STUDI ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG AGAMA

Alif Pratama Susila

Abstract


Sosok Abdurrahman Wahid merupakan sosok yang unik dan pemikirannya tergolong tipikal. Bagi kebanyakan orang, beliau dikategorikan sebagai cendikiawan inovatif yang melahirkan banyak karya intelektual, diantaranya pemikiran mengenai tentang agama. pertama, pengertian agama menurutnya mengarahkan kepada konsep kontrak sosial dalam kehidupan masyarakat agar mampu membangun kehidupan yang lebih baik. Kedua, makna agama berfungsi sebagai panduan dan solusi untuk setiap masalah yang tumbuh di tengah kehidupan manusia. Ketiga, tujuan agama adalah untuk memuliakan manusia, karena agama memanifestasikan manfaat dan kemakmuran dan memberikan kemudahan dalam hidup mereka, tidak memberikan kesulitan, apalagi intimidasi, teror, dan sebagainya. Keempat, kebenaran agama diarahkan pada penciptaan tatanan sosial, karena menurutnya agama mengajarkan moral dan tatanan kehidupan lainnya. Jika nilai agama tidak muncul dalam kehidupan, itu berarti bahwa ia belum menemukan kebenaran agama sebagai makhluk hidup. Hal yang paling penting, menurutnya, adalah bahwa pemahaman orang tentang kebenaran agama dibangun di atas realitas empiris dalam pengalaman hidup manusia.

 

 


Keywords


Abdurahman Wahid, Agama, Tauhid

Full Text:

PDF

References


Abdullah M. Amin, Teolopi Dan Filsafat Dalam Perspektif Globalisasi Ilmu Dan Budaya, Dalam Mukti Ali dkk., Agama Dalam Pergumulan Masyarakat Kontemporer, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006.

Al-Munawar Said Agil Husin, Aktualisasi Nilai-Nilai Qur’ani dalam Sistem Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Press, 2003.

Badiatul Roziqin, dkk., 101 Jejak Tokoh Islam Indonesia, Yogyakarta: e-Nusantara, 2009.

Greg Barton, Biografi Gus Dur , Yogyakarta: LKis, 2003.

Nata Abudin, Tokoh-Tokoh Pembaruan Pnedidikan Islam di Idonesia Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005.

Shihab Quraish, Wawasan al-Qur’an, Bandung: Mizan, 1996.

Shihab M. Quraish, Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalamKehidupan Masyarakat Bandung: Mizan, 2009.

Siroj Said Aqil, Tasawuf Sebagai Kritik Sosial, Mengedepankan Islam sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi, Bandung: Mizan, 2006.

Soelastomo, "Dwi Tunggal Gus Dur-Mega," dalam Kompas, 29 Nopember 1999.

Wahid Abdurrahman, Islam kosmopolitan, Nilai-Nilai Indonesia dan Transfomasi Kebudayaan Jakarta: The Wahid Institute, 2007.

Wahid Abdurrahman, Muslim di Tengah Pergumulan, Jakarta: LEPPENAS, 1983.

Wahid Abdurrahman, Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan Depok: Desantara, 2001.

Wahid Abdurrahman, Gus Dur Menjawab Perubahan Zaman, Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2000.

Wahid Abdurrahman, Dialog Intra Religius, Yogyakarta: Kanisius, 1994.

Wahid Abdurrahman, Bunga Rampai Pesantren,(Jakarta: Darma Bhakti, 1994),

Wahid Abdurrahman, “Musuh dalam Selimut”, Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia, Jakarta: Desantra Utama Media, 2009.

Wahid Abdurrahman, “Nahdatul Ulama dan Islam di Indonesia dewasa Ini”, Tradisi dan Kebangkitan Islam di Indonesia, Jakarta: LP3ES, 1988.

Wahid Abdurrahman, Bercermin Dari Para Pemimpin, Islam di Tengah Arus Transisi, Jakarta: Kompas, 2000.

Wahid Abdurrahman, Menggerakkan Tradisi, Esai-Esai Pesantren, Yogyakarta: LKIS, 2001

Abdurrahman Wahid, Pergulatan Negara, Agama dan Kebudayaan, Depok: Desantara, 2001.

Wahid Abdurrahman, Prisma Pemikiran Gus Dur, Yogyakarta: LkiS, 2010.

Wahid Abdurrahman, Kyai Nyentrik Membela Pemerintah, Yogyakarta: LKiS, 1999.

Wahid Abdurrahman, “Islam dan Masyarakat Bangsa,” Jurnal Pesantren, No. 3, Volume VI, 1989.

www.gusdurfiles.com


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam

Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Email: jaqfi@uinsgd.ac.id

e-Issn: 2714-9420

p-Issn: 2541-352X


INDEKS

Google Scholar Hasil gambar untuk index copernicus

 

______________