Rivalitas Purnawirawan Jenderal Militer dalam Pemilihan Presiden 2019
DOI:
https://doi.org/10.15575/politicon.v1i2.5963Keywords:
Purnawirawan Militer, Pemilihan Presiden, PolitikAbstract
Telah tercatat tiga kali pemilihan presiden sejak 2004 untuk dipilih langsung oleh rakyat. Berbagai kekuatan politik tentu saja melekat dalam pertarungan politik, karena sebagai pemimpin negara dan pemerintahan, Presiden memiliki otoritas yang sangat besar, itulah sebabnya banyak pihak ikut serta dalam proses memenangkan pemilihan presiden. Tidak terkecuali bagi pensiunan jenderal militer yang terlibat dalam dunia politik praktis, mereka berpartisipasi dalam pemilihan Presiden. Dengan basis kekuatannya, tentu akan menarik ketika pensiunan jenderal militer mengeluarkan semua kekuatan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan mencari literatur dalam bentuk buku, jurnal dan makalah dengan analisis menurut Masri dan Sofian. tujuan dari artikel ini adalah untuk menyajikan peta kekuatan dan persaingan antara masing-masing perwira militer pensiunan yang ditemukan dalam dua kandidat untuk presiden Republik Indonesia 2019. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kekuatan politik seorang pensiunan jenderal militer memiliki pengaruh sendiri, sebagaimana dibuktikan dari jaringan dan materi yang terkandung di dalamnya di kedua kandidat presiden 2019.
References
Andrew Heywood. (2014). Politik. Alih Bahasa: Ahmad Lintang Lazuardi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Anggoro, T. (2019). Politik Patronase dan Klientelisme Purnawirawan Tni Pada Pemilu Legislatif. Jurnal Ilmu Pemerintahan: Kajian Ilmu Pemerintahan Dan Politik Daerah, 4(1), 64–74.
Ikrar Nusa Bhakti. (1999). Tentara Mendamba Mira: Hasil Penelitian LIPI tentang Pasang Surut Keterlibatan ABRI dalam Kehidupan Kepartaian di Indonesia. Bandung.
Kadarsih, S., & Sudrajat, T. (2011). Analisis Terhadap Hak Pilih TNI dan Polri dalam Pemilihan Umum. Jurnal Dinamika Hukum, 11(1), 48–61.
Kardi, K. (2015). Demokratisasi Relasi Sipil–Militer pada Era Reformasi di Indonesia. MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi, 231–256.
Masri, S., & Effendi, S. (1989). Metode penelitian survei. LP3Es, Jakarta.
Nurhasanah Leni. (2013). Keterlibatan Militer Dalam Kancah Politik Di Indonesia. Jurnal Tapis, 9 No.1, 1.
Said, S. (2013). Dari Gestapu Ke Reformasi, Serangkaian Kesaksian. Bandung: Mizan.
Salim Said. (2001). Tentara Nasional Indonesia Dalam Politik: Dulu, Sekarang dan Masa Datang. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Sebastian, L. C. (n.d.). Iisgindarsah,(2013),“. Taking Stock of Military Reform in Indonesiaâ€, in Rüland, J., Manea, MG and Born, H.(Eds), The Politics of Military Reform Experiences from Indonesia and Nigeria, Springer, New York, NY, 29–56.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).