KONSEP POLITIK ISLAM MENURUT FAZLUR RAHMAN
DOI:
https://doi.org/10.15575/jaqfi.v3i2.9566Keywords:
Syura, Politik Moderat, Politik IslamAbstract
Abstrak
Islam hadir sebagai agama yang membincangkan banyak hal, salah satu di antara pokok pembicaraan yang penting ialah politik. Meskipun Islam bicara politik, namun Islam sendiri tidak secara eksplisit menyebutkan bentuk sistem politik yang ideal. Dalam konteks ini, wacana tentang rumusan politik yang ideal menjadi urgensi tersendiri di dalam tubuh umat Islam itu sendiri, terkhusus di hadapan peradaban Barat yang, bisa dibilang, telah menggempur umat Islam dengan kebudayaannya (karena dunia Islam itu sendiri sedang mengalami keterpurukan). Di tengah kondisi itulah Fazlur Rahman hadir sebagai pemikir Islam yang mencoba menghadirkan konsep politik Islam yang “idealâ€. Penelitian ini akan berkisar di tema berkenaan dengan Konsep Politik Islam Menurut Fazlur Rahman. Penelitian ini didasarkan pada metode analitis-deskriptif yang didasarkan pada penelitian pustaka. Adapun hasil penelitian ini adalah: pertama, bahwa Islam tidak menyebutkan secara eksplisit sistem politik Islam yang ideal. Kedua, Fazlur Rahman sendiri dalam lanskap tipologi politik masuk ke dalam tipologi moderat. Meskipun ia menolak formasi negara Islam, ia masih menegaskan bahwa asas-asas Islam substantif mesti diterapkan dalam sistem negara. Ketiga, Fazlur Rahman menegaskan bahwa negara mesti didasarkan pada pola syura, yang terdiri dari dewan legislatif dan eksekutif.
References
DAFTAR PUSTAKA
Ayi Sofyan. (2012). Etika Politik Islam. Pustaka Setia: Bandung.
Adnan. (2003). Islam Sosial. Menara Kudus Yogya: Yogyakarta.
Ahmad Azhar Basyir. (2000). Negara dan Pemerintahan dalam Islam. UII Press: Yogyakarta.
Abdul Athi. Pesona Pemikiran Politik Muhammad Abduh.
Abdurrahman Kasdi. (2015). Karakteristik Politik Islam: Mencari Relevansi antara Doktrin dan Realitas Empirik. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam.
Ahmad Baso. (2006). NU Studies: Pergolakan Pemikiran antara Fundamentalisme Islam dan Fundamentalisme Neo-Liberal. Erlangga: Jakarta.
Bahtiar Effendy. (2009). Islam dan Negara: Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Paramadina: Jakarta Selatan.
Deliar Noer. (2001). Pemikiran Politik di Negara Barat. Mizan: Bandung.
Diki Senduka. (2016). Eskatologi Menurut Fazlur Rahman (Suatu Analisis Pemikiran Fazlur Rahman). Skripsi IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Fazlur Rahman. (2000). Cita-cita Islam. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
____________. (2001). Kebangkitan dan Pembaharuan Islam. Pustaka: Bandung.
____________. (2003). Islam. Pustaka: Bandung.
____________. (1985). Islam dan Modernitas: Tantangan Transformasi Intelektual. Pustaka: Bandung.
Muslim Mufti. (2015). Politik Islam Sejarah dan Pemikiran. CV Pustaka Setia: Bandung.
Muhammad Azhar. (1996). Filsafat Politik Perbandingan antara Islam dan Barat. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta Utara.
Masykuri Abdillah. (1999). Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia Terhadad Demokrasi. Tiara Wacana: Yogyakarta.
Muhammad Roem. (2000). Tidak Ada Negara Islam: Surat-Surat Politik Nurcholis Madjid-Mohammad Roem. Djambatan: Jakarta.
M. Syafi’i Anwar. (TT). Pemikiran dan Aksi Islam di Indonesia: Sebuah Kajian Politik Tentang Cendekiawan Muslim Indonesia. Paramadina: Jakarta.
M. Hasbi Amiruddin. (2000). Konsep Negara Islam Menurut Fazlur Rahman. UII Press: Yogyakarta.
Salim Ali Al-Bahsanawi. (1995). Wawasan Sistem Politik Islam. Pustaka al-Kautsar: Jakarta.
Sjadzali. Islam dan Tata Negara: Ajaran Sejarah dan Pemikiran Islam.
Sibawaihi. (2007). Hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman. Jal