DIGITALISASI TRANSAKSI UMKM DAN LITERASI KEAMANAN DIGITAL MELALUI QRIS DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI DESA NAGA KESIANGAN

Authors

  • Dia Fajar Ayu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Astri Hanum Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Khairiah Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Jihan Safhira Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Ulfa Ramadhani Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/jim.v7i2.60190

Keywords:

Digitalisasi Ekonomi, UMKM, QRIS, Artificial Intelligence, Asimetri Informasi, Keamanan Digital.

Abstract

Transformasi digital telah mengubah berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk mekanisme pembayaran, pemasaran, pertukaran informasi, dan pengambilan keputusan. Perubahan tersebut memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga menghadirkan risiko baru yang berkaitan dengan ketidakpastian informasi, keamanan transaksi, manipulasi bukti pembayaran, dan penggunaan informasi digital yang belum terverifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi digitalisasi transaksi pada UMKM melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta perubahan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital dan penggunaan Artificial Intelligence (AI). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif berdasarkan kegiatan lapangan di Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai. Program UMKM Go Digital dilaksanakan pada 6–24 Agustus 2026 terhadap 13 pelaku UMKM, sedangkan kegiatan Edukasi Cerdas AI dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 dengan total 83 peserta. Evaluasi pemahaman difokuskan pada 45 peserta nonmahasiswa yang terdiri atas 11 pelaku UMKM, 25 pemuda, dan 9 masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa 10 dari 13 UMKM atau 76,9% telah menggunakan QRIS, sedangkan 3 UMKM memperoleh bantuan media promosi berupa banner. Rekapitulasi evaluasi pada enam indikator menunjukkan bahwa rata-rata capaian pemahaman berubah dari 23,78% menjadi 78,93%, atau sebesar 55,15 persentase poin. Perubahan terbesar terdapat pada indikator risiko penyalahgunaan AI sebesar 77,80 persentase poin, sedangkan perubahan terkecil terdapat pada indikator fungsi dan penggunaan QRIS sebesar 22,70 persentase poin. Temuan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi ekonomi tidak hanya berkaitan dengan adopsi teknologi, tetapi juga dengan kebutuhan terhadap kemampuan memahami dan memverifikasi informasi yang menjadi dasar keputusan ekonomi. Hasil evaluasi dalam penelitian ini bersifat deskriptif dan tidak digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat maupun peningkatan kinerja usaha.

References

Akerlof, G. A. (1970). The market for “lemons”: Quality uncertainty and the market mechanism. The Quarterly Journal of Economics, 84(3), 488–500.

Balqis, I. Z., Safitri, H., & Hariyanto, D. (2024). Pengaruh literasi keuangan dan kemudahan sistem QRIS terhadap pendapatan UMKM di Pontianak. Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia, 8(3).

Fasa, M. I., Hilal, S., & Normasyhuri, K. (2023). Strategi peningkatan pertumbuhan bisnis UMKM Provinsi Lampung dengan penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Jurnal SOLMA, 12(3).

Hamdan, H., Adiyanto, Y., & Sunaryo, D. (2024). Analysis of QRIS payment system financial literacy and financial management performance on the development of MSMEs. Ilomata International Journal of Management, 5(2), 442–453.

Huang, L., Yu, W., Ma, W., Zhong, W., Feng, Z., Wang, H., Chen, Q., Peng, W., Feng, X., Qin, B., & Liu, T. (2025). A survey on hallucination in large language models: Principles, taxonomy, challenges, and open questions. ACM Transactions on Information Systems, 43(2), Article 42, 1–55.

Lin, Z., Guan, S., Zhang, W., Zhang, H., Li, Y., & Zhang, H. (2024). Towards trustworthy LLMs: A review on debiasing and dehallucinating in large language models. Artificial Intelligence Review, 57, 243. https://doi.org/10.1007/s10462-024-10896-y

Pratama, D., Nurwani, N., & Nasution, Y. S. J. (2023). The effect of understanding of financial literacy and ease of digital payment on the continuity of MSMEs in the digitalization era. Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics, 6(2).

Rahmayati, R., Mujiatun, S., & Affandi, A. (2024). MSMEs development through QRIS Islamic banking in Medan City, Indonesia. IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam, 13(2), 723–732. https://doi.org/10.54471/iqtishoduna.v13i2.2567

Syamsul, N. Z., Rayyani, W. O., & Amin, A. R. S. (2024). Pengaruh literasi keuangan dan kemudahan penggunaan terhadap keputusan menggunakan sistem transaksi digital QRIS pada UMKM di Kabupaten Pinrang. International Journal of Management and Accounting, 5(2), 303–311.

Widyanto, H. A., Kusumawardani, K. A., & Yohanes, H. (2022). Safety first: Extending UTAUT to better predict mobile payment adoption by incorporating perceived security, perceived risk and trust. Journal of Science and Technology Policy Management, 13(4), 952–973.

Zehro, F., & Sudianto. (2025). Pengaruh penggunaan QRIS BSI terhadap keamanan bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM Pamekasan. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 10(4).

Downloads

Published

25-10-2026

How to Cite

Ayu, D. F., Lubis, A. H., Nasution, K., Safhira, J., & Nasution, U. R. (2026). DIGITALISASI TRANSAKSI UMKM DAN LITERASI KEAMANAN DIGITAL MELALUI QRIS DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI DESA NAGA KESIANGAN. KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen, 7(2), 260–271. https://doi.org/10.15575/jim.v7i2.60190

Citation Check

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.