KONSEP MANUSIA SEMPURNA MENURUT MUḤAMMAD TAQĪ MIṢBĀḤ YAZDĪ

Authors

  • Saeful Anwar UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.15575/jaqfi.v4i1.9330

Keywords:

Konsep manusia, Muhammad taqî misbâh yazdî

Abstract

lmu  pengetahuan  dengan  pelbagai  metodenya,  telah  menempatkan  manusia  pada jurang keterasingan yang dalam nan gelap. Tak hanya itu, ilmu pengetahuan yang mulanya dipahami sebagai ikhtiar bagi pemuliaan hakikat manusia, malah bergerak mendekati   tubir-getir   krisis   kemanusiaaan   multi   dimensi.   Manusia   menjadi teralienasi  akan  dirinya.  Berangkat  dari  kegagalan  manusia  kontemporer  dalam memahami makna  eksistensi  manusia  dalam  proses  menuju  kesempurnaan  diri.  Faktor  paling  besar  penyebab  kesalahan    perjalanan  manusia  saat  ini  dalam pandangan Misbâh Yazdî karena, ketidakjelasan dan ketiadaan perhatian terhadap hakikat  manusia,    manusia  lupa  akan  kemengadaannya.  Sehingga  manusia  alpa bahwa ia punya potensi  untuk menjadi manusia sempurna. Persoalan fundamental ini telah menyebabkan manusia meninggalkan fitrah yang benar dan terjerumus ke lembah kesesatan.  visi manusia hari ini merupakan sesuatu yang tidak alamiah sekaligus menyimpang dari alur penciptaan sang Khaliq. Oleh karena itu, Misbâh Yazdî berusaha memfokuskan diri dalam merenungi secara mendalam sejumlah hasrat-hasrat fitri dan tendensi-tendensi (kecendrungan) alamiah yang berperan penting yang dalam pandangan MisbâhYazdî bersifat mendasar dan prinsipil   dan   terdapat   pada   manusia.   Pada   terang   ini,   MisbâhYazdî mengembangkan suatu skema konseptual yang menarik. Hal itu dapat ditahbiskan dengan  usahanya  menelusuri  hakikat  manusia  melalui  filsafat  wûjud    kemudian bergerak  melalui  analisis  epistemology.  Ziarah  menyusuri  apa  yang  direnungkan MisbâhYazdî, penelitian kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan heuristika, dengan penelitian ‘studi kepustakaan’ (library reseach), guna  melingkupi  persoalan:  a)  Bagaimanakah  konsep  Manusia  Sempurna  dalam diskursus  Filsafat  Islam?;    b).  Konsep  Manusia  sempurna  seperti  apakah  yang dimaksud  oleh  Misbâh Yazdî?. Adapun  sumber  rujukan  dan  data  yang  digunakan dalam  penelitian ini  adalahkarya  Misbâh Yazdî,  beserta  berbagai  sumber  lainnya  yang  dapat  mendukung  dalam  pembahasan.  Berbekal pada  konsep  ontology  Mullâ Shadrâ tentang harakah jawhariyyah, Misbâh Yazdî, menyimpulkan kesempurnaan manusia  sebagai  evolusi  dan  gerak  menyempurna  (harakah  istikmâliyah).  Melalui prinsip hudûrî sebagai induk semua pengetahuan,  namun pengetahuan burhânî yang di dasarkan pada silogisme-demonstratif dan pengetahuan hushûlli . Akhirnya, apa yang  ditelusuri  MisbâhYazdî,  merupakan  bagian  penting  dari  perjalanan  ikhtiar manusia  dalam  menggapai  kesempurnaannya  yakni  untuk  memahami  asal  dan tujuan  manusia.  Melalui  ilmu  dan  iman,  dan    iman  mesti  diikuti  oleh  amal perbuatan.  Jika  seseorang  dapat  menyaksikan  hakikat  kediriannya,  maka  ia  akan menyadari bahwa kediriannya  ditopang oleh Illah-nya

References

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Zainal. Filsafat Manusia, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.

Alwalid. Kholid, Perjalanan Jiwa Menuju Akhirat, Jakarta: Sadra Press, 2012.

Al-Ghazali, Abu Hamid. Hikmah Penciptaan Makhluk, Jakarta: Lentera, 2001, Cet.3.

Ali, Yunasril, Manusi Citra Illahi; Pengembangan Konsep Insan Kamil Ibn’ Arabî Oleh Al-Jilli, Jakarta: Paramadina, 1997.

Arabî, Ibn’. Fusus al-Hikam, R.W.J Austin (ed), Jogjakarta: Islamika, 2004.

Armstrong, Karen. Sejarah Tuhan, Bandung: Mizan, cet.2, 2001.

Bagus, Lorens. Kamus Filsafat, Jakarta, Gramedia, 2000.

________¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬_¬¬__ . Metafisika, Jakarta: Gramedia, 2001.

Bahesti, Muhammad Husaini. Metafisika al-Qur’an, Bandung: Arasyi, 2003.

Bakker, Anton dan Zubair, Metode Penelitian Filsafat, Jogjakarta, Kanisius, cet. 15, 2011.

Bayrakti, Bayraktar. Eksistensi Manusia; Perspektif Tasawuf dan Filsafat Mengatasi Problema Eksisensi Manusia, Jakarta: Perenial Press, 1996.

Berlin, Isaiah. Four Essay On Liberty: Empat Esai Kebebasan, Jakarta: Pustaka LP3ES, 2004.

Fromm, Erich. Lari Dari Kebebasan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

Hardiman, F. Budi. Heidegger dan Mistik Keseharian: Suatu Pengantar Menuju Sein und Zeit, Jakarta, KPG, cet. 2, 2008.

