Strategi Dakwah Pengentasan Kemiskinan Majelis Tarbiyyah Garut

Authors

  • Ridwan Mustopa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/anida.v18i2.5072

Keywords:

Strategi dakwah, Majelis Tarbiyyah, Kemiskinan

Abstract

Poverty is a path to crime, immorality and iniquity. Its presence in people's lives requires handling. The presence of Dhuafa wallet in Garut is a very desirable solution. This study aims to describe the steps that the dhuafa wallet organization of Majlis Tarbiyah has in alleviating poverty, especially in Bojong Wanaraja Garut. Research uses descriptive methods in qualitative approaches. The results of the study show that the steps of da'wah that are sought start from planning, implementation and evaluation. In the planning stage, steps begin with setting goals, arranging programs, scheduling, setting procedures and budgeting. At the implementation level there are two forms of treatment: routine and programmed coaching, in the form of weekly recitation every Saturday night after sunset, as the implementation of spiritual propaganda, consumptive financial assistance in the form of direct assistance to assisted participants and productive financial assistance, namely financial assistance to participants in the form of rolling business capital. Da'wah evaluations once a month, which are usually evaluated monthly programs that have been implemented. Based on the evaluation, the two types of assistance have been running, even though their achievements have not been optimal.

Abstrak

Kemiskinan merupakan jalan menuju kriminalitas, kemaksiatan dan kedurhakaan. Keberadaannya dalam kehidupan masyarakat memerlukan penanganan. Kehadiran dompet dhuafa di Garut menjadi solusi yang sangat diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan langkah-langkah yang dimiliki lembaga dompet dhuafa Majlis Tarbiyah dalam pengentasan kemiskinan khususnya di Bojong Wanaraja Garut. Penelitian menggunakan metode deskriftif dalam pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan langkah-langkah dakwah yang diupayakan dimulai dari perencanaan, implementasi dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, langkah dimulai dengan penetapan tujuan, menyusun program, penjadwalan, penetapan prosedur dan Penganggaran. Pada tingkat implementasi dilakukan dua bentuk perlakuan: pembinaan secara rutin dan terprogram, dalam bentuk pengajian mingguan setiap malam sabtu setelah magrib, sebagai implementasi dakwah ruhaniyah, pemberian bantuan dana konsumtif berupa bantuan yang langsung diberikan kepada peserta binaan dan bantuan dana produktif yaitu bantuan dana  kepada peserta dalam bentuk modal usaha bergulir. Evaluasi dakwah satu kali sebulan, yang dievaluasi biasanya program bulanan yang telah dilaksanakan. Berdasarkan evaluasi dua jenis bantuan tersebut  telah berjalan, meskipun pencapaiannya belum maksimal.

References

Al-Bayanuni, M.A.F. (1993). al-Madkhal ila, Ilm al-Dakwah. Beirut: Muassasah al-Risalah.

Anwar, H.S.(2011), Dakwah Pengentasan Kemiskinan dalam Pendekatan Teori Mc. Clelland. Jurnal Ilmu Dakwah: Homiletic Journal for Islamic Studies, 5(17), 377-394.

Ardani, M. (2006). Fiqih Dakwah. Jakarta: PT. Mitra Cahaya Utama.

Ash-Shiddieqie, T.B. (2006). Pedoman Zakat. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.

Atabik, A. (2015). Peranan Zakat dalam Pengentasan Kemiskinan. ZISWAF, 2(2), 339-561,

David, F.R. (2002).Manajemen Strategi Konsep. Jakarta: Prenhallindo.

Bachtiar, W. (1997). Metode Penelitian Ilmu Dakwah. Jakarta: Logos.

Haryanto, R. (2012). Pengentasan Kemiskinan melalui Pendekatan Wakaf Tunai. Al-Ahkam, 7(1),178-200.

Huraerah, A. (2013). Strategi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia. Pemberdayaan Komunitas, Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial 12( 1), 1-13.

Ilmi, S.( 2017). Konsep Pengentasan Kemiskinan Perspektif Islam. Al-Maslahah, 13(1),67-84.

Kuncoro (2014). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran Dan Pendidikan Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Jawa Timur 2009-2014. Tesis. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Mahfud, S.H. (2004). Nuansa Fiqih Sosial. Yogyakarta : LKIS, Pustaka Pelajar.Mceachern, W.A. (2000). Makro Ekonomi Pendekatan Kontemporer, (Jakarta: Salemba Empat.

Munir,M. & Ilahi, W. (2009). Manajemen Dakwah. Jakarta: Kencana.

Rahman, A.dkk.(2011).Analisis Model Dakwah Keislaman pada Usaha Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus di PT Jatinom Indah di Desa Jatinom Kecamatan Kanigoro Blitar Jawa Timur). Journal Article, 1-7.

Ras, A. (2013). Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan. SOCIUS, XIV(..), 56-63.

Sanjaya, W. (2007). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sudibia, I.K. (2013). Bebetapa Strategi Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Piramida, IX (1), 1 – 14.

Sutikno dkk. (2010). Pemilihan Program Pengentasan Kemiskinan melalui Pengembangan Model Pemberdayaan Masyarakat dengan Pendekatan Sistem. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 11(1),135-147.

Downloads

Published

2019-06-25

How to Cite

Mustopa, R. (2019). Strategi Dakwah Pengentasan Kemiskinan Majelis Tarbiyyah Garut. Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah), 18(2), 125–140. https://doi.org/10.15575/anida.v18i2.5072

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.