Kebersatuan Hamba - Tuhan: Study Pemikiran Hamzah Fansuri dan Nurunddin Al Raniry

Siti Musarofah

Abstract


This study aims to understand the thoughts of Hamzah Fansuri and Nur al-Din Raniry about the unity of the soul or human life (servant) with God, after death. This research is a literature study. The method that writer use to analyze data in this research is method of literature receptions. The results of this study include: about the departure of human life after the release of the body (death) according to Hamzah Fansuri that life will re-united with God Dhat because at the origin of human life it comes from God through the process tajalli (emanasi). Meanwhile, according to Nur al-Din al-Raniry human life after death will taraqqi up to the sky to-one until the ninth sky in accordance with the degree of goodness in the world. So also with the soul of a mortal '(dead tabi'i) then according to the spirit will rise to the sky in accordance with the degree of faith. This opinion is a rejection of Hamzah's opinion that the spirit of mortal man will be united with God's Dhat.

Penelitian ini bertujuan memahami pemikiran Hamzah Fansuri dan Nuruddin al-Raniry tentang bersatunya ruh hamba dengan Tuhan, setelah mati. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka, menggunakan metode resepsi sastra. Situasi peneliti ketika membaca teks sastra karya Hamzah Fansuri maupun Nuruddin al-Raniry terlebih dahulu sudah dibekali dengan pengetahuan tentang teks sastra terkait, yang mengarahkan pembacaany. Temuan penelitian: kepergian nyawa manusia setelah lepas dari badan (mati), menurut Hamzah Fansuri nyawa itu akan kembali bersatu dengan Dhat Allah karena pada asalnya nyawa manusia itu berasal dari Allah melalui proses tajalli (emanasi). Sedangkan menurut Nuruddin al-Raniry nyawa manusia setelah mati akan taraqqi naik ke langit ke-satu sampai langit ke-sembilan sesuai dengan derajat kebaikannya di dunia. Begitu juga dengan ruh orang yang sedang fana’ (mati tabi’i) maka menurutnya ruh tersebut akan naik ke langit sesuai dengan derajat keimanannya. Pendapat ini merupakan penolakan terhadap pendapat Hamzah bahwa ruh orang yang sedang fana’ akan bersatu dengan Dhat Allah.


Keywords


Kebersatuan Hamba – Tuhan; Hamzah Fansuri; Nuruddin al-Raniry

Full Text:

PDF

References


Al-Raniry, Nuruddin. Asrâr al-Insân, (tp: tt), folio 88a.

Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII Bandung: Mizan, 1994.

Bragisky. V. I, Yang Indah Berfaedah dan Kamal Sejarah Sastra Melayu Dalam Abad 7-19, terj. Hersri Setiawan Jakarta: INIS, 1998.

Daudy, Ahmad. Allah dan Manusia Dalam Konsep Shaikh Nuruddin ar Raniry. Jakarta: Rajawali, 1983.

Drewes, G.W.J and Brakel, L. F. The Poems of Hamzah Fansuri. Leiden: Koninklijk Institut Voor Taal-Land-en Volken Kunden, 1986.

Fansuri, Hamzah. Sharâbbu’L-‘Âshiqîn, ditranslit oleh Al-attas dalam Al-Attas, The Mysticism Of Hamzah Fansuri. Kuala Lumpur: University Of Malaya Press, 1979.

____________, Asrâru’L-‘Ârifîn, ditranslit oleh Al-attas dalam Al-Attas, The Mysticism Of Hamzah Fansuri. Kuala Lumpur: University Of Malaya Press, 1979.

____________, Al-Muntahi, ditranslit oleh Al-attas dalam Al-Attas, The Mysticism Of Hamzah Fansuri. Kuala Lumpur: University Of Malaya Press, 1979.

Majid, Abdul. “Karakteristik Pemikiran Islam Nuruddin Ar Raniry” dalam Substantia Volume 17 Nomor 2 Oktober 2015.

Soeratno, Siti Chamamah. “Penelitian Sastra Tinjauan Tentang Teori dan Metode Sebuah Pengantar” dalam Jabrohim, Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita, 2002.

Solihin, M. Melacak Pemikiran Tasawuf di Nusantara. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2005.

W.M, Hadi. Hamzah Fansuri Risalah Tasawuf dan Puisi-puisinya. Bandung: Mizan, 1995.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam

Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Email: jaqfi@uinsgd.ac.id

e-Issn: 2714-9420

p-Issn: 2541-352X


INDEKS

Google Scholar Hasil gambar untuk index copernicus

 

______________