______________. Filsafat Modern, Jakarta, Gramedia, cet. 2, 2007.

Heidegger, Martin, Being and Time, Terj. J. Macquarrie et al. New York: Harper and Row, 1962.

Izutsu, Toshihiko. Struktur Metafisika Sabzawari, Bandung: Pustaka, 2003.

Kartanegara, Mulyadhi. Menembus Batas Waktu: Panorama Filsafat Islam. Mizan: Bandung, cet.I., 2002.

__________________. Pengantar Epistemologi Islam, Bandung: Mizan, 2003.

Khomeini. 40 Hadis: Telaah Atas Hadis-hadis Mistis dan Akhlak, Bandung: Mizan, ed. Revisi. Cet. 2, 2009.

Labib, Muhsin. Pemikiran Filsafat Ayatullah Muhammad Taqi Misbah Yazdi, Jakarta: Sadra Press, 2011.

Moin, Baqer. Ayatullah Khomeini Mencari Kesempurnaan: Teori dan Realitas, dalam Ali Rahmena (ed.), Para Perintis Zaman Baru Islam, (Bandung: Mizan, cet. 3, 1998.

Muthahhari, Murtadha. Tema-Tema Pokok Nahj al-Balâghah, Jakarta: Lentera, 2001.

__________________. Mengenal Epistemologi, Jakarta: Lentera, 2001.

__________________. Manusia Seutuhnya; Studi Kritis Berbagai Pandangan Filosofis, Jakarta: Shadra Press, 2012.

Nasr, Seyyed Hossein Ed, Ensiklopedi Tematis Spiritualitas Isman, dalam, Charles Le Gai Eaton, Manusia, Bandung: Mizan, 2002.

¬¬

__________________. Tiga Mazhab Utama Filsafat Islam, Syamsudin, Jogjakarta: Ircisod, 2006.

Nietzsche, Fridrich, Zarathustra, Jogjakarta: Bentang, Cet. 2, 2001.

Noer, Kautsar Azhari. Ibn’ Arabî: wadat al-wujûd dalam perdebatan, Jakarta: Paramadina, 1995.

_________________. Tasawuf Perenial: Kearifan Kritis Kaum Sufi, Jakarta: Serambi, 2002.

Nur, Syaifan. Filsafat Wujud Mullâ Shadrâ, Jogjakarta: Pustaka Pelajar, 2002.

Radhi, Sayid Syarif, Nahj al-Balaghah; Sermons, Letters and Sayings of Ameer al-Mu’minieen, the Commander of the Faithful, Imam Ali ibn Abi Thalib (a.s). Jakarta: Al-Huda, 2009.

Rahardjo, Dawam. Ensiklopedi al-Qur’an, Jakarta: Paramadina, 1996.

______________. Insan Kamil: Konsepsi Insan Menurut Islam, Jakarta: Pustaka Grafity Pers, 1987.

Shadra, Mulla. Manifestasi-Manifestasi Illahi, Bandung: Pustaka Hidayah, 2006.

___________. Kearifan Puncak, Jogjakarta: Pustaka Pelajar, cet. 2, 2004.

¬¬¬___________. al-Hikmah al-Muta’aliyyah fi Asfar al-Aqliyyah al-Arba’ah, Beirut: Dâr Ihyâ’ al-Turâs al-‘Arabî, 1981, jil. I

Shihab, Quraish Wawasan al-Qur’an, Bandung: Mizan, cet.2, 1996.

Solomon, Robert C. & Kathleen M. Higgins, Sejarah Filsafat,Jogjakarta, Bentang, 2001.

Sudarminta, Epistemologi Dasar: Pengantar Filsafat Pengetahuan, Jogjakarta, Kanisius, 2002.

Sugiharto, Bambang, Posmodernisme; Tantangan Bagi Filsafat, Jogjakarta, Kanisius, 1996.

Syari’ati, Ali Tugas Cendekiawan Muslim, PT Raja Grafindo Persada: Jakarta, 1996

Syarif, M.M. Para Filosof Islam, Bandung; Mizan.

Thabâthabâ’î, Muhammad. Islam, Dunia dan Manusia, Lembaga Internasional Ahlul Bait: Iran.

Takesita, Masataka, Insan Kamil Pandangan Ibn’ Arabî, Surabaya, Risalah Gusti, 2005.

Yazdî, Muhammad Taqî Misbâh. Philosophical Intruction: an Introduction to Contemplary Islamic Philosophy (Istitute of Global Cultural Studies: University of Binghamton, 1999)

__________________________. Jagad Diri, Jakarta: Al-Huda, 2006.

__________________________. Freedom, Jakarta: Al-Huda, 2006.

__________________________. Iman Semesta, terj. Ahmad Marjuki Amin, Jakarta, al-Huda, 2005.

________________________________. Mengenal Jalan dan Penuntunnya, Jakarta: Lembaga Internasional Ahlul Bait.

__________________________. Meniru Tuhan: antara ‘yang terjadi’ dan ‘mesti terjadi’, Jakarta, Al-Huda, 2006.

Yazdi, Mehdi Hairi Menghadirkan Cahaya Tuhan, Bandung: Mizan, 2003

Downloads

Published

2020-09-22

How to Cite

Anwar, S. (2020). KONSEP MANUSIA SEMPURNA MENURUT MUḤAMMAD TAQĪ MIṢBĀḤ YAZDĪ . Jaqfi: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 4(1), 1–40. https://doi.org/10.15575/jaqfi.v4i1.9330

Issue

Section

Articles