REINTERPRETASI HAK IJBAR DALAM HUKUM PERKAWINAN ISLAM DI KELUARGA PESANTREN

Kudrat Abdillah, Ah. Kusairi

Abstract


Abstract: Marriage is an inner and outer bond between the bride and groom to weave a happy and eternal family. Marriage has a goal to reach a happy, sakinah, mawaddah, and rahmah. The selection of a bride and groom is very important to achieve the goal of marriage. Because in fact, the chosen candidate is a person who will keep him a full day of his life. The ijbar right of a guardian who can force a daughter to marry a chosen prospective husband, is considered not in line with the purpose of marriage itself. Using a social history approach, this paper will describe the concept of ijbar rights in islamic boarding school families in Pamekasan. Descriptions of ijbar rights will be discussed in several sections, continuity and changes, causal explanation, and the implications of change.

Abstrak: Perkawinan adalah ikatan lahir batin di antara calon mempelai untuk merajut keluarga yang bahagia dan kekal. Perkawinan mempunyai tujuan untuk mencapai keluarga yang bahagia, sakinah, mawaddah, dan rahmah. Pemilihan calon mempelai meru­pakan hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan perkawinan. Karena sejatinya, calon yang dipilih adalah orang yang akan membersamainya sehari penuh seumur hidup­nya. Adanya hak ijbar seorang wali yang bisa memaksakan anak perempuan untuk kawin dengan calon suami yang dipilihkan, dianggap tidak sejalan dengan tujuan perkawinan itu sendiri. Dengan menggunakan pendekatan sejarah sosial, tulisan ini akan mendeskripsikan konsep hak ijbar pada keluarga pesantren di Pamekasan. Deskripsi hak ijbar akan dibahas dalam beberapa bagian, yaitu perkembangan dan perubahan, faktor-faktor yang mem­pengaruhi, dan implikasinya perubahan.


Keywords


Reinterpretasi; Hak Ijbar; Pesantren

Full Text:

PDF

References


Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Rusyd al-Qurthubi al-Andalusi, Bidâyat al-Mujtahid wa Nihâyat al-Muqtasid,Vol. II, Beirut: Dar al-Fikr,t.t.

Akh. Minhaji, Sejarah Sosial dalam Studi Islam, Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press, 2013.

Al-Maraghi, Tafsîr Al-Marâghi, Jilid 17, Alih Bahasa Bahrun Abu Bakar, Cet Kedua, Semarang: Toha Putra, 1993.

Elizabeth B. Hurlock, Developmental Psychology A Life Span Approach, New York: Mc. Graw Hil Book, 1980.

Hamka, Tafsîr al-Azhâr, Juz 21, 22, 23 dan 24, Jakarta: Yayasan Nurul Islam, 1984.

Ibnu ‘Abdi al-Baqi bin Yusuf al-Zarqani, Sharh Muwatta’ al-Imam Malik, Mesir: Maktabah wa Matba’ah Mustafa al-Babi al-Halabi wa Awladih, 1962.

Imam Malik, al-Muwatta’, Bab Nikah, Hadits No. 967.

Jalaluddin al-Mahalli, Jalaluddin as-Suyuthi, Kitab Tafsir Jalalain.

Kamal al-Din Muhammad al-Siwasi, Syarh Fath al-Qadir, Vol. III, Beirut: Dar al-Fikr,t.t.

Khoiruddin, Nasution, Hukum Perkawinan 1, Yogyakarta: ACAdeMIA + TAZZAFA, 2005.

Kompilasi Hukum Islam, Inpres No. 1 Tahun 1974.

Muhammad Husein, Fiqh Perempuan Refleksi Kyai Wacana Agama dan Jender, cet. ke- 2, Yogyakarta: LKIS, 2002.

Quraish Shihab, Muhammad, Tafsir Al-Misbâh, Jilid II, Bandung: Lintera Hati, 2004.

Sahnun, al-Mudawwanah, Jilid III.

Shams al-Din al-Sarakhsi, al-Mabsut, V, Beirut: Dar al-Ma’rufah, 1989.

S. Wojowasito, Kamus Umum Belanda Indonesia, Jakarta: PT. Ikhtiar Baru Van Hoves, 1990.

Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Yusuf al-Qardhawi, http://anawaladunsholih.blogspot.com/2011/11/kesalahan-dalam-memahami-konsep-ijbar.html.




DOI: https://doi.org/10.15575/as.v22i1.7874

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Asy-Syari'ah



Asy-Syari'ah is Indexed By:

 

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

 

View My Stats