T. C. (2015). Educational Research. Pearson.

Dharmawan, A. A. (2021). The Application of Central Place Theory in Urban Development. Planning Malaysia, 19(1), 1-10.

Grimes, J., & Stickdorn, M. (2016). Service Design: A Practical Introduction. Bloomsbury Publishing.

Gupta, S., & Vajic, M. (2000). The Contextual and Dialectical Nature of Experiences. New Service Development: Creating Memorable Experiences, 15, 33-51.

How to Apply a Design Thinking, HCD, UX, or Any Creative Process from Scratch. (n.d.). Diakses pada 30 Mei 2023, From https://medium.com/digital-experience-design/how-to-apply-a-design-thinking-hcd-ux-or-any-creative-process-from-scratch-b8786efbf812

Kotler, & Amstrong. (2001). Prinsip - Prinsip Pemasaran. Erlangga Jakarta.

Meinel, C., Leifer, L., & Plattner, H. (2011). Design thinking: Understand-Improve-Apply (pp. 100-106). Berlin, Heidelberg: Springer.

Rigby, D. (2012). The Geography of Economic Change: Between globalization and Regionalisation. Progress in Human Geography, 36(3), 354-372.

Schweitzer, J., & Kasper, T. (n.d.). Service Design as an Approach to Innovating and Improving Public Services. Journal of Innovation Management, 3(4), 13-28.

Simons, L. P., & Bouwman, H. (2005). Multi-Channel Service Design Process: Challenges and Solutions. International Journal of Electronic Business, 3(1), 50-67.

Soewardikoen, D. W. (2019). Metodologi Penelitian: Desain Komunikasi Visual. Kanisius.

Stein, A., & Ramaseshan, B. (2016). Towards the identification of customer experience touch point elements. Journal of Retailing and Consumer Services, 30, 8-19.

Storper, M. (1997). The Regional World: Territorial Development in a Global Economy. Guilford press.




DOI: https://doi.org/10.15575/jim.v4i2.29266

DOI (PDF): https://doi.org/10.15575/jim.v4i2.29266.g9497

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
 
 Lisensi Creative Commons
View My Stats