Pemberdayaan Melalui Kreativitas Membatik Telur Asin dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.15575/tamkin.v9i1.24637Keywords:
Pemberdayaan Ekonomi Umat, Pengerahan Sumberdaya, Nilai TambahAbstract
Perkembangan zaman kian melesat jauh dengan segala pancapaiannya yang spektakuler. Untuk tetap berperan dan bermain di tengah budaya global, dakwah harus tetap memegang kendali dan mengatasi problematika zaman salah satunya di bidang ekonomi. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk dakwah yang dilakukan oleh pihak komunitas Telur Asin Batik terhadap masyarakat di Desa Dawuan Barat melalui daya atau penguatan, pengerahan (mobilisasi) sumberdaya, dan nilai tambahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dakwah melalui penguatan dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi, pengerahan (mobilisasi) sumberdaya melalui beberapa tahap di antaranya yaitu tahap plan, do/action, see, dan bentuk dakwah melalui nilai tambah dengan adanya pengajian rutin serta mengadakan kegiatan Islam lainnya.References
Afnita, M & Umar, F. (2014). Pengaruh Budaya Organisasi dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Pusat. ISSN:2303-100X. Jurnal Analisis, Vol.3 No.2:172-179.
Aziz, M. A. (2009). Ilmu Dakwah edisi revisi. Jakarta: Kencana.
Aliyudin. (2016). Dakwah Bi Al-Hal Melalui Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Jurnal ANIDA, Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah, 15(2), 187-206.
Amanah, S. (2007). Makna Penyuluhan dan Transformasi Perilaku Manusia. Jurnal Penyuluhan, I, 63-67.
Amrillah, D. H. (2013). Perkembangan Industri Telur Asin di Kelurahan Limbangan Wetan Kecamatan Brebes dan Pengaruhnya Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Tahun 1980-2005. Skripsi, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang.
Arjana, I. G. B. (2017). Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ed. 1. Cet. 3. Depok: Rajawali Pers.
Artika & Marini. (2016). Analisis Nilai Tambah (Value Added) Buah Pisang Menjadi Kripik Pisang di Kelurahan Babakan Kota Mataram (Studi Kasus: Pada Industri Rumah Tangga Kripik Pisang Cakra). Ganec Swara, Vol. 10 No.1.
Asril, Z. (2010). Micro Teaching. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Bantacut, T. (2013). Pembangunan Ketahanan Ekonomi dan Pangan Perdesaan Mandiri Berbasis Nilai Tambah. Pangan, 22(2): 181-196.
Barnawi & Arifin. (2012). Etika dan Profesi Kependidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Heru. (2009). Kewirausahaan (Entrepreneurship) Pendekatan Manajemen dan Praktik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Jaelani, D. I. (2014). Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam Perspektif Islam (Sebagai Upaya dan Strategi). Eksyar, Volume 01, Nomor 01, Juni 2014: 018-034.
Kartasasmita , G. (1996). Pembangunan untuk Rakyat Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Jakarta: PT. Pustaka Cidesindo.
Khasanah, A. (2018). Dakwah Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Industri Kreatif Telur Asin di Kelurahan Kebonsari Kecamatan Jambangan Kota Surabaya. Skripsi, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel, Surabaya.
Khasanah, S. U. (2007). Berdakwah dengan Jalan Debat. Purwokerto: STAIN Purwokerto Press.
Lakamisi, H. (2011). Analisis Usaha Dan Nilai Tambah Agroindustri Kerupuk Singkong. Skripsi Faperta Ummu. Ternate.
Maarif, S. (2010). Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial. Yogyakarta: Gress Publishing.
Machendrawaty, N. (2001). Pengembangan Masyarakat Islam. Bandung ; Rosdakarya.
Mardikanto, T. (2015). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
McCarthy, John D & Mayer N Z. (1977). Resorce Mobilization And Social Movements: A Partial Theory. The American Jurnal Of Sociology Vol 82 (6): 1212-1241
Mubyarto. (2000). Membangun Sistem Ekonomi Strategi Pembangunan Pedesaan. Jakarta: Bumi Aksara.
Nurhayati, P. (2004). Nilai Tambah Produk Olahan Perikanan
Pada Industri Perikanan Tradisional di DKI Jakarta.
Skripsi Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
Purnomo, R. A. (2016). Ekonomi Kreatif Pilar Pembangunan Indonesia. Surakarta: Ziyad Visi Media.
Sanjaya, W. (2009). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sari, P M., Saeful A., & Indira S R. (2020). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Home Industry. Jurnal Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, Volume 5, Nomor 1, 2020, 105-124.
Singh, R. (2010). Gerakan Sosial Baru. Yogyakarta: Resist Book
Sukmana, O. (2013). Konvergensi Antara Resource Mobilization Theory dan Identity Oriented Theory Dalam Studi Gerakan Sosial Baru. Jurnal Sosiologi Reflektif 8(1):39–62.
Suprapto, A. (1999). Pengembangan Agribisnis Komoditas Unggulan dalam memasuki Pasar Global. Makalah disampaikan dalam Lokakarya Nasional Musyawarah Nasional V POPMASEPI. Medan.
Tarigan, R. (2004). Perencanaan Pembangunan Wilayah. PT Bumi Aksara. Jakarta
Verawati, N., Soewito., & Ardansyah. (2016). Pemberdayaan Masyarakat Bratasena Melalui Usaha Ekonomi Kreatif Telur Asin Rendah Kolesterol. Jurnal Sosialita, No.1 Vol.8
Winardi. (1989). Profil Usaha Industri Kue Pia Boulevard Manado. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Yunia, I. (2014). Prinsip Dasar Ekonomi Islam. Jakarta: Kencana.
Zubaedi. (2013). Pengembangan Masyarakat : Wacana dan Praktik. Jakarta: Kencana.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish articles in Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).