Pesantren Lansia Sebagai Wadah Pembinaan Husnul Khatimah

Authors

  • Imas Kania Rahman Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Novi Maulana Yusup Universitas Ibnu Khaldun
  • Didin Hafidhuddin Universitas Ibn Khaldun Bogor

DOI:

https://doi.org/10.15575/ath.v6i1.10243

Keywords:

Pesantren Lansia, Pembinaan, Husnul Khatimah

Abstract

Abstract:  This research was motivated by a lack of understanding of Muslims, especially the elderly, regarding husnul khatimah. Husnul khatimah is a good condition at the end of human life which must be the ideal of every Muslim to achieve it. To reach husnul khatimah requires understanding and training. The presence of an elderly Islamic boarding school (Pesantren lansia) brings closer understanding and training for the elderly to try to reach husnul khatimah. This article aims to analyze and provide an overview of how the elderly Islamic boarding school has become a forum for the formation of husnul khatimah and the activities contained in it. In this research, the method used is descriptive method with a qualitative approach. The data collection technique that used by researchers is use interview techniques, observation and document study. The results showed that the elderly Islamic boarding school is a very suitable and important place for the guidance of husnul khatimah. In this case, Peantren Lansia Lembaga Dakwah dan Sosial Qobasat Annur Foundation, provides a training program for the elderly to strengthen and care for their aqidah and religious deeds in order to achieve husnul khatimah

 

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya pemahaman kaum muslimin khususnya usia lanjut mengenai husnul khatimah. Husnul khatimah merupakan kondisi baik pada akhir kehidupan manusia yang harus menjadi cita-cita setiap muslim untuk meraihnya. Untuk meraih husnul khatimah perlu pemahaman dan juga latihan. Hadirnya pesantren lansia mendekatkan pemahaman dan latihan bagi para lansia untuk berusaha menggapai husnul khatimah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan gambaran bagaimana pesantren lansia menjadi wadah pembinaan husnul khatimah beserta kegiatan-kegiatan yang terdapat di dalamnya. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunujukkan bahwa pesantren lansia merupakan wadah yang sangat cocok dan penting untuk pembinaan husnul khatimah. Dalam hal ini Pesantren Lansia Lembaga Dakwah dan Sosial Qobasat Annur Foundation menghadirkan program pembinaan kepada para lansia untuk menguatkan dan merawat aqidah dan amal ibadahnya guna mencapai husnul khatimah.

 

References

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, K. P. dan K. R. I. (2016). KBBI Daring. Retrieved May 3, 2021, from https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pembinaan

DFIKR TV - Daarul Fikri YQN. (2019). Pesantren Lansia—Lembaga Dakwah Sosial YQN V 2019—Official Video. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=vot1HimxQTY

Hasan, H. M. A. H. M. (n.d.). Tanda-tanda Husnul Khatimah dalam Pandangan Al-Qur`an dan Sunnah. FRAZ, 27(ue 2).

Indriana, Y. (2008). Gerontologi; Memahami Kehidupan Usia Lanjut. Semarang: Universitas Diponegoro.

Jibrini, A. L. A. A.-. (2007). Al-Khatimah. Khalil.

Kadir, A. (2012). Sistem Pembinaan Pondok Pesantren. Shautut Tarbiyah, 18(1), 76–99.

Kholifah, S. N. (2016). Modul Bahan Ajar Cetak Keperawatan; Keperawatan Gerontik. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan. Kementrian Kesehatan RI.

Khotimah, H. (2016). Peran Pesantren Lansia Bagi Perkembangan Pendidikan Islam: Studi Kasus Di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kencong Kepung Kediri. Didaktika Religia, 2(2). https://doi.org/10.30762/didaktika.v2i2.140

Manan, S. (2017). Pembinaan Akhlak Mulia Melalui Keteladanan Dan Pembiasaan. Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim, 15(1)).

Mishri, M. A.-. (2001). Ath-Thariq Ila Husnil Khatimah. Kairo: Muassasah Qarthabah.

Sadhan, A. bin N. A.-. (1990). Ri`ayat Al-Musinnin Fi Al-Islam. E-book.

Subki. (2013). Integrasi Sistem Pendidikan Madrasah dan Pesantren Tradisional (Studi Kasus Pondok Pesantren al-Anwar Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang (Masters thesis.). IAIN Walisongo.

Sumarni, R. (n.d.). Apa Makna Imbuhan pe- dan pe-an—DosenBahasa.com. Retrieved May 3, 2021, from https://dosenbahasa.com/apa-makna-imbuhan-pe-dan-pe-an

Susanti, S., & Rusman, R. (2018). Efektifitas Pembinaan Agama Islam Bagi Lansia Dalam Meningkatkan Ibadah Shalat Di Panti Werdha Hargodedali Surabaya. TADARUS, 7(1). Retrieved from http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Tadarus/article/view/1637

Susanto, A. (2016). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Kencana.

Syafe’i, I. (2017). Model Kurikulum Pesantren Salafiyah dalam Perspektif Multikultural. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 127–143. https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i2.2121

Team, A. (2021). تعري٠و شرح Ùˆ معنى الجاهلية بالعربي ÙÙŠ معاجم اللغة العربية معجم المعاني الجامع، المعجم الوسيط ،اللغة العربية المعاصر ،الرائد ،لسان العرب ،القاموس المحيط—معجم عربي عربي صÙحة 1. Retrieved January 7, 2021, from https://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/%D8%A7%D9%84%D8%AC%D8%A7%D9%87%D9%84%D9%8A%D8%A9/

Ummayyah, M. (2017). PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI DUSUN GATAK, WUKIRSARI, KECAMATAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN. Jurnal Elektronik Mahasiswa Pend. Luar Sekolah - S1, 6(1), 43–56.

Yasin, R. F. F. & dkk. (2016). Riayatul Musinnin Fi Mandzuril Qur`an wa As-Sunnah; Dirasatan Mu`ashiratan. GJAT, 6, 1.

Published

2021-07-13