PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA KONSEP LARUTAN ELEKTROLIT NONELEKTROLIT

Penulis

  • Arisna Oktavia Dijaya Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, JL. A. H. Nasution No. 105 Bandung, 40614, Indonesia, Indonesia
  • Ratih Pitasari SMAN 16 Bandung, Indonesia
  • Siti Kurniasih SMA Negeri 10 Bandung, Jalan Cikutra No. 77, Cikutra, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, 40124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/jtk.v3i2.3597

Kata Kunci:

Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains, Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Abstrak

Larutan elektrolit nonelektrolit merupakan  materi kimia yang termasuk  kedalam jenis konsep yang bersifat abstrak dan contoh konkrit. Pembelajaran yang diberikan harus membuat siswa aktif dalam proses membangun konsep. Melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dapat memberikan pengalaman kepada siswa dan meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan  aktivitas siswa untuk setiap siklus pada proses  pembelajaran inkuiri terbimbing, menganalisis kinerja siswa untuk setiap siklus sesuai tahapan inkuiri terbimbing, menganalisis keterampilan proses sains untuk setiap siklus dengan model inkuiri terbimbing. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek  penelitian 35 siswa kelas X IPA-4 SMAN 10 Bandung. Instrumen yang digunakan adalah deskripsi pembelajaran,  lembar kerja siswa, format penilaian aktivitas siswa, guru, aspek psikomotor siswa, dan tes evaluasi keterampilan proses sains. Data yang diperoleh diolah  menggunakan statistik deskriptif. Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing  dilaksanakan sesuai deskripsi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan,  penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada konsep larutan elektrolit dan nonelektrolit untuk meningkatkan keterampilan proses sains terimplementasikan dengan baik. Jumlah  rata-rata aktivitas siswa selama pembelajaran mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada  siklus I nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 86,4 (sangat Baik)  dan  siklus II  91(Sangat Baik). Kemampuan siswa dalam menyelesaikan LKS untuk setiap siklus  pembelajaran inkuiri terbimbing pada konsep larutan elektrolit dan nonelektrolit mengalami peningkatan. Nilai rata-rata siklus I sebesar 70 (Baik) dan  siklus II sebesar 75 (baik). Peningkatan keterampilan  proses sains siswa pada siklus I dan II dengan nilai rata-rata siklus I yaitu 67(cukup)  dan siklus II yaitu 70 (baik).

Referensi

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Budiningsih, A. (2005). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Calik, M. & Ayas, A. (2005). A Comparison of Level of Understanding of Eighth-Grade Students and Science Student Teachers Related to Selected Chemistry Concepts. Journal of Research in Science Teaching, 42(6), 638–667.

Chang, R. (2005). kimia Dasar konsep-konsep inti jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Dimyati, A. (2015). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Komunikasi Matematis Siswa MTS melalui Model Search, Solve, Create, and Share (SSCS) dengan Metode Hypnoteaching (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Farida, I. (2014). Evaluasi Pembelajaran (Penilaian Proses dan Hasil Belajar IPA). Bandung: Patragading.

Fathan, F., & Liliasari & Rohman, I. (2013). Pembelajaran Kesetimbangan Kimia dengan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA. Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia, 1(1), 76-83.

Fitriyani, R., Corebima, A. D., & Ibrohim, I. (2015). Pengaruh Strategi Pembelajaran Problem Based Learning dan Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Metakognitif, Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar Kognitif Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Sains, 3(4), 186-200.

Hanson, D. M. (2006). Instructor's Guide to Process-oriented Guided-inquiry Learning. Lisle, IL: Pacific Crest.

Kemendikbud. (2016). Silabus Mata Pelajaran SMA/MA Mata Pelajaran Kimia. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

McDonnell, J. B. (2013). The Effects of Guided Inquiry on Understanding High School Chemistry. Montana State University

McMurry, J. E. dan R. C. F. (2012). Chemistry (sixth edition). New York: Pearson Prentice Hall.

Mulyasa, E. (2011). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdkarya.

Putra, R. (2013). Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbass Sains. Yogyakarta: DIVA Press.

Riyanto, Y. (2010). Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana Persada Media Group.

Warsono, H., & Hariyanto, M. S. (2012). Pembelajaran Aktif Teori dan Asesmen. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Unduhan

Diterbitkan

2018-12-31

Cara Mengutip

Dijaya, A. O., Pitasari, R., & Kurniasih, S. (2018). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA KONSEP LARUTAN ELEKTROLIT NONELEKTROLIT. Jurnal Tadris Kimiya, 3(2), 190–198. https://doi.org/10.15575/jtk.v3i2.3597

Terbitan

Bagian

Articles

Citation Check