MASLAHAH MUNFARIDAH SEBAGAI JUSTIFIKASI DALAM PENGAMALAN HUKUM ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.15575/as.v19i1.3518Abstract
Abstract
Humans as khalifatullah are provided by Allah with minds and qalbu, so they can differentiate mashlahah (good) from mafsadat (bad). The potential of minds, situation, condition, and environment of each person is different, that has made the mashlahah is different for each person. This study is aimed to determine the epistemological process of individual mashlahah to be a communal mashlahah. This research begins with the view that the door of ijtihad is always open to anyone who has the credibility to do so, and the notion that not every issue has been answered by previous fuqaha, and reaffirm Islam as the religion of rahmatan lil 'aalamiin This research applied the descriptive philosophical method, and used various books of scholars and experts that related to ushul fiqh, qaidah fiqh, and the objective of Islamic Law as data source. The results of this study show that epistemologically, individual welfare can be explored through understanding and analysis of two sources of Islamic law (the Qur'an and the Sunnah) about the ease in carrying out the legal provisions contained in it as stipulated in surah al-Baqarah verse 185 and 286, by using ushul fiqh and fiqh rules. The hadith of the Prophet لا ضرر ولا ضرار is a legal basis that can provide information about individuals mashlahah that can be used as a standard for public selfare. By refers to illat factors of law in every person, a law can be applied only to people who have equal illat. If all humans have the same illat, then the law can be applied to all humans.
Keywords:Â mashlahah, the objective of Islamic law, ushul fiqh, fiqh
Abstrak
Manusia sebagai khalifatullah dibekali oleh Allah dengan akal dan qolbu, akal dapat berfungsi untuk mengetahui mana hal yang mashlahah (baik), dan mana yang mafsadat (buruk).  Potensi akal, situasi, kondisi, dan lingkungan setiap orang berbeda-beda maka mashlahahnya pun akan berbeda pula satu sama lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses epistemologis kemaslahatan individu menjadi kemaslahatan yang umum serta dasar hukum yang melandasinya. Penelitian ini berawal dari pandangan bahwa pintu ijtihad selalu terbuka bagi setiap orang yang mempunyai kredibilitas untuk melakukannya, dan anggapan bahwa tidak setiap persoalan yang ada sekarang sudah dijawab oleh para fuqaha terdahulu, juga harus adanya pemikiran kembali terhadap Islam dan mengukuhkannya sebagai agama rahmatan lil ‘aalamiin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode filosofis deskriptif, dengan sumber data adalah kitab-kitab karya ulama dan para pakar ushul fiqh yang berhubungan dengan Tujuan Hukum Islam, Mashlahah, Qaidah Fiqh dan Qaidah Ushul Fiqh. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara epistemologis, kemashÂlahatan perseorangan dapat digali melalui pemahaman dan analisis terhadap dua sumber hukum Islam (al-Qur’an dan al-Sunnah) tentang kemudahan-kemudahan dalam menjalankan ketentuan hukum yang ada di dalamnya seperti dalam surat al-Baqarah ayat 185 dan 286, dengan menggunakan kaidah ushul fiqh dan kaidah fiqh untuk menÂjelaskan keduanya. Hadits Nabiلا ضرر ولا ضرار  merupakan landasan hukum yang dapat memberikan keterangan tentang kemashÂlahatan individu yang bisa dijadikan standar dari kemashlahataan umum. Dengan melihat kepada faktor illat hukum pada setiap individu, hukum dapat diterapkan hanya kepada orang yang mempunyai persamaan dalam illat hukum. Apabila seluruh manusia memiliki illat hukum yang sama maka hukum dapat diberlakukan kepada seluruh manusia.
Kata kunci:Â mashlahah, tujuan hukum Islam, ushul fiqh, fiqh
Â
References
An-Na’im, Abdullah Ahmed, 2011. Dekontruksi Syari’ah, Yogyakarta: LKis Grup.
Anwar, Syahrul. 2010. Ilmu Fiqh & Ushul Fiqh, Bogor: Ghalia Indonesia
Azizy. A. Qodri, 2006. Reformasi Bermadzhab, Jakarta: Teraju, cetakan ke-5,
Dahlan, Moh. 2013. Paradigma Ushul Fiqh Multikultural Gus Dur, Yogyakarta: Kaukaba,
Departemen Agama, 1992. Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Gema Risalah Press
Djazuli. A. 2010. Ilmu fiqh, Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, cetakan ke-7.
Fanani, Muhyar, 2010. Fiqh Madani: Kontruksi Hukum Islam di Dunia Modern, Yogyakarta: Lkis.
Fuad, Mahsun, 2005. Hukum Islam Indonesia dari Nalar Partisipatoris Hingga Emansipatoris, Yogyakarta: Lkis
Hakim, Abdul Hamid, T.Th . al-Sulam, Jakarta: Sa’adiyah Putra,
Haq, Hamka. 2007. Al-Syatibi: Aspek Teologis Konsep Maslahah dalam kitab Al-Muwafaqat, Jakarta: Erlangga
Ibrahim, Duski, 2008. Metode Penetapan Hukum Islam, Membongkar Konsep Al-Istiqra Al-Ma’nawi Al-Syatibi, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Machasin, 2011. Islam Dinamis Islam Harmonis, Yogyakarta: Lkis.
Manan, Abdul, 2006. Reformasi Hukum Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Mas’udi, Masdar Farid, 2013. Syarah UUD 1945 perspektif Islam, Jakarta: PT. Pustaka Alvabet, Edisi Baru
Mawardi, Ahmad Imam, 2010. Fiqh Minoritas: Fiqh al-Aqalliyat dan evolusi Maqashid al-Syari’ah dari konsep ke pendekatan, Yogyakarta: Lkis
Mubarok, Jaih, 2000. Sejarah dan Perkembangan Hukum Islam, Bandung: Remaja Rosda Karya,
Qaradhawi, Yusuf Al-. 2000. Hasan Al-Nadwi Dalam Kenangan Yusuf Al-Qaradhawi. Jakarta: Kafila Press.
Salman, Otje, 2010. Filsafat Hukum. Bandung: PT. Refika Aditama
Sardar, Ziauddin. 2005. Islam Tanpa Syariat, ed. Abdul Mu’ti dan Ahmad Najib Burhani, Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu
Shihab, Quraish, 2009. Membumikan Al-Qur’an, Bandung: PT. Mizan Pustaka.
Shimogaki, Kazuo, 2011. Kiri Islam, Antara Modernisme dan Postmodernisme, Yogyakarta, Lkis, Cet. VIII.
Umar, Hasbi. 2007. Nalar Fiqh Kontemporer (Jakarta: Gaung Persada Press.
Zuhaili, Wahbah Az-. 2005. Kebebasan dalam Islam, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
The author whose published manuscript approved the following provisions:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).