Pemberdayaan Potensi Sosial Masyarakat Muslim Melalui Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bandung
DOI:
https://doi.org/10.15575/anida.v18i1.5052Keywords:
Pemberdayaan, Relawan, Filantropi, KemanusiaanAbstract
Humanitarian issues are the main thing that needs to be developed for the development of community welfare both in the social, educational, economic and religious fields. This writing aims to find out the existence of the Aksi Cepat Tanggap Foundation (ACT) in the midst of the Bandung community in developing strong potential and civil society development that has the potential to empower and develop the community. The research method used is a field study method by conducting surveys, interviews and documentation directly to the Foundation branch office. Processing and analysis of data includes the process of collecting data, classifying data, connecting data with one another, analyzing data, and drawing conclusions. The results of the study show that the community has understood the vision and mission of the foundation, growing a high level of trust given by the community to Aksi Cepat Tanggap (ACT), the growth and development institutions become large from the massive donations of the community. Aksi-Aksi Cepat Tanggap (ACT) has been able to create community trust that is characterized by the large mandate and contribution of the community. The excitement of Aksi Cepat Tanggap (ACT) accepts the mandate and distributes it quickly, reaping appreciation from the community. Even the government entrusts its community donations to be channeled by Aksi Cepat Tanggap (ACT) in humanitarian missions
Abstrak
Persoalan kemanusiaan menjadi hal utama yang perlu dikembangkan untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat baik dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi maupun keagamaan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ditengah masyarakat Bandung dalam pengembangan potensi dan pembangunanghmasyarakat sipilghyang kuat yang sangat berpotensi dalam pemberdayaan dan pengembangan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi lapangan dengan cara melakukan survei, wawancara dan dokumentasi langsung ke kantor cabang Yayasan. Pengolahan dan analisis data meliputi proses pengumpulkan data, klasifikasi data, menghubungkan data satu dengan yang lain, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah mengerti bagaimana visi dan misi yayasan, tumbuh kepercayaan tinggi yang diberikan masyarakat kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT), lembaga-lembaga tumbuh kembang menjadi besar dari donasi masyarakat yang begitu masif. Aksi-Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah mampu menciptakan kepercayaan masyarakat yang ditandai dengan besarnya amanat dan kontribusi masyarakat. Kegesitan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menerima amanat dan menyalurkan secara cepat, menuai apresiasi dari lapisan masyarakat. Bahkan pemerintah mempercayakan donasi masyarakatnya untuk disalurkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam misi kemanusiaan
References
Aliyudin, M. (2009). Pengembangan Masyarakat Islam dalam Sistem Dakwah Islamiah dalam Ilmu Dakwah: Academi Journal for Homiletic Studies. 4(14), 777-792.
Kartasasmita. (1997). Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan yang Berakar Pada Masyarakat. Jakarta: BAPPENAS
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
Mustangin dkk. (2017).Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal melalui Program Desa Wisata di Desa Bumiaji. Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 2(1), 59-72.
Muhaimin,D.A.(2013).Generasi Muda Bicara Pancasila. Yogyakarta: Ombak
Mustangin dkk. (2017).Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal melalui Program Desa Wisata di Desa Bumiaji. Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 2(1), 59-72.
Nashori.(2003). Potensi-Potensi Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Ridwanullah, A.I. (2018). Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid. Ilmu Dakwah: Academi Journal for Homiletic Studies , 1(12), 82-98.
Rukminto. (2008). Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Safei, AA. (2016). The Development of Islamic Society Based on Celestial Businessâ€. Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan. 24(1), 1-16.
Surakhmad. (1982). Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Tarsito
Suharto, E. (2005). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat (Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial). Bandung: PT Refika Aditama
Sukmana, O. (2010). Konsep Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Komunitas Berbasis Potensi Lokal (Studi Di Desa Wisata Bunga Sidomulyo, Kota batu Jawa Timur). HUMANITY, 6(1), 59 – 64.
Sumardjan, S. (1964). Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI
Teguh, A. (2004). Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Wiyono, S. (2006). Otonomi Daerah dalam Negara Hukum Indonesia. Jakarta: Faja Media
Yosepin. (2018). Revitalisasi Masjid melalui Kepedulian Sosial Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul 'Ulama (LTM NU) terhadap Komunitas Pengemudi. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 1(12), 121-140.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish articles in Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).