Strategi Dakwah dalam Merawat Pluralitas di Kalangan Remaja

Muhammad Qadaruddin Abdullah, Dinul Fitrah Mubarak

Abstract


Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi turut mendukung proses transformasi pengetahuan, ideologi serta paham kegamaan, sehingga remaja dengan mudah mengonsumsi berbagai paham (terutama radikalisme) melalui media sosial. Hadirnya media sosial tidak ada lagi batas ruang antara satu agama dengan agama yang lain, antara satu etnis dengan etnis yang lain, sehingga kehadiran media sosial membawa perubahan terhadap kehidupan remaja. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan dan menganalisis strategi dakwah di tengah pluralitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga strategi dakwah dalam merawat pluralitas di kalangan remaja: Pertama, Strategi Struktural; Kedua Strategi Kultural; dan Ketiga Strategi New Media. Implikasi dari penelitian ini mubaligh memahami strategi dakwah pada masyarakat plural.

The rapid development of information and communication technology also supports the process of transformation of knowledge, ideology, and understanding of religiosity, so adolescents can easily consume various understandings (especially radicalism) through social media. The presence of social media no longer limits the space between one religion with another religion, between one ethnicity and another ethnicity, so the presence of social media brings changes to the lives of adolescents. The purpose of this study is to describe and analyze the da'wah strategy in plurality. The method used is descriptive qualitative. The results showed that there were three da'wah strategies in treating plurality among adolescents: First, Structural Strategies; Second, Cultural Strategies; and Third, New Media Strategy. This research implies that missionaries understand the da'wah strategy in a plural society.


Keywords


Strategy, Plurality, Da'wah

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. Q., & Sos, M. (2020). Pengantar Ilmu Dakwah. Penerbit Qiara Media.

Aripudin, A. (2016). Sosiologi Dakwah. Bandung: Remaja Rosdakarya

Aripudin, A., Sambas, S., & Wijaksana, D. (2007). Dakwah Damai: Pengantar Dakwah Antarbudaya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Bungo, S. (2014). Pendekatan Dakwah Kultural Dalam Masyarakat Plural, Jurnal Dakwah Tabligh, 15(2), 209-219. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tabligh/issue/view/47

Farhan, F. (2014). Bahasa Dakwah Struktural Dan Kultural Da’i Dalam Perspektif Dramaturgi, dalam AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman, 1(2). https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/at-turas/issue/view/34

Farihah, I. (2015). Mcdonaldisasi Dakwah Masyarakat Pinggiran, Jurnal Dakwah, 16(1), 19-36.

http://ejournal.uin-suka.ac.id/dakwah/jurnaldakwah/issue/view/179

Fatonah, S. (2014). Difusi Inovasi Teknologi Tepat Guna di Kalangan Wanita Pengusaha di Desa Kasongan Yogyakarta, Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1). http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/komunikasi/issue/view/18

Mahyuddin, M. A. (2019). Sosiologi Komunikasi:(Dinamika Relasi Sosial di dalam Era Virtualitas). Penerbit Shofia.

Mubasyaroh. (2017). Strategi Dakwah Persuasif dalam Mengubah Perilaku Masyarakat, Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 11(2). DOI: https://doi.org/10.15575/idajhs.v11i2.2398

Muhaemin, E. (2017). Dakwah Digital Akademisi Dakwah, Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 11(2), 341-356. DOI: https://doi.org/10.15575/idajhs.v11i2.1906

Muchtar, K., Koswara, I., & Setiaman, A., (2016). Komunikasi Antar Budaya dalam Perspektif Antropologi. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(1) 2016, 113-124. DOI: 10.24198/jmk.v1i1.10064

Nasor, M. (2017). Dakwah Sebagai Instrumen Penanggulangan Radikalisme Di Era Digital, dalam AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, 22(1), 27-50. DOI: https://doi.org/10.32332/akademika.v22i1.613

Pawito, P. (2008). Media Massa Dalam Masyarakat Pluralis, Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2), 72-77.

http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/komunikasi/issue/view/18

Rustandi, R., & Sahidin, S. (2019). Analisis Historis Manajemen Dakwah Rosulullah Saw dalam Piagam Madinah, Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 7(2), 362-387. DOI: 10.24235/tamaddun.v7i2.5503

Sudibyo, A., Hamad, I., & Qodari, M. (2001). Kabar-kabar kebencian: prasangka agama di media massa. Institut Studi Arus Informasi.

Supriadi, E. (2018). Membangun Spirit Kebangsaan Kaum Muda di Tengah Fenomena Radikalisme, Jurnal Sosiologi Agama, 11(1), 1-12. DOI: https://doi.org/10.14421/jsa.2017.111-01

Sutikno, S. (2014). Pemimpin dan kepemimpinan. Lombok: Holistica.

Tamtanus, A. S. (2018). Pemikiran: Menetralisir Radikalisme di Perguruan Tinggi melalui Para Dosen, Untirta Civic Education Journal, 3(2). DOI: http://dx.doi.org/10.30870/ucej.v3i2.4536




DOI: https://doi.org/10.15575/anida.v19i2.7589

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stat View MyStat