RASIONALITAS SEBAGAI BASIS TAFSIR TEKSTUAL (Kajian atas Pemikiran Muhammad Asad)

M.Taufiq Rahman

Abstract


Melalui analisa kritis dan kajian fenomenologis, penulis dengan jelas dapat melihat konsep Asad mengenai tafsir Al-Qur’an. Diakui bahwa dalam mengidentifikasi prinsip-prinsip Islam mengenai negara dan pemerintahan, Asad hanya mendasarkannya pada teks Al-Qur’an dan Sunnah yang merupakan syariah Islam yang nyata dan abadi. Karena hal ini, ia mengeluarkan fikih dan lebih luas lagi segala sesuatu dan aktifitas yang tertinggal yang tidak dispesifikkan oleh Pembuat hukum (Allah dan Rasulnya) – baik perintah maupun larangan dalam hubungannya dengan Nash - seharusnya tidak dianggap sebagai hal yang mubah dalam pandangan syariah dan oleh karena itu menuntut ijtihad (pemikiran yang mandiri).


Keywords


Textual Exegesis; Rationality; Ijtihad.

Article metrics

Abstract views : 361 | PDF views : 23


DOI: https://doi.org/10.1557/al-bayan.v1i1.1668

Full Text:

PDF

References


Asad, Muhammad. Islam at the Crossroads, cet. iv. Punjab: Arafat Publications, 1947.

Asad, Muhammad. Islamic Constitution Making. Los Angeles: University of California Los Angeles (UCLA), 1961.

Asad, Muhammad. The Message of the Qur’an. Dar al-Andalus, Gibraltar, 1980.

Asad, Muhammad. The Principles of State and Government in Islam. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust, 2000.

Asad, Muhammad. This Law of Ours and Other Essays. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust, 2000.

Harder, Elma Ruth, (Tr.). “Muhammad Asad and The Road to Mecca (Text of Muhammad Asad’s Interview with Karl Gunter Simon)”, dalam Islamic Studies, 37:4, (1998).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Al-Bayan Visitors

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.