PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA BERBASIS INKUIRI PADA ANALISIS KAFEIN BERBAGAI BAHAN BAKU MINUMAN

Rahmawati Dwi Pratiwi

Abstract


Penelitian ini dilatar belakangi oleh perlunya melakukan pengembangan lembar kerja berbasis inkuiri pada materi praktikum Kimia Organik yaitu analisis kafein dalam minuman. Bahan baku minuman mengandung kafein yang digunakan dalam penelitian adalah biji cokelat, biji kopi, dan daun teh. Metode penelitian ini adalah Research and Development yang terdiri dari dua tahap yaitu perencanaan dan pengembangan. Pada tahap perencanaan dihasilkan prosedur analisis kafein secara kualitatif dengan metode Parry, pemisahan senyawa kafein dan analisis kuantitatif dengan spektrofotometer UV-Vis. Pada tahap pengembangan dihasilkan lembar kerja berbasis inkuiri diturunkan dari prosedur analisis kafein yang telah dilakukan di Laboratorium. Lembar kerja inkuiri hasil pengembangan ini memiliki karakteristik yaitu adanya wacana, pertanyaan dan tugas yang mendorong kegiatan berinkuiri serta dilengkapi dengan rubrik penilaian untuk mengukur proses dan produk yang dihasilkan oleh peserta didik. Lembar kerja berbasis inkuiri pada analisis kafein dari berbagai bahan baku minuman dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran dengan nilai rata-rata rhitung 0,8. Hasil analisis kafein dari berbagai bahan baku minuman menunjukkan kondisi optimum proses ekstraksi dicapai dengan menggunakan pelarut kloroform yaitu biji kopi memiliki kadar kafein tertinggi dengan nilai rata-rata sebesar 1,007%. Dengan demikian, lembar kerja berbasis inkuiri dapat digunakan dalam praktikum Kimia Organik khususnya pada materi pemisahan senyawa organik kafein.


Keywords


inkuiri; kafein; bahan baku minuman

References


Arwangga, A.F., Asih, I.A.R.A., Sudiarta, I.W. (2016). Analisis Kandungan Kafein di Desa Sesaot Narmada dengan Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Kimia, 10, (1), 110-114.

Depkes RI. (1995). Farmakope Indonesia (Ed.Keempat).Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Erwin, K. (2009). Sejarah dari Secangkir Teh. Jakarta: Gramedia.

Joyce, B., Weil, M. Dan Calhoun, E.(2009). Models of Teaching, Jilid 1 (Ed.Kedelapan). Terjemahan oleh Achmad Fawaid dan Ateilla Mirza. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maramis, R.K., Citraningtyas, G., dan Wehantouw, F. (2013). Analisis Kafein dalam Kopi Bubuk di Kota Manado Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Ilmiah Farmasi, 2, (4), 122-128.

Maryati, dkk. (2015). Lembar Kerja Siswa Eksperimen Dan Non Eksperimen Berbasis Inkuiri Terstruktur pada Materi Pergeseran Kesetimbangan Kimia. Prosiding Simposium Nasional Inovasi Dan Pembelajaran Sains. Bandung: Program Studi Pendidikan MIPA UPI.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Varma, D. (2010). Batch Solven Extraction of Caffeine From MCBC2. Thesis. Malaysia: University Malaysia Pahang. [Online]. Tersedia: http://www.umpir.ump.edu.my/CD5520_DI NESH_VARMA/html. [Diakses 30 Desember 2015].

Yunita. (2012). Panduan Pengelolaan Laboratorium Kimia. Bandung: CV. Insan Mandiri.




DOI: https://doi.org/10.15575/jta.v1i1.1162

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Rahmawati Dwi Pratiwi

Journal  Tadris Kimiya Is Indexed By : 


Lisensi Creative Commons

Pendidikan Kimia: Jurnal Tadris Kimiya  dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0Hak cipta dilindungi undang-undangp-ISSN: 2527-6816 | e-ISSN: 2527-9637